Moto3 Inggris: Veda Ega Start ke-16, Hakim Danish Tembus 10 Besar

Balapan Moto3 Inggris 2026 belum dimulai, tetapi pertarungan sudah memanas di Sirkuit Silverstone. Pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) yang digelar Sabtu waktu setempat, pembalap muda Indonesia Veda Ega Prat...

Aug 10, 2026 - 10:23
0 0
Moto3 Inggris: Veda Ega Start ke-16, Hakim Danish Tembus 10 Besar

Balapan Moto3 Inggris 2026 belum dimulai, tetapi pertarungan sudah memanas di Sirkuit Silverstone. Pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) yang digelar Sabtu waktu setempat, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama membukukan catatan waktu terbaik 2 menit 11,4 detik dan mengunci posisi ke-16 pada starting grid. Hasil lebih baik ditorehkan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang melesat ke posisi kesembilan dan berhak menempati baris ketiga grid start.

Bagi Veda, posisi 16 berarti ia akan memulai lomba dari baris keenam. Bukan posisi ideal, tetapi di kelas Moto3 yang terkenal dengan rombongan besar dan pertarungan jarak dekat, segalanya masih sangat mungkin terjadi saat balapan digelar Minggu.

Jalannya Q2: Perang Slipstream di Silverstone

Sesi Q2 yang berlangsung selama 15 menit menyajikan taktik khas kelas Moto3. Para pembalap sengaja melambat dan menunggu di pintu keluar pit demi mendapatkan slipstream — tumpangan aerodinamis dari pembalap di depan — di lintasan lurus Hangar Straight yang menjadi salah satu titik tercepat di kalender.

Veda membuka sesi dengan catatan 2 menit 12,1 detik pada lap pertamanya, lalu memangkas waktunya secara bertahap. Pada time attack lima menit terakhir, ia mencatatkan sektor pertama terbaiknya sepanjang akhir pekan. Sayang, ia kehilangan sekitar dua persepuluh detik di sektor terakhir yang didominasi tikungan cepat, sehingga gagal menembus baris kelima.

Gap Veda terhadap peraih pole position tercatat sekitar 1,2 detik — jarak yang terbilang besar di atas kertas, tetapi masih dalam jangkauan rombongan kedua yang biasanya berjubel di kelas Moto3.

Perjuangan Berat Veda Ega Sejak Latihan Bebas

Perjalanan pembalap Indonesia ini menuju Q2 tidak berjalan mulus. Sejak sesi latihan bebas, ia dan timnya terus mengutak-atik setelan suspensi dan rasio gir untuk beradaptasi dengan karakter Silverstone yang mengalir cepat. Kombinasi tikungan berkecepatan tinggi seperti Maggotts dan Becketts menuntut kepercayaan diri penuh pada bagian depan motor.

Pada sesi kualifikasi, Veda sempat menghuni posisi 12 saat sesi menyisakan tujuh menit. Namun gempuran lap cepat di menit-menit akhir membuat namanya melorot empat strip. Kendati demikian, catatan waktunya tetap merupakan yang terbaik bagi dirinya sepanjang akhir pekan ini.

"Kualifikasi memang belum sesuai target kami, tetapi ritme balapan Veda jauh lebih menjanjikan dibandingkan lap tunggalnya. Dengan start yang bersih, ia bisa bergabung dengan grup perebut poin," ujar perwakilan timnya selepas sesi.

Hakim Danish Tampil Solid, Bidik Grup Depan

Di sisi lain, Hakim Danish menunjukkan performa yang jauh lebih stabil. Pembalap Malaysia itu membukukan waktu 2 menit 10,8 detik, hanya terpaut sekitar enam persepuluh detik dari pole sitter. Posisi kesembilan menempatkannya di baris ketiga — titik start yang sangat strategis untuk langsung menempel grup terdepan sejak lap pembuka.

Sepanjang sesi, Hakim tercatat konsisten berada di kisaran sepuluh besar. Kecepatan maksimumnya di speed trap juga termasuk yang tertinggi di antara pembalap pabrikan sekelasnya, modal penting untuk bertarung di trek lurus Silverstone.

Data Kualifikasi dan Peluang Balapan

Melihat angka, jarak antara posisi kesembilan hingga ke-16 hanya sekitar 0,6 detik — gambaran betapa rapatnya persaingan Moto3. Dengan panjang balapan sekitar 17 lap, manajemen ban dan posisi di tikungan terakhir sebelum garis finis akan menjadi penentu.

Faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah cuaca. Silverstone terkenal dengan angin kencang dan hujan yang bisa datang tiba-tiba. Jika balapan berlangsung dalam kondisi basah, posisi start kerap tidak lagi relevan karena pembalap dengan adaptasi tercepatlah yang akan berbicara banyak.

Bagi Veda Ega Pratama, target realistis pada balapan Minggu adalah menembus zona poin — 15 besar. Dari grid 16, satu posisi saja sudah cukup untuk membawa pulang poin. Sementara bagi Hakim Danish, podium bukan sekadar mimpi jika ia mampu menjaga posisi di dua lap awal dan tetap berada di rombongan terdepan.

Lights out Moto3 Inggris 2026 akan berlangsung Minggu siang waktu setempat. Dua talenta Asia Tenggara ini siap membawa bendera masing-masing di salah satu sirkuit paling bersejarah di dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User