Messi Tutup Karier Argentina dengan Hat-Trick Penalti Lawan Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina. Lionel Messi menutup perjalanannya bersama tim nasional dengan cara paling dramatis: hat-trick penalti dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu, 7 Ok...

Oct 10, 2026 - 18:16
0 0
Messi Tutup Karier Argentina dengan Hat-Trick Penalti Lawan Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina. Lionel Messi menutup perjalanannya bersama tim nasional dengan cara paling dramatis: hat-trick penalti dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menit ke-18, Messi membuka keunggulan dari titik putih setelah VAR mengonfirmasi handball di kotak terlarang. Eksekusi penalti pertama itu ia lepaskan ke sisi kanan gawang, mengecoh kiper Benin yang bergerak lebih dulu. Penguasaan bola Argentina di babak pertama mencapai 68 persen dengan 5 shots on target dari 9 percobaan.

Memasuki menit ke-52, Messi kembali ke titik penalti setelah bek Benin menjatuhkan penyerang Argentina di area terlarang. Tanpa ragu, kapten tim nasional itu mencetak gol keduanya. Statistik menunjukkan Messi mencatatkan 89 sentuhan bola, 7 dribel sukses, dan akurasi umpan 91 persen sepanjang pertandingan.

Puncaknya terjadi di menit ke-78. Pelanggaran keras terhadap Messi sendiri di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih untuk ketiga kalinya. Messi menuntaskan hat-trick penaltinya—sebuah catatan langka dalam sepak bola internasional, di mana ketiga gol tercipta dari skema yang sama.

Dominasi Taktik Argentina di Bawah Formasi 4-3-3

Pelatih Argentina menurunkan formasi 4-3-3 dengan Messi sebagai false nine. Starting XI yang diturunkan mengandalkan kombinasi pemain senior dan muda. Hasilnya, Benin hanya mampu melepaskan 2 shots on target dari total 4 percobaan, dengan penguasaan bola hanya 32 persen.

Garis pertahanan Argentina mencatat clean sheet ke-11 dalam 15 pertandingan terakhir. Duet bek tengah tampil solid dengan 14 intersepsi dan 9 clearance. Kiper Argentina hanya melakukan 2 penyelamatan, keduanya di babak kedua.

Menariknya, ketiga gol Messi tercipta dari titik penalti—sebuah anomali statistik mengingat sepanjang kariernya, Messi lebih dikenal sebagai pencipta peluang. Dalam laga ini ia juga mencatatkan 4 key passes dan 3 peluang besar tercipta, meski tidak satupun berbuah assist karena penyelesaian akhir rekan setimnya kurang tajam.

Momen Emosional dan Rekor yang Ditinggalkan

Menit ke-90+3, wasit meniup peluit panjang. Messi langsung dikerubungi rekan-rekan setimnya. Ia melepas ban kapten dan menyerahkannya kepada pemain muda yang dianggap sebagai penerusnya. Stadion bergemuruh dengan chant namanya.

Sepanjang karier internasionalnya, Messi meninggalkan warisan statistik luar biasa: 112 gol dalam 191 caps untuk Argentina, plus 58 assist. Ia juga mencatatkan 26 gol dari titik penalti dan 4 hat-trick bersama tim nasional.

"Hari ini bukan tentang saya. Ini tentang generasi berikutnya. Mereka harus tahu bahwa mengenakan jersey ini adalah kehormatan terbesar," ujar Messi usai laga, dikutip dari konferensi pers.

Pelatih Argentina menambahkan bahwa laga ini sengaja dirancang sebagai penghormatan. "Kami ingin dia keluar dengan cara yang dia layak dapatkan. Tiga gol, kemenangan, dan cinta dari seluruh stadion," ujarnya.

Analisis: Mengapa Hat-Trick Penalti Tetap Spesial

Secara taktik, Benin bermain dengan blok rendah 5-4-1, mencoba menutup ruang di lini tengah. Namun disiplin mereka runtuh di kotak penalti sendiri. Tiga pelanggaran berbeda—handball, tackles, dan dorongan—menjadi bukti bahwa Argentina sukses mengeksploitasi sisi kanan pertahanan lawan.

Messi sendiri hanya melepaskan 4 tembakan ke gawang, tiga di antaranya dari titik putih. Efisiensi sempurna: 100 persen konversi penalti. Statistik xG (expected goals) Messi di laga ini tercatat hanya 2,4, namun ia mencetak tiga gol—sebuah penyelesaian di atas ekspektasi.

Pertandingan ini juga mencatatkan total 24 pelanggaran, 5 kartu kuning, dan tidak ada kartu merah. Wasit menggunakan VAR sebanyak tiga kali, semuanya menguntungkan Argentina.

Dengan hasil ini, Argentina menutup tahun 2026 dengan rekor 12 kemenangan, 2 imbang, dan 1 kekalahan. Messi mengakhiri karier internasionalnya sebagai pemegang rekor caps dan gol terbanyak untuk Argentina—sebuah era yang berakhir dengan hat-trick, seperti sebuah babak yang ditutup dengan tanda seru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User