Friedkin Grup Siap Lepas 99,5 Persen Saham Everton ke Investor Baru

LIVERPOOL — Kurang dari dua tahun setelah mengakuisisi mayoritas saham, The Friedkin Grup (TFG) dikabarkan siap melepas kembali Everton. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah TFG be...

Oct 10, 2026 - 19:16
0 0
Friedkin Grup Siap Lepas 99,5 Persen Saham Everton ke Investor Baru

LIVERPOOL — Kurang dari dua tahun setelah mengakuisisi mayoritas saham, The Friedkin Grup (TFG) dikabarkan siap melepas kembali Everton. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah TFG berhasil menstabilkan kondisi keuangan klub yang sebelumnya terpuruk. TFG saat ini menguasai 99,5 persen saham Everton, dan mereka dikabarkan tengah mencari investor baru untuk mengambil alih kepemilikan tersebut.

Kabar ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pendukung Everton. Pasalnya, TFG baru menyelesaikan proses akuisisi pada akhir 2024. Dalam waktu singkat, mereka telah melakukan sejumlah perbaikan signifikan, terutama dari sisi finansial. Utang klub yang sempat membengkak perlahan mulai dikelola, dan struktur gaji pemain mulai ditata ulang. Namun, tampaknya TFG memiliki rencana jangka pendek yang berbeda dari ekspektasi publik.

Perjalanan Singkat TFG di Goodison Park

Sejak resmi mengambil alih, TFG langsung menghadapi tantangan berat. Everton saat itu berada dalam posisi sulit di klasemen Premier League dan terhambat masalah pelanggaran aturan keuangan. Berbagai langkah efisiensi dilakukan, termasuk penjualan beberapa pemain kunci dan pemangkasan anggaran operasional. Hasilnya, klub berhasil menghindari sanksi lebih lanjut dan perlahan menapaki jalur pemulihan.

Statistik menunjukkan perbaikan performa di lapangan. Pada musim pertamanya di bawah TFG, Everton mencatat penguasaan bola rata-rata 46,8 persen per pertandingan, naik dari musim sebelumnya yang hanya 43,2 persen. Jumlah shots on target juga meningkat dari 3,9 menjadi 4,7 per laga. Namun, konsistensi masih menjadi masalah, dengan hanya 11 clean sheet dari 38 pertandingan.

Alasan di Balik Rencana Penjualan

Menurut sumber internal, keputusan TFG untuk mencari investor baru bukan karena kegagalan proyek, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. TFG dikenal sebagai perusahaan investasi yang berfokus pada akuisisi aset bermasalah, memperbaikinya, lalu menjualnya dengan valuasi lebih tinggi. Pola ini sebelumnya diterapkan pada beberapa klub dan perusahaan lain di portfolio mereka.

"Kami selalu membuka peluang kemitraan strategis untuk mempercepat pertumbuhan klub. Everton adalah aset berharga dengan basis penggemar besar dan sejarah panjang," ujar perwakilan TFG dalam pernyataan resmi tanpa menyebut detail proses penjualan.

Dari sisi valuasi, Everton diprediksi bernilai sekitar £600 juta hingga £700 juta saat ini, lebih tinggi dibanding saat TFG mengakuisisi sekitar £400 juta. Kenaikan ini didorong oleh stabilitas keuangan, potensi pendapatan dari stadion baru di Bramley-Moore Dock, serta hak siar Premier League yang terus meningkat.

Dampak ke Skuad dan Staf Pelatih

Rencana penjualan ini dipastikan mempengaruhi dinamika tim. Pelatih kepala yang saat ini menangani Everton disebut tengah fokus menyelesaikan musim dengan target finis di paruh atas klasemen. Formasi 4-2-3-1 yang menjadi andalan mulai menunjukkan hasil, dengan rata-rata 1,4 poin per pertandingan sejak awal musim. Namun, ketidakpastian kepemilikan bisa mengganggu stabilitas jangka panjang.

Beberapa pemain kunci dikabarkan menunggu kejelasan arah klub sebelum memperpanjang kontrak. Manajemen sementara memastikan operasional harian berjalan normal. "Kami tidak ingin spekulasi mengganggu fokus tim. Semua keputusan akan diambil demi kepentingan terbaik Everton," tegas seorang pejabat klub seperti dilansir dari pernyataan internal.

Masa Depan Everton di Tangan Investor Baru

Jika proses penjualan ini terealisasi, Everton akan menjadi klub Premier League ketiga dalam lima tahun terakhir yang berganti pemilik lebih dari satu kali. Fenomena ini mencerminkan volatilitas investasi sepak bola, di mana klub dianggap komoditas yang bisa dibeli dan dijual dalam siklus singkat. BagiThe Friedkin Grup, langkah ini konsisten dengan model bisnis mereka: masuk, perbaiki, jual.

Pertanyaan besarnya, siapa investor berikutnya dan apakah mereka memiliki visi jangka panjang untuk membawa Everton kembali bersaing di papan atas. Sejarah menunjukkan, kesuksesan klub tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana, tetapi juga konsistensi kebijakan dan kesabaran membangun tim. Everton telah melalui banyak pemilik dalam dua dekade terakhir, namun belum juga meraih trofi mayor sejak FA Cup 1995.

Dengan penguasaan bola yang terus membaik dan fondasi keuangan yang mulai stabil, Everton sebenarnya berada di jalur positif. Namun, ketidakpastian di level kepemilikan bisa menjadi bumerang jika tidak segera diselesaikan. Para pendukung berharap siapapun investor barunya nanti, mereka mampu melanjutkan perbaikan yang sudah dimulai dan membawa klub kembali ke kompetisi Eropa. Waktu akan menjawab, apakah keputusan TFG ini langkah strategis atau justru awal gejolak baru di Goodison Park.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User