Messi Pamit dengan Gol, Argentina Hancurkan Benin 3-0 di Monumental

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin dalam laga yang lebih dari sekadar uji coba. Stadion Monumental, Rabu (7/10), menjadi panggung perpisahan Lionel Messi bersama Tim Tango, dan sang kapten menu...

Oct 08, 2026 - 09:42
0 0
Messi Pamit dengan Gol, Argentina Hancurkan Benin 3-0 di Monumental

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin dalam laga yang lebih dari sekadar uji coba. Stadion Monumental, Rabu (7/10), menjadi panggung perpisahan Lionel Messi bersama Tim Tango, dan sang kapten menutupnya dengan cara paling Messi: mencetak gol, mengatur tempo, lalu meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan seluruh stadion.

Sejak menit awal, Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, Messi ditempatkan sebagai false nine yang bebas bergerak. Benin, yang datang dengan pakem 4-4-2 bertahan rapat, langsung dipaksa bertahan dalam sejak kick-off. Penguasaan bola babak pertama tercatat 68 persen untuk Argentina berbanding 32 persen milik Benin, dengan 7 shots on target dari total 11 percobaan. Benin hanya melepaskan satu tembakan ke arah gawang, itupun dari luar kotak penalti.

Babak Pertama: Gol Pembuka dan Dominasi Total

Menit ke-23, momen yang ditunggu seluruh stadion tiba. Messi menerima bola di sisi kanan pertahanan Benin, melakukan one-two cepat dengan gelandang yang masuk dari lini kedua, lalu melepaskan tendangan kaki kiri melengkung ke tiang jauh. Bola tak bisa dijangkau kiper Benin. 1-0 Argentina, dan Monumental meledak.

Sebelas menit kemudian, Argentina menggandakan keunggulan. Kali ini Messi berperan sebagai assist. Umpan terobosan diagonalnya menemput penyerang sayap yang berlari dari sisi kiri, dan penyelesaian akhir dilakukan dengan tenang ke sudut bawah gawang. 2-0 pada menit ke-34. Statistik mencatat Messi sudah mengumpulkan 1 gol, 1 assist, dan 4 key passes hanya dalam 45 menit pertama.

Benin mencoba menaikkan garis pertahanan setelah tertinggal dua gol, tetapi transisi Argentina terlalu cepat. Formasi 4-4-2 mereka kerap berubah menjadi 6-3-1 saat bertahan, dan itu membuat lini tengah Argentina leluasa mengalirkan bola. Wasit mencatat dua kartu kuning untuk pemain Benin di babak pertama, keduanya akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.

Babak Kedua: Rotasi, Kontrol, dan Gol Ketiga

Pelatih Argentina melakukan tiga pergantian di menit ke-60, termasuk menarik Messi keluar untuk mendapatkan standing ovation. Sebelum keluar, Messi tercatat menyentuh bola 61 kali, dengan akurasi umpan 91 persen — angka tertinggi di antara semua pemain di lapangan. Ia meninggalkan lapangan dalam keadaan skor 2-0, tetapi warisan permainannya tetap terasa.

Menit ke-72, Argentina mencetak gol ketiga. Berawal dari pressing tinggi di area pertahanan Benin, bola direbut di kotak penalti, dan diselesaikan dengan tendangan first-time dari dalam kotak. 3-0. Benin sempat mencoba keluar menyerang lewat sayap kanan, tetapi pertahanan Argentina yang dikawal duet bek tengah tetap solid dan mencatat clean sheet di laga ini.

Menariknya, wasit sempat menggunakan VAR pada menit ke-78 untuk memeriksa potensi gol keempat Argentina. Setelah tinjauan, hakim garis mengangkat bendera — posisi offside terdeteksi pada pemain yang memberi umpan akhir. Gol dianulir, skor tetap 3-0.

Statistik Akhir dan Makna Laga

Secara keseluruhan, Argentina menutup laga dengan penguasaan bola 71 persen, 9 shots on target dari 17 percobaan, dan 12 peluang tercipta. Benin hanya mencatat 2 shots on target dengan penguasaan bola 29 persen. Rasio umpan Argentina mencapai 89 persen akurasi, sementara Benin 74 persen. Tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan, dan jumlah pelanggaran Benin lebih tinggi (14 berbanding 8).

Bagi Messi, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia keluar sebagai pencetak gol sekaligus penentu ritme permainan, dengan rating statistik yang nyaris sempurna. Bagi Argentina, hasil ini menjadi fondasi penting menjelang agenda internasional berikutnya. Rotasi pemain muda yang dimasukkan di babak kedua memberi gambaran bahwa regenerasi berjalan tanpa kehilangan identitas permainan.

Benin sendiri pulang dengan catatan evaluasi jelas: mereka kalah kualitas di lini tengah dan terlalu sering kehilangan bola di area berbahaya. Dua kartu kuning dan nol peluang bersih menjadi cerminan betapa sulitnya menembus blok pertahanan Argentina malam itu.

Laga berakhir dengan skor 3-0, tetapi yang paling diingat publik Monumental adalah momen menit ke-23: tendangan kaki kiri Messi yang mengubah pertandingan, sekaligus menutup satu babak panjang dalam sejarah Tim Tango.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User