Manchester City Cetak Sejarah 100 Poin di Premier League

Manchester City resmi mengukuhkan diri sebagai juara Premier League musim 2017/2018 dengan torehan bersejarah: 100 poin. Tidak ada tim lain yang mampu menembus angka tersebut sepanjang sejarah kompeti...

Oct 08, 2026 - 09:59
0 0
Manchester City Cetak Sejarah 100 Poin di Premier League

Manchester City resmi mengukuhkan diri sebagai juara Premier League musim 2017/2018 dengan torehan bersejarah: 100 poin. Tidak ada tim lain yang mampu menembus angka tersebut sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Inggris. Perayaan pun berlangsung meriah ketika Kyle Walker, Kevin De Bruyne, dan John Stones mengangkat trofi di hadapan ribuan suporter dalam parade juara di Manchester, Senin (14/5/2018).

Dominasi Statistik yang Tak Terbantahkan

Jika menilik statistik akhir musim, pasukan asuhan Pep Guardiola tampil nyaris sempurna. Dari 38 pertandingan, The Citizens mencatatkan 32 kemenangan, hanya 4 kali imbang, dan 2 kali kalah. Mereka mengemas 106 gol atau rata-rata 2,79 gol per pertandingan, serta hanya kebobolan 27 kali. Selisih gol +79 menjadi yang terbaik di liga. Penguasaan bola rata-rata menyentuh angka 66,4 persen per laga, tertinggi di Premier League, dengan akurasi umpan mencapai 89 persen.

Menit ke-67, Kevin De Bruyne melepaskan umpan silang rendah yang mampu diselesaikan rekan setimnya menjadi gol kemenangan kala itu. Umpan tersebut menjadi salah satu dari 16 assist-nya sepanjang musim, menyamai rekor Thierry Henry dan menjadi top assist Premier League 2017/2018. Playmaker asal Belgia itu juga mencatatkan 2.683 umpan sukses, terbanyak di liga. Kehadirannya mengubah ritme permainan City dari menit ke menit, menghubungkan lini tengah dengan trio penyerang yang bergerak dinamis.

Revolusi Taktik Guardiola dan Peran Starting XI

Guardiola menerapkan formasi dasar 4-3-3 dengan fleksibilitas tinggi. Ketika bertahan, pola berubah menjadi 4-4-2, sementara ketika menyerang, bek sayap seperti Kyle Walker dan Fabian Delph Push naik memberikan lebar lapangan. Walker tampil dalam 32 laga liga dengan 2 assist dan rata-rata 2,1 tekel per pertandingan. Sementara John Stones, yang berperan sebagai bek tengah ball-playing, mencatatkan akurasi umpan 93,1 persen, menjadi fondasi serangan dari belakang.

Menit ke-23 di beberapa pertandingan awal musim, City sering membuka keunggulan cepat. Pola ini merupakan hasil persiapan set-piece dan pressing tinggi yang dirancang Guardiola. Mereka mencetak 16 gol dari skema set-piece, terbanyak di kompetisi. Uniknya, 9 gol berasal dari situasi sepak pojok yang melibatkan tandukan bek-bek tinggi seperti Stones dan Nicolas Otamendi. Konsistensi ini menjadi pembeda antara City dan kompetitor terdekat seperti Manchester United yang finis dengan 81 poin, tertinggal 19 angka.

Kemenangan Krusial dan Clean Sheet yang Menentukan

Momen penentu gelar datang pada 15 April 2018 ketika Manchester United kalah dari West Bromwich Albion, memastikan City juara tanpa harus bermain. Namun, performa di lapangan tetap luar biasa. Kiper Ederson Moraes mencatatkan 16 clean sheet dari 36 penampilan, dengan rata-rata penyelamatan 1,7 per laga dan akurasi distribusi mencapai 85 persen. Kemampuan Ederson memulai serangan dengan lemparan panjang dan umpan lambung akurat menjadi kunci transisi cepat City.

"Kami bermain dengan cara yang tidak hanya efektif, tetapi juga indah. Sepak bola adalah tentang menciptakan peluang dan menghibur. 100 poin adalah bukti dedikasi seluruh pemain dan staf," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers seusai laga terakhir.

Di lini depan, Sergio Aguero, Gabriel Jesus, Raheem Sterling, dan Leroy Sane saling melengkapi. Sterling menyumbang 18 gol dan 11 assist, Aguero 21 gol dalam 25 penampilan, dengan shots on target mencapai 56 persen. Sementara Sane mencatatkan 10 gol dan 15 assist, menjadikannya pemain muda terbaik PFA. Kombinasi kecepatan di sayap dan klinisnya penyelesaian akhir membuat City mencetak gol di 37 dari 38 pertandingan, hanya gagal menjebol gawang Crystal Palace pada laga tanpa gol pada Desember 2017.

Dampak Jangka Panjang bagi Premier League

Raihan 100 poin tidak sekadar trofi, tetapi menetapkan standar baru di Premier League. Sebelumnya, rekor poin tertinggi dipegang Chelsea dengan 95 poin pada 2004/2005. City memecahkan rekor itu dengan selisih 5 poin, sekaligus menjadi tim pertama yang meraih 100 poin dalam satu musim kompetisi liga top Eropa sejak Real Madrid pada 2011/2012 yang mengoleksi 100 poin di La Liga. Data menunjukkan dominasi City bukan kebetulan: mereka memimpin liga dalam hal expected goals (xG) 2,64 per laga dan hanya memberikan peluang lawan dengan xG 0,67 per pertandingan.

Parade juara di Manchester menjadi puncak perayaan. Walker, De Bruyne, dan Stones bergantian mengangkat trofi di atas bus terbuka, disambut sorakan suporter yang memadati rute parade. Dengan skuad muda yang rata-rata berusia 26,4 tahun dan nilai skuad mencapai 1,1 miliar euro, Manchester City tidak hanya meraih gelar, tetapi juga membangun fondasi untuk era dominasi panjang. Premier League menyaksikan babak baru: di mana 100 poin bukan lagi mimpi, melainkan target nyata bagi tim yang ingin disebut legenda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User