Messi Menangis, Argentina Tutup Laga Perpisahan dengan Kemenangan 3-0

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10), menjadi latar dramatis laga perpisahan Lionel Messi bersama Tim Tango. Air mata kapten berusia 38 tahun itu menetes usai p...

Oct 08, 2026 - 07:51
0 0
Messi Menangis, Argentina Tutup Laga Perpisahan dengan Kemenangan 3-0

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10), menjadi latar dramatis laga perpisahan Lionel Messi bersama Tim Tango. Air mata kapten berusia 38 tahun itu menetes usai peluit panjang, menandai akhir sebuah era yang berjalan hampir dua dekade di level internasional.

Pertandingan berjalan sesuai skenario yang diinginkan publik tuan rumah. Sejak menit ke-8, Argentina sudah menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 68 persen sepanjang babak pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Lionel Scaloni menempatkan Messi sebagai false nine, dengan dua winger muda mendampingi di sisi kanan dan kiri.

Babak Pertama: Gol Pembuka dan Assist Messi

Menit ke-23, Monumental meledak. Messi menerima bola di ruang sempit antara lini tengah dan pertahanan Benin, lalu melepaskan umpan terobosan terukur yang diselesaikan menjadi gol oleh penyerang muda Argentina. Assist itu menjadi catatan ke-58 sepanjang karier internasionalnya, mempertegas perannya sebagai playmaker utama meski usia tak lagi muda.

Benin mencoba merespons dengan pressing tinggi, namun lini belakang Argentina yang dikawal bek veteran tampil disiplin. Kiper Emiliano Martinez mencatat dua penyelamatan penting pada menit ke-31 dan menit ke-40, menjaga clean sheet tetap utuh hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Argentina melepaskan 9 shots dengan 5 on target, sementara Benin hanya mencatat 2 percobaan tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Babak Kedua: Pesta Gol dan Momen Emosional

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan justru meningkat. Menit ke-52, Argentina menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik cepat yang dimulai dari kaki Messi. Tiga menit berselang, VAR sempat meninjau potensi offside pada proses gol tersebut, namun wasit memutuskan gol tetap sah setelah pemeriksaan singkat.

Gol ketiga lahir pada menit ke-71, kali ini dari eksekusi bola mati yang kembali melibatkan Messi sebagai pengambil keputusan. Tiga gol tanpa balas melengkapi kemenangan meyakinkan, sekaligus menjadi clean sheet kelima Argentina dalam enam laga terakhir mereka di semua kompetisi.

Menit ke-84, Scaloni menarik Messi keluar. Seluruh stadion berdiri, tepuk tangan menggema, sementara kamera menangkap mata sang kapten yang mulai berkaca-kaca. Beberapa pemain Benin pun terlihat memberi hormat dengan tepuk tangan kepada pemain yang telah mencetak lebih dari 100 gol untuk negaranya itu.

Analisis: Warisan Taktik dan Regenerasi Tim Tango

Secara taktik, laga ini memperlihatkan bagaimana Argentina mulai bertransisi dari ketergantungan pada satu figur menuju sistem kolektif yang lebih merata. Penguasaan bola akhir pertandingan tercatat 64 persen untuk Argentina dengan 17 shots berbanding 6 milik Benin. Akurasi umpan Argentina mencapai 89 persen, angka yang menunjukkan kualitas distribusi bola tetap terjaga meski tanpa Messi di sepertiga akhir laga.

Menarik dicatat, tiga pemain muda Argentina tampil sebagai starter dan menyumbang total 120 menit bermain gabungan. Ini menjadi sinyal jelas bahwa regenerasi skuad berjalan sesuai rencana jelang agenda turnamen berikutnya. Kartu kuning hanya dikeluarkan satu kali sepanjang laga, itu pun untuk pemain Benin pada menit ke-66 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.

"Hari ini bukan tentang hasil, tapi tentang menghormati seseorang yang telah memberikan segalanya untuk sepak bola Argentina," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Bagi publik Monumental, kemenangan 3-0 mungkin hanya angka. Namun bagi sejarah Tim Tango, malam Rabu itu menjadi garis pemisah antara era Messi dan babak baru yang harus segera dimulai. Air mata di pelukan rekan setim adalah penutup yang layak bagi perjalanan panjang penuh trofi dan rekor.

Argentina kini menatap laga-laga berikutnya tanpa sosok yang selama ini menjadi pusat gravitasi permainan mereka. Tantangan terbesar bukan sekadar mencari pengganti di lapangan, melainkan membangun identitas baru yang mampu berdiri tanpa bayang-bayang nomor 10 legendaris itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User