Menkop Raih 'Tokoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan' di Beritainti Awards 2026
Denpasar - Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, menerima penghargaan bergengsi dalam ajang Beritainti Awards 2026 . Ia dinobatkan sebagai peraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan untu
Denpasar - Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, menerima penghargaan bergengsi dalam ajang Beritainti Awards 2026. Ia dinobatkan sebagai peraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan untuk kategori Tokoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan Transformasi Koperasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam malam penganugerahan yang digelar di The Trans Resort Bali, sebuah acara yang turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari sektor pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat Bali.
Berdasarkan laporan media kami di Bali, Jumat (3/7/2026), penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Menteri Ferry dalam mengakselerasi transformasi koperasi sebagai fondasi utama ekonomi kerakyatan di Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, kiprahnya dinilai mampu membawa angin segar bagi revitalisasi kelembagaan koperasi di tingkat akar rumput. Ajang ini menjadi penanda bahwa gerakan ekonomi kerakyatan yang inklusif semakin mendapat perhatian serius di tingkat nasional.
"Terima kasih atas apresiasinya. Koperasi harus menjadi sokoguru perekonomian nasional yang berkeadilan. Kami fokus memastikan bahwa koperasi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa-desa," ujar Menteri Ferry seusai menerima penghargaan, sebagaimana dikutip dari laporan kami.
Sorotan pada Koperasi Desa Merah Putih
Salah satu program andalan yang menjadi sorotan utama dewan juri adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini merupakan inisiatif yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai motor baru dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di bawah arahan Menteri Ferry, konsep Koperasi Desa Merah Putih diwujudkan tidak sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi yang menjadi pusat pengelolaan potensi desa, distribusi logistik, hingga penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil.
Dewan juri menilai bahwa pendekatan yang dilakukan Menteri Ferry sangat terstruktur dan menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Dengan menjadikan desa dan kelurahan sebagai episentrum aktivitas koperasi, program ini secara langsung memangkas rantai pasok dan memerangi praktik rentenir yang selama ini menjerat ekonomi warga kelas bawah. Transformasi ini dianggap sebagai lompatan besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi lokal.
Kolaborasi Lintas Sektor di Bali
Keberhasilan Ferry Juliantono di Bali menjadi salah satu bukti konkret efektivitas kepemimpinannya. Dalam laporan khusus media kami, Menteri Ferry dinilai sangat sukses membangun koordinasi lintas sektor yang solid. Ia secara intensif menggandeng Pemerintah Provinsi Bali, seluruh pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran pemerintah desa hingga ke tingkat banjar. Sinergi ini mempercepat proses pemetaan, legalitas, dan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Pulau Dewata.
Model kolaborasi yang diterapkan di Bali kini menjadi proyek percontohan bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kehadiran koperasi-koperasi baru ini diharapkan tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menyerap hasil produksi petani dan UMKM lokal secara lebih optimal. Dengan adanya penyaluran kredit usaha yang mudah dan berbunga rendah melalui koperasi, geliat usaha mikro di desa-desa Bali diprediksi akan meningkat signifikan dalam waktu dekat.
Penghargaan ini menegaskan bahwa fokus pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan bukan hanya jargon politik, melainkan sebuah gerakan transformatif yang telah menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Comments (0)