BNPP Matangkan Indeks Pengelolaan Batas Negara demi Penguatan Perbatasan
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola wilayah perbatasan Indonesia. Melalui forum pembahasan yang digelar pada Jumat (3/7), BNPP memper
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola wilayah perbatasan Indonesia. Melalui forum pembahasan yang digelar pada Jumat (3/7), BNPP mempertemukan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun kerangka Indeks Pengelolaan Batas Wilayah Negara (IPBWN). Forum ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan batas negara kini diarahkan pada sistem yang lebih terukur, terintegrasi, dan mampu mendorong implementasi kebijakan secara konkret di lapangan.
Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, forum tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah instansi strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan isu perbatasan. Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP, Gutmen Nainggolan, menyampaikan bahwa inisiatif penyusunan IPBWN merupakan respons terhadap kebutuhan akan instrumen evaluasi yang mampu mengukur efektivitas pengelolaan perbatasan secara komprehensif. Ia menekankan bahwa indeks ini tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, melainkan alat pendorong aksi nyata di seluruh lini pemerintahan.
Selaras dengan RPJMN 2025-2029
Pengembangan IPBWN telah diselaraskan dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Landasan hukumnya merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang mengamanatkan pengelolaan perbatasan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil BNPP bersama kementerian dan lembaga mitra memiliki pijakan regulasi yang kokoh dan sejalan dengan visi pembangunan pemerintah.
"IPBWN dirancang sebagai instrumen untuk memastikan kebijakan lintas sektor tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mendorong aksi nyata dan terukur," ujar Gutmen Nainggolan mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa BNPP tidak ingin pengelolaan perbatasan hanya menjadi wacana tanpa implementasi. Indeks ini diharapkan mampu menjadi tolok ukur keberhasilan program-program perbatasan, sekaligus mengidentifikasi area yang masih memerlukan intervensi lebih lanjut. Pendekatan berbasis data dan indikator kinerja ini menandai babak baru dalam tata kelola batas wilayah negara yang selama ini kerap menghadapi tantangan koordinasi antarsektor.
Mendorong Sinergi Antarinstansi
Forum pembahasan IPBWN juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga. Pengelolaan perbatasan mencakup dimensi yang sangat luas, mulai dari aspek pertahanan dan keamanan, diplomasi, pembangunan ekonomi kawasan, hingga kesejahteraan masyarakat perbatasan. Tanpa koordinasi yang solid, kebijakan yang dihasilkan berpotensi tumpang tindih atau justru kontraproduktif. Oleh karena itu, keterlibatan aktif berbagai pihak dalam forum ini menjadi kunci keberhasilan penyusunan indeks yang benar-benar mencerminkan realitas di lapangan.
BNPP sebagai lembaga koordinator pengelolaan perbatasan terus mendorong agar setiap program yang dijalankan di kawasan perbatasan memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan. Melalui IPBWN, diharapkan tercipta mekanisme pemantauan yang transparan sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari pengelolaan batas negara yang profesional dan akuntabel. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang mampu mengelola kedaulatan wilayahnya secara optimal.
Comments (0)