Mbappe dan Olise Bawa Prancis Kalahkan Swedia 3-1 di 32 Besar

Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, Selasa (30/6) malam waktu setempat. Kylian Mbappe menjad...

Jul 28, 2026 - 00:00
0 0
Mbappe dan Olise Bawa Prancis Kalahkan Swedia 3-1 di 32 Besar

Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, Selasa (30/6) malam waktu setempat. Kylian Mbappe menjadi aktor utama dengan dua gol, sementara Michael Olise mencuri perhatian lewat satu assist dan satu gol yang memastikan Les Bleus lolos dramatis dari hadangan Blågult.

Babak Pertama: Kombinasi Mematikan Mbappe-Olise

Sejak peluit awal, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 racikan Didier Deschamps menempatkan Mbappe di sayap kiri, Antoine Griezmann sebagai playmaker, dan Olise di sayap kanan. Menit ke-23, umpan terobosan Griezmann berhasil diterima Olise di kotak penalti. Dengan tenang, gelandang Crystal Palace itu mengirim umpan tarik mendatar yang langsung disambar Mbappe dengan tendangan first-time ke pojok kiri gawang. Skor 1-0. Assist tersebut menjadi assist ketiga Olise di turnamen ini, menjadikannya salah satu kreator paling tajam di Piala Dunia 2026.

Swedia tak tinggal diam. Alexander Isak beberapa kali merepotkan lini belakang Prancis lewat kecepatannya. Menit ke-37, umpan silang Emil Forsberg dari sisi kiri berhasil ditanduk Dejan Kulusevski. Sundulan mengarah ke tiang jauh dan sempat membentur mistar sebelum akhirnya masuk. Skor imbang 1-1. Gol tersebut membuat tempo pertandingan meningkat. Hingga turun minum, kedua tim saling jual beli serangan. Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola Prancis 61% berbanding 39%, namun shots on target sama kuat 2-2.

Babak Kedua: Kejeniusan Mbappe dan Gol Penutup Olise

Memasuki babak kedua, Deschamps menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih agresif menekan. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-58, Mbappe melakukan penetrasi dari sisi kiri dan dijatuhkan oleh Victor Lindelöf di dalam kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih tanpa konsultasi VAR. Mbappe sendiri yang maju sebagai eksekutor dan dengan dingin mengecoh kiper Robin Olsen. Skor kembali menjadi 2-1 untuk Prancis.

Swedia mencoba bangkit. Tomasson memasukkan Anthony Elanga dan Mattias Svanberg untuk menambah daya serang. Namun justru Prancis yang semakin mendominasi. Menit ke-72, sebuah serangan balik cepat yang dipimpin Mbappe berakhir dengan umpan terukur kepada Olise yang berdiri bebas di mulut gawang. Olise tanpa kesulitan menceploskan bola, mengubah skor jadi 3-1. Kombinasi Mbappe-Olise benar-benar menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Swedia malam itu.

Hingga peluit panjang, Prancis mempertahankan keunggulan. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 58%-42% untuk Prancis, dengan total shots 15-9 dan shots on target 7-3. Akurasi oper Prancis mencapai 89%, sementara Swedia hanya 82%. Pelanggaran kedua tim cukup keras: Prancis melakukan 14 fouls, Swedia 12, dengan masing-masing mengoleksi dua kartu kuning.

"Kami melakukan tugas dengan sangat profesional. Mbappe dan Olise menunjukkan koneksi yang luar biasa. Performa seperti ini yang kami butuhkan untuk melangkah jauh," ujar Deschamps dalam konferensi pers usai laga.

Sementara itu, pelatih Swedia Jon Dahl Tomasson mengakui keunggulan lawan. "Prancis adalah tim kelas dunia. Kami sudah memberikan segalanya, tapi mereka terlalu tajam di sepertiga akhir lapangan," kata Tomasson.

Analisis Taktik: Duet Mbappe-Olise dan Soliditas Griezmann

Kunci kemenangan Prancis terletak pada fluiditas lini depan. Mbappe dengan kecepatan dan insting golnya kerap menarik perhatian dua bek, membuka ruang bagi Olise yang pandai mencari posisi. Sementara itu, Griezmann berperan sebagai jenderal lapangan tengah dengan 3 key passes dan 94% akurasi oper. Di lini belakang, Dayot Upamecano dan William Saliba tampil solid dengan memenangi 8 duel udara dan mencatat 5 clearance vital. Prancis juga efektif dalam transisi: dari 15 shots, 10 di antaranya tercipta dari situasi open play dengan rata-rata durasi serangan hanya 8 detik.

Di kubu Swedia, Isak dan Kulusevski menjadi ancaman utama, namun terlalu terisolasi. Swedia hanya mampu melepaskan 3 shots on target sepanjang laga. Kelemahan di sektor full-back juga terlihat, terutama saat Théo Hernandez dan Jules Koundé rajin melakukan overlapping run. Peluang terbaik Swedia selain gol terjadi di menit ke-55 ketika tendangan jarak jauh Forsberg ditepis gemilang oleh Mike Maignan.

Jalan Menuju 16 Besar dan Statistik Kunci

Dengan hasil ini, Prancis akan menghadapi pemenang laga Argentina vs Nigeria di babak 16 besar. Jika melihat performa malam ini, Les Bleus jelas pantas difavoritkan. Mbappe kini telah mengoleksi 4 gol di turnamen, sementara Olise dengan 1 gol dan 3 assist menjadi kandidat kuat peraih penghargaan pemain muda terbaik.

Statistik kunci Prancis vs Swedia: Skor akhir 3-1. Gol: Mbappe (23', 58' pen), Olise (72'); Swedia: Kulusevski (37'). Assist: Olise, Griezmann, Mbappe. Penguasaan bola: 58%-42%. Shots total: 15-9. Shots on target: 7-3. Akurasi umpan: 89%-82%. Pelanggaran: 14-12. Kartu kuning: 2-2. Penyelamatan kiper: Maignan 2, Olsen 4.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User