Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
Menit ke-67, Kylian Mbappe melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, membobol gawang Jordan Pickford untuk kedua kalinya dalam laga panas antara Prancis melawan Inggris di Piala Dunia 2026. ...
Menit ke-67, Kylian Mbappe melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, membobol gawang Jordan Pickford untuk kedua kalinya dalam laga panas antara Prancis melawan Inggris di Piala Dunia 2026. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 untuk Les Bleus di Stade de France, Paris, pada 15 November 2026, sekaligus menegaskan dominasi striker Paris Saint-Germain itu di papan atas pencetak gol terbanyak turnamen. Dengan brace ini, Mbappe kini mengoleksi 6 gol, menjauhkan diri dari Lionel Messi yang baru mengemas 3 gol untuk Argentina. Skor akhir 3-1 mencerminkan penguasaan bola sebesar 58% untuk Prancis, sementara Inggris hanya mampu menguasai 42%, dengan tim tamu melepaskan 9 shots on target berbanding 6 dari The Three Lions.
Babak Pertama: Gol Pembuka Mbappe dan Tempo Tinggi
Pertandingan dimulai dengan formasi 4-3-3 yang dijalankan oleh pelatih Prancis Didier Deschamps, dengan Mbappe di sayap kiri, didukung oleh Antoine Griezmann sebagai playmaker dan Olivier Giroud di ujung tombak. Starting XI Prancis menampilkan Hugo Lloris di bawah mistar, serta barisan pertahanan kokoh termasuk Raphael Varane dan Jules Kounde. Sementara itu, Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate membalas dengan formasi 4-2-3-1, memasang Harry Kane sebagai striker tunggal dan Jude Bellingham di lini tengah. Dari peluit awal, kedua tim bermain dengan tempo cepat, menciptakan peluang-peluang menarik. Menit ke-23, Mbappe menerima umpan terobosan ciamik dari Griezmann setelah pergerakan tanpa bola yang cerdas, melewati bek Inggris Kyle Walker, dan menaklukkan Pickford dengan tendangan mendatar ke sudut kiri bawah gawang. Assist dari Griezmann itu menandai kerja sama apik di lini depan Prancis, sementara Inggris sempat memberikan ancaman melalui tendangan bebas Kane di menit ke-35, yang masih bisa ditepis Lloris. Sebuah kartu kuning dikeluarkan oleh wasit untuk Declan Rice di menit ke-40 setelah pelanggaran berat terhadap Griezmann, memaksa Inggris bermain lebih hati-hati menjelang jeda. Skor sementara 1-0 untuk Prancis di akhir babak pertama, dengan statistik menunjukkan Prancis memiliki 3 shots on target berbanding 2 dari Inggris, serta penguasaan bola seimbang di angka 50-50.
Babak Kedua: Dominasi Mbappe dan Kemenangan Meyakinkan
Memasuki babak kedua, Prancis meningkatkan intensitas serangan, memanfaatkan keunggulan numerik setelah kartu kuning Rice. Menit ke-55, Harry Kane berhasil menyamakan kedudukan 1-1 untuk Inggris melalui tendangan penalti setelah pelanggaran oleh Varane di kotak terlarang, sebuah keputusan yang sempat ditinjau oleh VAR namun tetap dipertahankan. Namun, kegembiraan Inggris hanya bertahan singkat. Pada menit ke-67, Mbappe kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Inggris: ia menerima umpan silang dari Ousmane Dembélé di sayap kanan, mengecoh John Stones dengan gerakan feint yang memukau, dan melepaskan tembakan voli yang bersarang di gawang tanpa bisa dijangkau Pickford. Gol kedua Mbappe ini mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus menegaskan keunggulan taktis Prancis. Tidak berhenti di situ, Prancis menambah keunggulan di menit ke-78 melalui Giroud, yang mencetak gol sundulan memanfaatkan umpan pojok dari Mbappe—assist ini menambah catatan produktivitas sang striker. Sisa waktu pertandingan melihat Prancis mengendalikan permainan dengan penguasaan bola yang solid, sementara Inggris mencoba bangkit melalui serangan balik, namun gagal mencetak gol tambahan. Skor akhir 3-1 untuk Prancis, dengan total shots on target Prancis mencapai 9, berbanding 6 dari Inggris, mencerminkan efisiensi serangan tim tuan rumah.
Analisis Statistik dan Dampak terhadap Klasemen Top Skor
Statistik pertandingan ini memperlihatkan dominasi Prancis di berbagai aspek: penguasaan bola 58% untuk Prancis, 42% untuk Inggris; tendangan sudut 7 berbanding 5; dan pelanggaran yang relatif seimbang, masing-masing 12 untuk kedua tim. Dari sisi individu, Mbappe tampil sebagai bintang lapangan dengan 2 gol, 1 assist, 4 shots on target, dan 3 dribel sukses dari 5 percobaan. Griezmann juga layak mendapat pujian dengan 1 assist dan 90% akurasi umpan, sementara di lini pertahanan, Varane melakukan 4 sapuan dan 2 intersepsi untuk menjaga clean sheet parsial setelah kebobolan satu gol. Di kubu Inggris, Kane mencetak 1 gol dari 3 shots on target, tetapi Bellingham dan Phil Foden kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Dengan kemenangan ini, Prancis mengamankan posisi teratas di Grup D Piala Dunia 2026, sementara Mbappe melonjak ke puncak daftar top skor dengan 6 gol, unggul tiga gol dari Messi yang baru bermain satu pertandingan lebih sedikit. Pelatih Deschamps dalam konferensi pers pasca pertandingan mengatakan, "Kylian dalam kondisi luar biasa; dia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga mengubah dinamika permainan dengan kecepatan dan kreativitasnya. Ini kemenangan kolektif, tetapi performa individu seperti ini bisa mengangkat seluruh tim." Sementara itu, Southgate mengakui, "Kami tampil solid di babak kedua, tetapi kesalahan kecil di pertahanan dibayar mahal oleh pemain sekaliber Mbappe. Kami harus belajar dari ini untuk pertandingan berikutnya."
Pertandingan ini juga menyoroti taktik modern dalam sepak bola: Prancis memanfaatkan transisi cepat dari pertahanan ke serangan, dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel memungkinkan Mbappe bergerak bebas di sayap kiri, sementara Inggris berjuang dengan pressing tinggi yang diterapkan lawan. VAR sempat terlibat dalam dua insiden—penalti untuk Inggris dan pemeriksaan offside pada gol kedua Mbappe—namun keputusan wasit tetap konsisten, menjaga integritas permainan. Dengan 9 shots on target dari Prancis, dibandingkan 6 dari Inggris, efisiensi di depan gawang menjadi kunci kemenangan. Ke depan, Mbappe berpotensi melanjutkan rekor golnya, sementara Messi dan bintang lainnya akan tertinggal jika tidak segera mengejar. Piala Dunia 2026 semakin seru dengan persaingan individu yang sengit di antara para elite dunia.
Comments (0)