Mauro Zijlstra Suntik Semangat dari Tribun Pakansari

Di tengah sorak-sorai ribuan suporter yang memadati Stadion Pakansari, Sabtu malam, ada satu sosok yang tidak ikut berlari di atas rumput, namun kehadirannya menyedot perhatian. Mauro Zijlstra, penyer...

Jul 28, 2026 - 09:22
0 0
Mauro Zijlstra Suntik Semangat dari Tribun Pakansari

Di tengah sorak-sorai ribuan suporter yang memadati Stadion Pakansari, Sabtu malam, ada satu sosok yang tidak ikut berlari di atas rumput, namun kehadirannya menyedot perhatian. Mauro Zijlstra, penyerang naturalisasi yang seharusnya mengisi lini depan Timnas Indonesia, justru duduk di antara penonton, lengkap dengan jersey merah-putih, menyuarakan dukungan penuh untuk rekan-rekannya. Cedera hamstring yang ia derita saat latihan bersama Persija Jakarta awal pekan lalu memupus mimpi debutnya bersama Garuda di laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam. Tapi, alih-alih tenggelam dalam kekecewaan, pemain kelahiran Amsterdam itu memilih datang langsung ke stadion, memberikan suntikan semangat dari tribun.

Perjuangan Tanpa Kehadiran di Lapangan

Zijlstra sebenarnya telah menjadi bagian dari daftar 23 pemain yang dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong untuk menghadapi rangkaian pertandingan bulan Juni. Namun, hasil pemindaian MRI pada Selasa lalu mengkonfirmasi robekan ringan pada otot hamstring kanannya, yang membutuhkan waktu pemulihan setidaknya tiga pekan. Dengan berat hati, ia harus dicoret dari starting XI yang sudah dirancang. “Rasanya sakit, jujur saja. Saya sangat ingin memberikan segalanya untuk Indonesia,” ujarnya kepada awak media sebelum kickoff. “Tapi saya tidak bisa meninggalkan saudara-saudara saya di tim ini. Saya harus ada di sini, walaupun hanya dari jauh.”

Kehadiran Zijlstra di tribun VIP tidak luput dari perhatian rekan-rekannya. Saat para pemain menjalani pemanasan, beberapa di antaranya melambaikan tangan ke arahnya. Persija Jakarta sendiri mengonfirmasi bahwa sang striker akan absen selama 3-4 pekan, membuatnya diragukan tampil di laga-laga domestik berikutnya. Statistiknya di Liga 1 musim ini cukup impresif: 5 gol dan 3 assist dalam 8 penampilan sebelum cederanya, menunjukkan betapa andalannya ia di lini serang. Kehilangan pemain dengan atribut demikian jelas menjadi pukulan bagi skuat Garuda.

Jalannya Laga: Dominasi Taktik yang Berbuah Kemenangan

Dengan formasi 3-4-3 andalan Shin Tae-yong, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama. Penguasaan bola mencapai 58 persen di babak pertama, dan tekanan tinggi berhasil memaksa Vietnam melakukan kesalahan di area berbahaya. Menit ke-23, umpan terobosan akurat dari Marc Klok berhasil diterima oleh Ronaldo Kwateh yang melakukan penetrasi dari sisi kanan. Dengan satu sentuhan, Kwateh melepaskan tendangan rendah ke pojok kiri gawang, membawa Indonesia unggul 1-0. Assist itu menjadi bukti visi permainan Klok yang sudah menciptakan 4 peluang kunci sepanjang laga.

Vietnam tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, mereka meningkatkan intensitas dan mulai menciptakan ancaman lewat serangan balik cepat. Menit ke-56, wasit menunjuk titik putih setelah bek Indonesia, Jordi Amat, dinyatakan melakukan handball di kotak terlarang. Keputusan ini sempat menjadi kontroversi dan melalui tinjauan VAR selama dua menit sebelum akhirnya dikonfirmasi. Nguyen Quang Hai, eksekutor andalan Vietnam, dengan tenang menyamakan skor menjadi 1-1. Skor imbang membuat suasana di stadion sempat mencekam.

Namun, karakter juara yang dibangun Shin Tae-yong mulai terlihat. Garuda terus menggempur pertahanan Vietnam dengan variasi serangan. Tercatat total 14 tembakan dilepaskan Indonesia dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, berbanding 8 tembakan dari tim tamu yang hanya 3 on target. Momentum kemenangan datang pada menit ke-82. Umpan silang matang dari Witan Sulaeman dari sisi kiri disambut sundulan keras Rafael Struick yang tak mampu dijangkau kiper. Gol tersebut membawa Indonesia kembali unggul 2-1, dan skor ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Dukungan Moral dari Tribun yang Tak Ternilai

Selama 90 menit, kamera sesekali menyorot Zijlstra yang terlihat sangat ekspresif. Setiap peluang dan tekel keras diresponsnya dengan sorakan atau teriakan penuh emosi. Saat Struick mencetak gol kemenangan, ia spontan melompat dari kursi, memeluk suporter di sekitarnya yang tak lain adalah teman-temannya dari komunitas Persija. “Ini luar biasa! Saya merasa seperti ikut bermain malam ini,” celetuknya sambil tersenyum lebar seusai pertandingan. “Melihat perjuangan mereka dari sini justru memberi saya energi untuk pulih lebih cepat.”

Pelatih Shin Tae-yong dalam konferensi pers pasca pertandingan juga menyempatkan diri menyinggung peran emosional sang striker. “Mauro adalah bagian dari keluarga ini. Saya tahu dia kecewa tidak bisa bermain, tapi karakter seperti ini — hadir memberi dukungan langsung — menunjukkan kualitas pribadinya. Ini yang saya inginkan dari setiap pemain,” ungkap pelatih asal Korea Selatan itu. Kemenangan ini membuat Indonesia mengoleksi 6 poin dari 3 laga, posisi kedua Grup F, menjaga asa lolos ke putaran ketiga kualifikasi.

Zijlstra sendiri menargetkan kembali berlaga untuk Persija dalam dua pekan mendatang, dan berharap bisa dipanggil kembali ke timnas untuk laga berikutnya pada Oktober. “Saya akan bekerja keras di rehabilitasi. Mimpi saya membela Indonesia di laga resmi belum pupus,” tutupnya. Bagi banyak suporter yang memenuhi Pakansari malam itu, kehadiran Mauricio — demikian ia akrab disapa — adalah bukti bahwa komitmen seorang pemain tidak hanya diukur dari menit bermain, tetapi juga dari hati yang ia berikan untuk bangsa dan timnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User