PSIM Yogyakarta Bungkam Persekabpas Pasuruan 3-1 di Mandala Krida
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta. Laskar Mataram menundukkan wakil Liga Nusantara, Persekabpas Pasuruan, dalam laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Selasa (18/8/2026) sore WI...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta. Laskar Mataram menundukkan wakil Liga Nusantara, Persekabpas Pasuruan, dalam laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Selasa (18/8/2026) sore WIB. Meski bertajuk uji coba, pertandingan berjalan penuh intensitas di hadapan ribuan suporter yang memadati tribun.
PSIM tampil dominan sejak menit pertama. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih berhasil mendikte tempo permainan dengan penguasaan bola mencapai 62 persen sepanjang laga. Sementara itu, Persekabpas Pasuruan memilih bertahan dengan formasi 5-4-1 dan mengandalkan serangan balik cepat.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Dominasi Laskar Mataram
Menit ke-23, PSIM membuka keunggulan. Umpan terobosan dari gelandang serang berhasil dituntaskan striker tuan rumah dengan tendangan keras ke pojok kiri gawang yang tidak bisa dijangkau kiper tim tamu. Skor berubah menjadi 1-0 dan tribun pun bergemuruh. Gol itu lahir dari skema build-up pendek yang dimulai dari bek tengah, menunjukkan kematangan PSIM dalam menguasai alur permainan.
Dominasi PSIM terus berlanjut sepanjang babak pertama. Menit ke-41, gol kedua tercipta lewat sundulan striker menyambut umpan silang dari bek sayap kanan yang naik membantu serangan. Assist dicatatkan untuk bek sayap kanan tersebut. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0, dengan total shots on target mencapai empat kali berbanding satu untuk tim tamu. Persekabpas nyaris tidak punya peluang karena lini tengah mereka terus diputus oleh pressing tinggi tuan rumah.
Babak Kedua: Perlawanan Pasuruan dan Kunci Kemenangan PSIM
Memasuki babak kedua, Persekabpas berusaha keluar dari tekanan. Pelatih tim tamu melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-55 untuk menambah daya serang. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-58 ketika striker Persekabpas mencetak gol balasan lewat serangan balik cepat yang hanya membutuhkan tiga operan. Skor menjadi 2-1 dan pertandingan kembali hidup.
Namun PSIM tidak panik. Menit ke-67, gol ketiga tuan rumah lahir dari skema sepak pojok. Bola muntah hasil tandukan pemain bertahan disambar oleh gelandang bertahan yang maju ke kotak penalti dan melepaskan tembakan first time. Skor akhir 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Wasit sempat mengecek momen lewat VAR pada menit ke-74 setelah terjadi duel di kotak penalti, namun tidak ada pelanggaran yang diberikan.
Sepanjang laga, wasit mengeluarkan dua kartu kuning, satu untuk masing-masing tim. PSIM tercatat tiga kali terjebak offside, sementara Persekabpas dua kali. Statistik akhir menunjukkan PSIM melepaskan 7 shots on target dari 14 percobaan, sedangkan Persekabpas hanya 3 tembakan mengarah ke gawang dari 8 percobaan. Angka tersebut menegaskan superioritas tuan rumah dalam hal menciptakan peluang.
Analisis Pemain dan Strategi
Kunci kemenangan PSIM terletak pada pressing tinggi dan rotasi bola yang cepat di lini tengah. Duet gelandang tengah berhasil memutus aliran bola lawan sejak di area tengah, sehingga Persekabpas kesulitan membangun serangan terstruktur. Penyerang sayap kiri menjadi pemain paling berbahaya dengan satu gol dan tiga peluang emas yang gagal dikonversi, sementara bek sayap kanan mencatatkan satu assist plus dua umpan silang sukses.
"Kami bermain sesuai rencana. Penguasaan bola dan pressing sejak awal menjadi kunci, dan para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin. Tentu masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama penyelesaian akhir," ujar pelatih PSIM Yogyakarta usai pertandingan.
Di sisi lain, Persekabpas Pasuruan menunjukkan organisasi pertahanan yang rapi di babak pertama. Formasi 5-4-1 membuat PSIM kesulitan menembus lewat tengah, sehingga mayoritas peluang lahir dari sisi sayap. Namun minimnya pengalaman di level kompetisi yang lebih tinggi terlihat dari transisi yang lambat saat kehilangan bola, yang kerap dimanfaatkan PSIM untuk membangun serangan kedua.
Clean Sheet Gagal dan Agenda Berikutnya
Meski menang telak, PSIM gagal menjaga clean sheet karena gol balasan Persekabpas pada menit ke-58. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi lini belakang yang beberapa kali lengah menghadapi serangan balik. Pelatih menegaskan evaluasi akan difokuskan pada koordinasi bek tengah dengan gelandang bertahan saat tim kehilangan penguasaan bola.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSIM Yogyakarta menjelang kompetisi resmi. Sementara itu, Persekabpas Pasuruan mendapat pelajaran berharga dari uji coba melawan tim dari kasta di atasnya. Kedua tim dijadwalkan kembali bertemu dalam laga uji coba lain beberapa pekan ke depan.
Dengan hasil ini, PSIM Yogyakarta membuktikan diri siap menghadapi musim baru. Laga melawan wakil Liga Nusantara di Stadion Mandala Krida pada Selasa sore itu menjadi pemanasan ideal, meski masih ada pekerjaan rumah yang menanti menjelang kick-off kompetisi resmi.
Comments (0)