Marquez Tergusur di Akhir Sesi Latihan Bebas MotoGP Mandalika 2025
Lombok, 3 Oktober 2025 – Sesi latihan bebas pertama Grand Prix MotoGP Indonesia berlangsung dramatis di Sirkuit Internasional Mandalika. Juara dunia Marc Marquez tampil dominan hampir sepanjang 45 m...
Lombok, 3 Oktober 2025 – Sesi latihan bebas pertama Grand Prix MotoGP Indonesia berlangsung dramatis di Sirkuit Internasional Mandalika. Juara dunia Marc Marquez tampil dominan hampir sepanjang 45 menit, namun akhirnya harus merelakan posisi puncak di detik-detik terakhir. Pembalap Tim Ducati Lenovo itu mencatatkan waktu 1 menit 31,223 detik pada kombinasi ban soft-soft sebelum akhirnya disalip oleh dua rival beratnya.
Data langsung dari sirkuit menunjukkan Marquez memegang kendali selama 38 menit pertama. Ia berhasil memperbaiki catatan waktunya tiga kali, dengan selisih terbesar 0,417 detik dari pembalap di urutan kedua saat itu. Sektor 2 yang mengalir cepat serta sektor 3 dengan tikungan teknis menjadi area di mana Desmosedici GP25 miliknya unggul signifikan. “Kami fokus pada keseimbangan motor di tikungan cepat, dan itu membayar di sektor tengah,” ungkap seorang insinyur Ducati yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dominasi Awal Marquez di Sesi 45 Menit
Sejak menit ke-7, Marquez langsung melesat ke posisi teratas dengan 1:32,104. Lap demi lap, ia terus mengasah racing line, terutama di tikungan 10 dan 11 yang terkenal tricky akibat angin pesisir. Pada menit ke-18, ia turun ke 1:31,556, lalu 1:31,223 di menit ke-27. Saat itu, pembalap berjuluk Baby Alien tersebut terlihat santai meninggalkan pit dengan ban bekas untuk simulasi race pace. Penguasaan sektor 1-nya mencapai kecepatan 313,8 km/jam, tertinggi kedua setelah Enea Bastianini.
Data telemetri memperlihatkan Marquez menjaga konsistensi di rentang 1:32,0–1:32,5 pada 12 lap berturut-turut, sebuah performa yang mengindikasikan potensi kuat untuk balapan akhir pekan. Kombinasi sasis karbon dan suspensi Öhlins terbaru tampak bekerja optimal di permukaan aspal Mandalika yang sempat diguyur hujan ringan sehari sebelumnya, namun pagi ini berstatus kering total dengan suhu trek 42°C.
Persaingan Menjelang Bendera Kotak-Kotak
Lima menit terakhir berubah menjadi pertarungan sengit. Francesco Bagnaia, rekan setim sekaligus rival utama, keluar dari pit dengan ban soft baru. Pada menit ke-43, ia meraih 1:31,085, menggeser Marquez dengan selisih 0,138 detik. Tak berselang lama, Jorge Martin dari tim pabrikan Aprilia mencatat 1:30,978, sekaligus menjadi satu-satunya pembalap yang menembus dinding 1 menit 31 detik. Marquez sendiri tengah berada di pit saat waktu para pesaingnya melesat, dan tidak sempat membalas karena sesi berakhir.
Hasil akhir sesi latihan bebas pertama menempatkan Martin di puncak, diikuti Bagnaia di urutan kedua, dan Marquez di posisi ketiga. Fabio Quartararo yang menunjukkan peningkatan pada Yamaha M1 melengkapi posisi lima besar dengan selisih 0,312 detik. Total 17 dari 22 pembalap masuk dalam margin 1 detik, menandakan betapa ketatnya persaingan di sirkuit sepanjang 4,3 km ini.
Strategi dan Dampak untuk Sisa Akhir Pekan
Meskipun tersingkir dari puncak, Marquez dan tim Ducati tampak tenang. Perolehan waktu kombinasi sektor menunjukkan bahwa potensi raw speed masih bisa digali, terutama di sektor 4 yang sempat menjadi titik lemah. “Kami masih memiliki margin di tikungan terakhir dan akselerasi keluar,” ujar Marquez singkat kepada awak media. Dengan format aturan baru, hasil latihan bebas pertama tidak langsung menentukan masuk ke kualifikasi 2 (Q2), karena sesi latihan bebas kedua pada Jumat malam akan menjadi penentu utama.
Aspal Mandalika yang terkenal abrasif terhadap ban belakang membuat strategi pemilihan kompon akan krusial. Suhu tinggi dan kelembapan 78% memaksa tim melakukan penyesuaian pada tekanan ban. Ducati sudah mempersiapkan dua opsi mapping mesin untuk mengurangi wheelie pada akselerasi di lintasan lurus pendek. Sementara itu, Marquez mencatatkan 22 lap – terbanyak dibanding pembalap lain – menegaskan prioritasnya untuk memahami degradasi ban jangka panjang.
Melihat data historis, Marquez memang belum pernah naik podium di Mandalika sejak seri Indonesia kembali digelar pada 2022. Musim ini ia datang dengan status juara dunia dan motor yang telah terbukti tangguh. Dominasi selama 38 menit menjadi sinyal bahwa kutukan tersebut berpeluang dipatahkan. Akhir pekan ini, semua mata akan tertuju pada bagaimana sang juara bereaksi setelah tergusur di menit akhir.
Comments (0)