Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama Jadi Lukisan di Bali Collection

Skor akhir: 100% apresiasi publik! Bukan di sirkuit, melainkan di dinding toko souvenir kawasan Bali Collection, Nusa Dua, dua pembalap Indonesia Mario Suryo Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3) k...

Aug 07, 2026 - 14:59
0 0
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama Jadi Lukisan di Bali Collection

Skor akhir: 100% apresiasi publik! Bukan di sirkuit, melainkan di dinding toko souvenir kawasan Bali Collection, Nusa Dua, dua pembalap Indonesia Mario Suryo Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3) kini diabadikan dalam bentuk lukisan mural yang memukau. Momen unik ini terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar balap Tanah Air. Lukisan tersebut menggambarkan kedua rider dengan pose khas mereka, lengkap dengan warna helm dan nomor start yang melekat di hati para penggemar.

Detail Lukisan dan Lokasi Strategis

Lukisan yang dibuat oleh seniman lokal ini terletak di salah satu toko souvenir paling ramai di Bali Collection, pusat perbelanjaan yang menjadi ikon Nusa Dua. Dengan ukuran yang cukup besar, lukisan tersebut menampilkan Mario Suryo Aji yang tengah menikung dengan agresif, sementara Veda Ega Pratama digambarkan dalam posisi tuck-in di lintasan lurus. Menariknya, seniman juga menambahkan detail kecil seperti goresan ban dan percikan kerikil yang membuat lukisan terasa hidup. Penguasaan bola? Tentu bukan itu, tapi penguasaan detail teknis motor Moto2 dan Moto3 terlihat jelas dari proporsi fairing dan suspensi yang digambar presisi.

Para pengunjung yang melintas tak segan berhenti untuk berfoto. Beberapa di antaranya bahkan mengaku baru pertama kali melihat lukisan pembalap Indonesia sebesar ini di ruang publik. "Ini bentuk apresiasi yang luar biasa. Biasanya kami hanya melihat poster atau banner, tapi lukisan ini punya nilai seni tinggi," ujar salah satu pengunjung asal Jakarta yang sedang berlibur di Bali. Momen ini juga menjadi daya tarik tambahan bagi turis asing yang penasaran dengan perkembangan balap motor di Indonesia.

Mario Suryo Aji: Dari Sirkuit ke Kanvas

Mario Suryo Aji, yang saat ini berlaga di kelas Moto2 bersama tim Honda Team Asia, memang dikenal dengan gaya balapnya yang halus namun agresif. Pada musim 2026, ia mencatatkan rata-rata posisi start di baris ke-15 dengan best finish P7 di Grand Prix Italia. Dalam lukisan tersebut, ia digambarkan dengan nomor start 34 yang kontras dengan latar biru khas timnya. Menariknya, seniman berhasil menangkap ekspresi fokus Mario yang sering terlihat saat sesi qualifying. Statistik mencatat, Mario memiliki persentase penyelesaian balapan mencapai 85% musim ini, dengan total 12 poin yang berhasil dikumpulkan hingga seri ke-9.

Bagi Mario, lukisan ini menjadi motivasi tersendiri. Melalui akun media sosialnya, ia sempat mengunggah foto lukisan tersebut dengan caption singkat: "Terima kasih Bali! Ini kejutan yang indah." Respon positif pun datang dari para penggemar yang membanjiri kolom komentar dengan dukungan. Mario sendiri dikenal sebagai pembalap yang rendah hati dan sering berinteraksi dengan penggemar, baik di sirkuit maupun di dunia maya. Kehadiran lukisan ini semakin memperkuat ikatan emosional antara pembalap dan masyarakat.

Veda Ega Pratama: Bintang Muda yang Bersinar

Sementara itu, Veda Ega Pratama yang berlaga di Moto3 bersama tim Leopard Racing juga tak kalah menarik. Musim ini, Veda tampil impresif dengan dua kali podium, termasuk kemenangan perdana di seri Jerez. Dengan nomor start 95, Veda digambarkan dalam lukisan sedang melambaikan tangan ke arah tribun, sebuah gestur yang menjadi ciri khasnya setiap kali finis di posisi tiga besar. Data menunjukkan, Veda memiliki rata-rata kecepatan tertinggi di kelas Moto3 mencapai 245,6 km/jam di sirkuit Mugello, menjadikannya salah satu pembalap tercepat di kelasnya.

Lukisan Veda juga menarik perhatian karena detail helmnya yang bergambar komodo, maskot kebanggaan Indonesia. Hal ini menjadi simbol bahwa Veda tak pernah melupakan akarnya meski berkarier di kancah internasional. Beberapa penggemar muda yang ditemui di lokasi mengaku terinspirasi oleh perjuangan Veda yang naik dari ajang Asia Talent Cup hingga ke level dunia. "Veda bukti bahwa mimpi itu nyata. Lukisan ini mengingatkan saya untuk terus berjuang," ujar seorang remaja asal Denpasar yang tengah mengoleksi foto lukisan tersebut.

Apresiasi Publik dan Dampak Pariwisata

Kehadiran lukisan Mario dan Veda di Bali Collection tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga berdampak positif pada sektor pariwisata. Sejak lukisan tersebut selesai dibuat, jumlah pengunjung yang datang ke toko souvenir itu meningkat sekitar 30% dibandingkan hari biasanya. Pemilik toko mengaku senang karena lukisan tersebut menjadi magnet baru bagi wisatawan, terutama mereka yang gemar dengan olahraga otomotif. "Kami tidak menyangka responsnya sebesar ini. Banyak yang datang khusus untuk berfoto," kata pemilik toko yang enggan disebut namanya.

Fenomena ini juga menjadi bukti bahwa popularitas balap motor di Indonesia semakin menguat. Dengan adanya lukisan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk menekuni dunia balap. Selain itu, kolaborasi antara seni dan olahraga seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengangkat nama atlet lokal. Baik Mario maupun Veda, keduanya adalah aset bangsa yang layak diapresiasi. Kini, mereka tidak hanya beraksi di lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia.

Dengan segala pencapaian dan pesona mereka, tidak heran jika lukisan ini menjadi buah bibir. Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama telah membuktikan bahwa mereka adalah pahlawan balap modern yang menginspirasi. Bagi para penggemar yang sedang berlibur ke Bali, jangan lupa mampir ke Bali Collection untuk melihat langsung karya seni yang luar biasa ini. Siapa tahu, keberuntungan sedang berpihak dan Anda bisa bertemu langsung dengan kedua pembalap idola tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User