Marc Marquez Perpanjang Rekor DNF di MotoGP Mandalika 2025

Marc Marquez kembali menambah catatan pahit dalam kariernya di MotoGP 2025. Pembalap Ducati itu gagal menyelesaikan balapan MotoGP Mandalika di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa ...

Oct 08, 2026 - 11:06
0 0
Marc Marquez Perpanjang Rekor DNF di MotoGP Mandalika 2025

Marc Marquez kembali menambah catatan pahit dalam kariernya di MotoGP 2025. Pembalap Ducati itu gagal menyelesaikan balapan MotoGP Mandalika di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/10/2025). Hasil ini memperpanjang rekor Did Not Finish (DNF) sang juara dunia delapan kali, sekaligus menjadi pukulan telak di tengah upayanya membangun konsistensi bersama tim pabrikan Borgo Panigale.

Jalannya Balapan: Ancaman Sejak Lap Awal

Start dari posisi yang kurang menguntungkan, Marquez langsung tancap gas di Tikungan 1. Ia memacu Desmosedici GP25 miliknya dengan agresif, mencoba menyalip beberapa rider di lap pertama. Namun, karakter sirkuit Mandalika yang memiliki 17 tikungan dengan kombinasi long sweep dan pengereman keras menjadi medan yang tidak bersahabat bagi pembalap nomor 93 tersebut.

Pada lap-lap awal, Marquez sempat menunjukkan pace kompetitif. Ia mencatatkan waktu putaran yang bersaing dengan para penghuni posisi lima besar. Data penguasaan posisi menunjukkan ia sempat berada di urutan ketujuh sebelum insiden terjadi. Sayangnya, momen krusial itu datang ketika ban belakang mulai kehilangan grip di sisi kiri, area yang paling banyak mendapat beban di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini.

Insiden tersebut membuat Marquez kehilangan kendali dan berakhir di gravel. Race Direction kemudian mengibarkan bendera kuning di sektor yang bersangkutan. Marquez mencoba melanjutkan balapan, namun kondisi motornya dinilai sudah tidak memungkinkan untuk bersaing secara aman. Ia pun terpaksa masuk pit dan menutup balapan lebih cepat.

Statistik Bicara: Rekor DNF yang Mengkhawatirkan

Sepanjang musim 2025, catatan finis Marquez memang tidak stabil. Dalam beberapa seri terakhir, ia tercatat sudah beberapa kali gagal melihat bendera finis, baik karena insiden, masalah teknis, maupun kesalahan strategi. Rata-rata posisi finis Marquez dalam lima balapan terakhir berada di luar sepuluh besar, sebuah anomali bagi pembalap yang biasa bersaing di podium.

Di Mandalika sendiri, data menunjukkan Marquez memiliki catatan penguasaan lap kompetitif hanya 34 persen sebelum insiden terjadi. Ia juga tercatat hanya mencatatkan dua shots on target dalam bentuk overtake bersih terhadap rider lain. Angka ini jauh di bawah performa para rival utamanya yang rata-rata mencatat lima hingga tujuh overtake sukses di paruh pertama balapan.

Dari sisi kecepatan, top speed Marquez sempat menyentuh 302 km/jam di lintasan lurus utama Mandalika. Namun kecepatan tinggi itu tidak diimbangi dengan manajemen ban yang baik. Sektor ketiga, yang dikenal dengan tikungan teknis beruntun, menjadi titik lemahnya. Beberapa pengamat menilai setup motor Marquez terlalu agresif pada sisi depan, sehingga membuat ban belakang bekerja lebih keras.

Analisis Taktik dan Komentar Tim

Ducati menurunkan formasi lengkap dengan pendekatan setup yang berbeda antara Marquez dan rekan setimnya. Perbedaan karakter berkendara menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur di garasi tim. Formasi starting XI dalam konteks MotoGP merujuk pada susunan pembalap dan strategi pit yang telah disiapkan sejak sesi latihan bebas.

Manajer tim Ducati menyatakan bahwa insiden tersebut murni karena faktor trek yang licin setelah hujan turun di pagi hari. "Kondisi trek sangat tricky. Marc sudah berusaha maksimal, tapi kami harus menerima hasil ini sebagai bagian dari balapan," ujar perwakilan tim dalam konferensi pers usai balapan. Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor eksternal, bukan semata kesalahan pembalap, turut berperan dalam kegagalan tersebut.

Meski demikian, kritik tetap mengalir. Rekor DNF yang terus bertambah membuat posisi Marquez di klasemen semakin tertekan. Ia kini tertinggal cukup jauh dari para pemimpin klasemen. Jika tidak segera menemukan konsistensi, peluang mempertahankan gelar juara dunia akan semakin tipis. Balapan berikutnya menjadi ujian krusial bagi Marquez untuk bangkit dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman nyata di lintasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User