MANILA — Senator Erwin Tulfo Pertanyakan Pungutan Biaya Pelatihan TESDA

MANILA — Anggota Senat Filipina, Erwin Tulfo, melayangkan kritik tajam terhadap efektivitas dan transparansi pelaksanaan program beasiswa Lembaga Pengemban

Sep 15, 2026 - 22:08
0 0
MANILA — Senator Erwin Tulfo Pertanyakan Pungutan Biaya Pelatihan TESDA

MANILA — Anggota Senat Filipina, Erwin Tulfo, melayangkan kritik tajam terhadap efektivitas dan transparansi pelaksanaan program beasiswa Lembaga Pengembangan Keterampilan dan Pendidikan Teknik (TESDA). Sorotan publik ini mengemuka setelah sang senator secara pribadi harus merogoh kocek sebesar PHP 19.000 (sekitar Rp5,1 juta) untuk membantu seorang perempuan yang ingin mendaftar kursus perawatan lansia (caregiving). Padahal, secara regulasi, pelatihan vokasi berbasis pemerintah tersebut seharusnya diakses secara cuma-cuma oleh warga yang membutuhkan.

Insiden ini membuka kotak pandora mengenai celah akuntabilitas dalam penyaluran dana bantuan pendidikan vokasi di Filipina. Dalam rapat dengar pendapat di Senat, Tulfo mengecam keras praktik di lapangan yang dinilai memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Fenomena calon peserta yang dibebani biaya tinggi menunjukkan adanya diskoneksi mendasar antara janji politik pendidikan gratis dan realitas operasional di tingkat lembaga penyelenggara.

Kronologi Pengungkapan Kasus Pelatihan TESDA

Kasus ini mengemuka ke publik melalui serangkaian proses verifikasi internal yang dilakukan oleh tim aspirasi publik Senat Filipina. Urutan kejadian yang mendorong munculnya kecaman ini dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Permohonan Bantuan Publik: Seorang warga kurang mampu mendatangi kantor Senator Erwin Tulfo untuk mengajukan bantuan finansial guna membiayai pendaftaran program caregiving.
  2. Temuan Lapangan: Calon peserta mengonfirmasi bahwa lembaga pelatihan yang terafiliasi dengan TESDA mewajibkan pembayaran tunai sebesar PHP 19.000 sebagai syarat untuk memulai kelas pelatihan.
  3. Intervensi Darurat: Mengingat mendesaknya kebutuhan calon peserta untuk segera memperoleh sertifikasi kerja, Tulfo secara pribadi memberikan uang tersebut, meski ia mempertanyakan kepatuhan hukum lembaga tersebut.
  4. Eskalasi ke Senat: Temuan tersebut kemudian dibawa ke sidang anggaran Senat untuk menuntut penjelasan resmi dari direksi dan manajemen TESDA.

Analisis Struktur Biaya: Mandat Regulasi vs Realitas Lapangan

Analisis terhadap model tata kelola TESDA menunjukkan bahwa masalah utama berakar dari lemahnya pengawasan terhadap lembaga pelatihan pihak ketiga (third-party training centers). Banyak pusat pelatihan swasta terakreditasi memanfaatkan celah birokrasi untuk membebankan biaya tambahan berkedok materi modul, seragam, dan uji kompetensi akhir kepada para calon peserta.

Elemen Evaluasi Mandat Resmi Kebijakan TESDA Realitas Lapangan yang Ditemukan
Biaya Pendaftaran Gratis (Dibiayai penuh oleh Beasiswa Negara) Dibebankan biaya hingga PHP 19.000
Aksesibilitas Beasiswa Terbuka secara langsung bagi warga rentan Prosedur berbelit, mendorong calon peserta mencari donatur
Cakupan Sertifikasi Mencakup modul pelatihan & ujian kompetensi Komponen ujian sering dipisah dan dijual terpisah

Kondisi ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis kerap kali terhalang oleh komersialisasi di tingkat pelaksana teknis. "Jika seorang warga masih harus mengeluarkan uang puluhan ribu peso untuk program yang diklaim sebagai bantuan pemerintah, maka program beasiswa tersebut telah gagal menjalankan misi sosialnya," ujar Erwin Tulfo di hadapan komite anggaran Senat.

"Pengawasan yang longgar menciptakan ruang bagi praktik komersialisasi terselubung terhadap calon tenaga kerja yang justru sedang berada dalam posisi rentan secara ekonomi."

Tantangan Sistemik dan Implikasi Kebijakan Vokasi

Secara analitis, ketimpangan ini berdampak langsung pada tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor krusial seperti perawatan kesehatan dan manufaktur. Calon tenaga kerja terampil yang tidak memiliki modal finansial terpaksa mengundurkan diri sebelum sempat mengasah keterampilan mereka, yang pada akhirnya merugikan daya saing ekonomi nasional.

Senat Filipina kini mendesak adanya reformasi total terhadap mekanisme akreditasi mitra TESDA. Langkah yang direkomendasikan mencakup pemutusan hubungan kerja sama secara tegas terhadap lembaga pelatihan swasta yang terbukti memungut biaya ilegal, serta kewajiban transparansi anggaran secara digital yang dapat diakses langsung oleh masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User