MANILA — Filipina Bangun Stasiun Kereta Bawah Tanah Menuju Bandara NAIA

Pemerintah Filipina secara resmi memulai fase krusial dalam transformasi transportasi massal perkotaan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) Stas

Sep 16, 2026 - 10:34
0 0
MANILA — Filipina Bangun Stasiun Kereta Bawah Tanah Menuju Bandara NAIA

Pemerintah Filipina secara resmi memulai fase krusial dalam transformasi transportasi massal perkotaan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) Stasiun Ninoy Aquino International Airport (NAIA) Terminal 3. Pembangunan ini merupakan bagian integral dari proyek akbar Metro Manila Subway Project (MMSP) yang dirancang untuk menyediakan akses rel langsung pertama ke gerbang penerbangan utama negara tersebut.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memimpin langsung upacara peresmian konstruksi tersebut di Pasay City. Dalam pidatonya, Marcos Jr. menegaskan bahwa integrasi jaringan kereta bawah tanah dengan bandara internasional merupakan langkah strategis yang sudah lama tertunda guna mengatasi krisis kemacetan kronis di kawasan metropolitan Manila.

"Stasiun ini akan memberikan akses rel langsung pertama bagi para pelancong dan pekerja menuju Bandara Internasional Ninoy Aquino, menghadirkan sistem transit modern berstandar dunia yang layak dinikmati masyarakat," ujar Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Kronologi dan Tahapan Pembangunan Jalur Subway Bandara

Rangkaian pengembangan infrastruktur bawah tanah pertama di Filipina ini melewati sejumlah proses perencanaan dan implementasi bertahap:

  1. Inisiasi dan Kesepakatan Pendanaan: Proyek MMSP disepakati melalui skema bantuan pembangunan resmi (ODA) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memodernisasi koridor transportasi utara-selatan Metro Manila.
  2. Pengeboran Terowongan Utama: Penggunaan mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) dimulai di wilayah utara untuk menghubungkan stasiun-stasiun strategis dari Valenzuela City.
  3. Groundbreaking Stasiun NAIA Terminal 3: Peluncuran konstruksi titik stasiun bandara di Pasay City, menandai integrasi langsung moda kereta bawah tanah dengan pusat penerbangan udara.
  4. Fase Uji Operasional Parsial: Pemerintah menargetkan uji coba operasional segmen prioritas sebelum seluruh jalur subway beroperasi penuh untuk publik.

Dampak Signifikan Terhadap Efisiensi Waktu dan Ekonomi

Kehadiran Stasiun NAIA Terminal 3 membawa perubahan radikal dalam efisiensi mobilitas komuter. Rute perjalanan dari Valenzuela City di ujung utara menuju Pasay City di kawasan selatan yang sebelumnya memakan waktu rata-rata 1 jam 30 menit akibat kemacetan lalu lintas, kini diproyeksikan terpangkas drastis menjadi hanya 40 menit.

Secara analitis, keberadaan jalur subway ini menawarkan sejumlah keuntungan struktural bagi perekonomian Filipina:

  • Peningkatan Konektivitas Multimoda: Mempermudah pergerakan jutaan penumpang domestik dan internasional tanpa bergantung pada taksi atau transportasi jalan raya yang rentan macet.
  • Reduksi Kerugian Ekonomi: Mengurangi beban kerugian akibat kemacetan harian di Metro Manila yang mencapai miliaran peso per tahun.
  • Daya Tarik Investasi dan Pariwisata: Infrastruktur transit berstandar global meningkatkan daya saing Manila sebagai pusat bisnis regional dan destinasi wisata terkemuka di Asia Tenggara.

Dengan total panjang lintasan mencapai lebih dari 33 kilometer dan melintasi delapan kota administratif, proyek Metro Manila Subway diharapkan menjadi tulang punggung baru sistem transportasi publik Filipina yang ramah lingkungan, cepat, dan terintegrasi penuh.

Poin Kunci: - Akses rel langsung pertama ke Bandara Internasional Ninoy Aquino. - Memangkas waktu tempuh Valenzuela ke Pasay dari 1,5 jam menjadi 40 menit. - Didukung kerja sama strategis dengan JICA Jepang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User