MANCHESTER — VAR Sahkan Gol Kontroversial Matheus Cunha Melawan Forest
Pertandingan lanjutan Liga Inggris yang mempertemukan Manchester United melawan Nottingham Forest di Stadion Old Trafford, Manchester, pada Minggu (17/5/20
Pertandingan lanjutan Liga Inggris yang mempertemukan Manchester United melawan Nottingham Forest di Stadion Old Trafford, Manchester, pada Minggu (17/5/2026), diwarnai oleh insiden krusial yang menguji efektivitas teknologi Video Assistant Referee (VAR). Momen kunci terjadi ketika striker asal Brasil milik Manchester United, Matheus Cunha, berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, namun proses terjadinya gol tersebut mendadak harus ditinjau ulang akibat adanya dugaan pelanggaran handball sebelum bola meluncur melewati garis gawang.
Insiden ini mendominasi perhatian publik Old Trafford dan pengamat sepak bola internasional. Keputusan peninjauan video menjadi faktor penentu dalam laga berintensitas tinggi ini, mengingat margin skor yang sangat tipis serta implikasi posisi kedua tim di papan klasemen sementara Liga Inggris yang kian ketat di akhir musim.
Kronologi Insiden di Lapangan Hijau
Proses terciptanya gol yang memicu perdebatan sengit ini berlangsung amat cepat melalui skema serangan balik terencana. Berikut adalah kronologi urutan kejadian berdasarkan rekaman pertandingan:
- Menit ke-67: Lini tengah Manchester United berhasil memotong alur bola Nottingham Forest dan melancarkan serangan balik cepat ke area pertahanan lawan.
- Menit ke-68: Umpan silang terukur dikirimkan ke dalam kotak penalti, di mana Matheus Cunha melompat untuk memenangkan duel udara dengan bek tengah Forest.
- Kontak Bola: Bola memantul di area dada atas mendekati lengan Cunha sebelum sang penyerang mengontrolnya dan melepaskan tembakan voli keras.
- Intervensi VAR: Setelah bola masuk ke gawang, wasit utama menghentikan selebrasi usai menerima instruksi radio dari petugas VAR untuk memeriksa potensi handball.
- Keputusan Akhir: Peninjauan ulang memakan waktu selama 2 menit 45 detik sebelum VAR mengonfirmasi bahwa kontak bola berada di batas atas bahu yang sah, sehingga gol diputuskan tetap berlaku.
Analisis Teknis Regulasi IFAB dan Implikasi Taktis
Penggunaan VAR dalam kasus Matheus Cunha mengundang perhatian teknis terkait batas toleransi sentuhan tangan sesuai aturan International Football Association Board (IFAB). Regulasi menyebutkan bahwa batas antara lengan dan bahu ditentukan oleh garis sejajar dengan bagian bawah ketiak. Dalam tayangan ulang resolusi tinggi, posisi pantulan bola pada Cunha dinilai berada tepat di area bahu yang diperbolehkan secara hukum permainan.
Keputusan teknis tersebut berdampak signifikan terhadap dinamika taktis di lapangan. Nottingham Forest yang tampil menekan harus menerima pukulan mental, sementara Manchester United berhasil memanfaatkan momen ini untuk mengamankan 3 poin penuh di kandang sendiri.
"Margin dalam penentuan posisi handball via VAR selalu menghadirkan perdebatan sengit. Namun jika mengacu pada batasan anatomis garis ketiak sesuai pedoman IFAB terbaru, keputusan mengesahkan gol Cunha sudah tepat secara teknis," ungkap analis perwasitan senior Liga Inggris dalam sesi evaluasi pascapertandingan.
Perbandingan Statistik Dampak VAR Musim Ini
Dampak intervensi teknologi VAR sepanjang musim 2025/2026 memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana keputusan peninjauan ulang dapat memengaruhi tren hasil pertandingan kedua tim. Berikut adalah komparasi data statistik peninjauan VAR untuk Manchester United dan Nottingham Forest:
| Kategori Evaluasi VAR | Manchester United | Nottingham Forest |
|---|---|---|
| Total Peninjauan VAR Musim Ini | 14 Kali | 11 Kali |
| Keputusan Menguntungkan (Overturned) | 8 Keputusan | 4 Keputusan |
| Gol Dibatalkan Musim Ini | 3 Gol | 5 Gol |
| Tingkat Akurasi Intervensi Wasit | 92% | 89% |
Keputusan mengesahkan gol Cunha tersebut memperpanjang rekor positif Manchester United saat menghadapi situasi krusial berbasis VAR di Old Trafford. Bagi Matheus Cunha sendiri, gol ini menambah perolehan individunya menjadi 12 gol musim ini, membuktikan peran vitalnya di lini depan Setan Merah meskipun terus dibayangi sorotan intensitas kompetisi yang tinggi.
Comments (0)