Maldini Mundur Secepat Kilat: Gempa di Tubuh FIGC

Hanya dalam hitungan jam, drama mengejutkan mengguncang Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Paolo Maldini, legenda AC Milan, resmi mundur dari jabatan Direktur Teknik Timnas Italia. Keputusan ini diamb...

Jul 28, 2026 - 09:30
0 0
Maldini Mundur Secepat Kilat: Gempa di Tubuh FIGC

Hanya dalam hitungan jam, drama mengejutkan mengguncang Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Paolo Maldini, legenda AC Milan, resmi mundur dari jabatan Direktur Teknik Timnas Italia. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ia diangkat dengan penuh optimisme. FIGC mengonfirmasi bahwa Maldini meninggalkan posisi tersebut pada pukul 14.30 waktu setempat, hanya berselang sekitar empat jam setelah seremoni pengumuman. Ini adalah salah satu episode paling singkat dalam sejarah penunjukan pejabat tinggi tim nasional.

Situasi ini bermula pada pagi hari, ketika Presiden FIGC Gabriele Gravina memperkenalkan Maldini dalam konferensi pers di Coverciano. Maldini tampak tenang dan menyampaikan visi besarnya untuk membangun kembali kejayaan Azzurri pasca kegagalan di babak penyisihan Euro 2024. “Saya siap memberikan segalanya untuk Italia,” ucapnya kala itu. Namun, di balik layar, api perselisihan sudah mulai menyala.

Kronologi Singkat yang Menghentak

Berdasarkan sumber internal FIGC, titik panas pertama muncul dalam rapat kerja pertama Maldini dengan tim kepelatihan yang dipimpin Luciano Spalletti. Maldini menegaskan keinginannya untuk menerapkan formasi tiga bek murni dengan skema 3-4-3, yang menurutnya cocok dengan talenta yang ada. Spalletti, yang dikenal fleksibel namun cenderung menyukai formasi 4-3-3, merasa intervensi taktis langsung tersebut melampaui wewenang seorang Direktur Teknik. Perdebatan alot tak terhindarkan.

Laporan lain menyebutkan bahwa Maldini meminta hak veto penuh atas pemanggilan pemain, termasuk mengusulkan pemanggilan kembali Mario Balotelli dari Adana Demirspor. Hal ini langsung berbenturan dengan kebijakan Spalletti yang lebih memilih regenerasi muda. Dalam 30 menit pertama rapat, suhu ruangan memanas hingga Maldini dikabarkan membanting map dokumen di atas meja. Tak lama kemudian, ia meninggalkan ruangan dan langsung menemui Gravina untuk menyampaikan pengunduran dirinya.

FIGC mencoba menengahi, menawarkan revisi kontrak dan pembagian tanggung jawab yang lebih jelas, namun Maldini bersikeras. “Saya datang untuk membawa perubahan radikal, bukan setengah hati,” ujarnya dalam sebuah pesan singkat yang dikutip seorang pejabat FIGC. Pukul 14.17, surat pengunduran diri ditandatangani secara digital.

Guncangan Bagi Dunia Calcio

Kepergian Maldini yang super cepat ini meninggalkan luka baru bagi tifosi Italia. Banyak yang berharap sentuhan emas mantan kapten AC Milan—yang meraih 7 gelar Serie A dan 5 trofi Liga Champions—bisa menyulap Timnas kembali menjadi kekuatan dominan. Statistik kariernya bertabur: 902 penampilan bersama Rossoneri, 126 laga bersama Azzurri, dan hanya 4 kartu merah sepanjang dua dekade. Kini, mimpi itu buyar seketika.

Kritik mengarah pada FIGC. Banyak pengamat menilai federasi gagal menyusun deskripsi pekerjaan yang terdefinisi dengan baik. Mantan bintang Juventus Alessandro Del Piero melalui akun Twitternya menulis, “Maldini bukan tipe orang yang bisa bekerja dalam sistem yang tak jelas. Ini kehilangan besar.” Sementara itu, pelatih legendaris Arrigo Sacchi menyebut insiden ini sebagai “bencana komunikasi” yang seharusnya tidak terjadi di era modern.

Dari sudut pandang struktural, mundurnya Maldini menunjukkan minimnya sinkronisasi antara visi teknik jangka panjang dan kebutuhan operasional tim utama. Ia menginginkan proyek menyeluruh dari level junior hingga senior, sementara FIGC dan Spalletti lebih fokus pada hasil cepat di Nations League dan kualifikasi Piala Dunia 2026. Gap ini tak tersambung meski hanya dalam waktu beberapa jam.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Kini FIGC harus bergerak cepat. Timnas Italia dijadwalkan kembali bertanding dalam laga uji coba melawan Kroasia dalam dua pekan mendatang. Tanpa Direktur Teknik, beban sepenuhnya berada di pundak Spalletti. Nama-nama seperti Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon mulai mencuat sebagai kandidat pengganti, namun skeptisisme publik sudah tinggi. Sebuah survei kecil oleh La Gazzetta dello Sport menunjukkan 78% responden merasa kecewa dengan penanganan FIGC atas kasus ini.

Di sisi lain, kubu Maldini mengindikasikan bahwa legenda itu tak akan menerima tawaran apapun dari FIGC dalam waktu dekat. “Paolo butuh ketenangan. Ini bukan soal gaji atau gengsi. Ini soal prinsip,” kata seorang sumber dekat keluarga Maldini. Sementara netizen Italia membanjiri media sosial dengan tagar #MaldiniOut dan #FIGCVergogna, menciptakan tekanan psikologis tambahan bagi federasi.

Insiden ini sekaligus membuka lembaran baru dalam buku hubungan rumit antara legenda pemain dengan federasi. Italia memiliki sejarah panjang konflik serupa, mulai dari kasus Roberto Baggio dengan Arrigo Sacchi hingga perseteruan Gianluigi Donnarumma dengan Milanisti. Namun, durasi singkat kekuasaan Maldini mungkin akan menjadi rekor tersendiri: sebuah petualangan yang dimulai dan berakhir sebelum matahari terbenam, namun menimbulkan gelombang getar yang akan terasa hingga kualifikasi Piala Dunia tahun depan.

Di tengah sunyi kantor FIGC sore itu, mungkin hanya Maldini yang tahu persis apa yang berkecamuk di pikirannya. Yang pasti, bagi Italia, mimpi bersatu dengan sang maestro kembali tertunda—entah untuk berapa lama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User