Inter Tekuk Bologna 2-0, Lautaro Martinez Bawa Nerazzurri Puncaki Serie A
San Siro kembali menjadi panggung para predator! Inter Milan menundukkan Bologna dengan skor akhir 2-0 pada lanjutan pekan ke-17 Serie A Italia yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (...
San Siro kembali menjadi panggung para predator! Inter Milan menundukkan Bologna dengan skor akhir 2-0 pada lanjutan pekan ke-17 Serie A Italia yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin — Nerazzurri resmi menggeser AC Milan dari singgasana klasemen sementara dan mengirim pesan keras kepada seluruh rival perebutan scudetto.
Babak Pertama: Thuram Buka Jalur Kemenangan
Dengan mengandalkan formasi 3-5-2 khasnya, starting XI asuhan Cristian Chivu langsung tampil agresif sejak peluit pembuka dibunyikan. Lini tengah yang diisi Hakan Calhanoglu, Nicolo Barella, dan Henrikh Mkhitaryan rutin memutus permainan Bologna yang mencoba membangun serangan melalui sisi sayap. Menit ke-17, Federico Dimarco nyaris membuka keunggulan lewat tendangan voli dari luar kotak penalti, namun kok masih membentur mistar gawang Lukasz Skorupski.
Tekanan Nerazzurri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-39. Umpan matang Dimarco dari sektor kiri menemukan Marcus Thuram yang berhasil lolos dari jangkauan bek- bek Bologna, dan penyerang asal Prancis itu tidak menyia-nyiakan peluang emas dengan menaklukkan Skorupski dari jarak dekat. 1-0 untuk Inter, dan Stadion San Siro pun bergemuruh. Skema 4-2-3-1 versi Vincenzo Italiano tampak kesulitan, dengan Lewis Ferguson kewalahan mengawal pergerakan Barella di lini kedua.
Menit ke-48: Sundulan Maut Sang Kapten
Tiga menit usai turun minum, kapten Inter kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling ganas di kotak penalti lawan. Menit ke-48, sepak pojok yang dieksekusi Calhanoglu melayang tepat menuju titik penalty. Lautaro Martinez membaca arah bola dengan sempurna, kemudian melepaskan sundulan keras yang sama sekali tidak bisa diantisipasi kiper Bologna. 2-0, dan selebrasi sang kapten asal Argentina menjadi sorotan utama malam itu.
Gol tersebut merupakan catatan produktif yang semakin mengukuhkan posisi Lautaro sebagai motor serangan Inter sepanjang musim ini. Bologna sesungguhnya sempat menciptakan harapan pada menit ke-61 ketika Santiago Castro menyambut umpan lambung dengan tandukan, tetapi wasit membatalkannya setelah bantuan VAR mendeteksi posisi offside Castro saat bola terakhir dimainkan rekan setimnya. Peluang emas itu menjadi titik balik yang mematahkan momentum La Famosa.
Angka Tidak Berbohong: Dominasi Mutlak Nerazzurri
Statistik pertandingan mencerminkan supremasi tuan rumah di seluruh area lapangan. Inter mencatat penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen, melepaskan 15 percobaan tembakan dengan 6 shots on target, sementara Bologna baru menghasilkan 8 percobaan dengan 2 tembakan tepat sasaran. Akurasi umpan Nerazzurri mencapai 88 persen dari total 540 operan yang diselesaikan sepanjang 90 menit.
Di lini pertahanan, duet Alessandro Bastoni dan Benjamin Pavard tampil kompak serta efektif memblokir jalur serangan Riccardo Orsolini di sisi kanan. Soliditas itu membantu Yann Sommer mencatatkan clean sheet ke-8 di musim ini. Catatan disiplin juga berjalan cukup ramai: Sam Beukema dan Calhanoglu sama-sama menerima kartu kuning, dengan gelagat pertandingan meninggi menjelang sepuluh menit terakhir.
Kami tahu laga ini sangat penting bagi perjalanan kami di klasemen. Para pemain mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin tinggi, menciptakan banyak peluang, dan kami benar-benar layak meraih tiga poin ini, ujar Chivu usai pertandingan.
Puncak Klasemen Berganti Tangan
Tambahan tiga angka membawa Inter mengumpulkan 38 poin dari 17 laga, melompati AC Milan yang tertahan di 36 poin. Napoli menyusul di posisi ketiga dengan koleksi 35 angka, menjadikan perebutan gelar juara Serie A musim ini semakin panas dan tidak bisa diprediksi.
Bagi Bologna, kekalahan ini membuat mereka tersendat di papan tengah klasemen dan wajib segera bangkit agar tidak terjerumus lebih jauh dari zona kompetisi Eropa. Adapun Inter kini memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri di puncak peringkat. Tugas berat menanti pada pekan depan, namun dengan Lautaro Martinez yang kembali menemukan jaring gawang dan mesin serangan yang mulai menyala, Nerazzurri tampak siap mempertahankan posisi teratas selama mungkin.
Comments (0)