Malaysia Comeback Dramatis, Taklukkan Myanmar 2-1
Skema serangan balik mematikan menghadirkan comeback epik bagi Harimau Malaya. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia sukses meredam perlawanan gigih My...
Skema serangan balik mematikan menghadirkan comeback epik bagi Harimau Malaya. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia sukses meredam perlawanan gigih Myanmar dengan skor akhir 2-1 dalam laga perdana Grup B Piala AFF 2026. Sempat tertinggal satu gol di babak pertama, pasukan besutan pelatih Kim Pan-gon bangkit lewat dua gol tanpa balas yang lahir dari skema bola mati dan transisi ofensif cepat. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk membuka peluang lolos ke semifinal, sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan di kandang sendiri dalam dua edisi terakhir turnamen.
Gol Kilat Myanmar dan Dominasi Babak Pertama
Pertandingan baru berjalan 8 menit, Myanmar sudah membuat publik tuan rumah terdiam. Sebuah tusukan vertikal dari sisi kiri pertahanan Malaysia dieksekusi sempurna oleh sayap lincah mereka, Kyaw Zin Lwin. Penetrasi ke kotak penalti diakhiri umpan cutback terukur yang gagal dipotong lini belakang. Aung Thu, striker veteran yang berposisi tepat di garis kotak penalti, melepaskan sepakan first-time mendatar ke pojok kiri bawah gawang. Kiper Ahmad Syihan Hazmi tak mampu menjangkau sepenuhnya—bola meluncur mulus dan mengubah skor menjadi 0-1 pada menit ke-8.
Malaysia sempat mencoba merespons melalui penguasaan bola yang mencapai 62% di 30 menit pertama, namun penyelesaian akhir mereka tumpul. Formasi 4-3-3 yang diusung Kim Pan-gon menempatkan Safawi Rasid dan Faisal Halim di sayap, namun pergerakan mereka kerap terbaca oleh bek kanan Myanmar, Hein Phyo Win, yang tampil disiplin. Sementara itu, gelandang serang Mukhairi Ajmal sulit menemukan celah di antara dua gelandang bertahan Myanmar yang bermain rapat. Tercatat hanya satu tembakan tepat sasaran Malaysia di paruh pertama, yaitu tendangan jarak jauh Brendan Gan dari luar kotak penalti pada menit ke-33 yang masih bisa ditangkap kiper. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum, dan Malaysia butuh perubahan radikal di babak kedua.
Ledakan 10 Menit: Penalti dan Gol Kedua Penentu
Pelatih Kim Pan-gon langsung melakukan pergantian ofensif di awal babak kedua. Masuknya striker muda Haqimi Azim Rosli menggantikan gelandang bertahan, mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 yang lebih agresif. Dampaknya langsung terasa: intensitas tekanan ke lini belakang Myanmar meningkat drastis, penguasaan bola Malaysia naik ke angka 67% pada menit ke-60, dan total tembakan tepat sasaran bertambah menjadi 8 berbanding 1 milik Myanmar.
Titik balik terjadi pada menit ke-64. Berawal dari sepak pojok Safawi Rasid, bola sempat mengenai tangan bek Myanmar dalam posisi tidak natural di kotak terlarang. Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, meniup peluit setelah meninjau insiden melalui VAR selama dua menit. Penalti diberikan. Eksekutor utama, Dion Cools, maju dengan tenang dan mengirim bola ke sisi kanan gawang, mengecoh kiper. Skor 1-1 pada menit ke-66, dan momentum berubah total.
Hanya empat menit berselang, Malaysia kembali menggetarkan jala Myanmar. Sebuah serangan balik super cepat dari hasil potongan bola di tengah lapangan oleh Syamer Kutty Abba langsung dikirim ke sayap kanan untuk Faisal Halim. Dengan sprint eksplosif, Faisal menusuk hingga garis gawang dan melepas crossing melengkung ke tiang jauh. Mohamadou Sumareh, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-58, menanduk bola dengan akurat dari jarak delapan meter. Gol! Skor berbalik 2-1 untuk Malaysia, kemenangan dramatis seakan sudah di depan mata.
Bertahan Total dan Kunci Utuh Hingga Peluit Akhir
Myanmar tidak menyerah. Pelatih mereka memasukkan tiga pemain sekaligus pada menit ke-75 untuk menambah daya gedor. Namun lini pertahanan Malaysia yang dikomandoi Dominic Tan dan Shahrul Saad tampil trengginas. Statistik duel udara dimenangi Malaysia dengan 11 berbanding 3, sementara sapuan di kotak penalti sendiri mencapai 9 kali. Kiper Syihan Hazmi juga melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-81 saat menepis tandukan keras striker pengganti Myanmar dari jarak enam meter.
Separuh akhir laga, Malaysia sengaja menurunkan tempo dengan memainkan penguasaan bola horizontal. Total umpan berhasil mencapai 487 berbanding 312 milik Myanmar, dengan akurasi operan 84%. Mereka juga cerdik memancing kartu kuning lawan: dua pemain Myanmar, gelandang Yan Naing Oo dan bek Nyein Chan, terpaksa dihukum setelah melakukan pelanggaran taktis terhadap pergerakan pemain sayap Malaysia. Tambahan waktu empat menit tak cukup mengubah keadaan. Peluit panjang berbunyi, skor 2-1 menjadi kemenangan pertama Malaysia di Piala AFF 2026.
"Saya sangat bangga dengan reaksi para pemain setelah tertinggal. Di babak kedua, kami lebih berani mengambil risiko dan mengubah formasi lebih ofensif. VAR membantu keputusan penting, tapi kerja keras di lapangan yang membuat perbedaan. Ini kemenangan untuk seluruh rakyat Malaysia," ujar Kim Pan-gon dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Dengan hasil ini, Malaysia memuncaki klasemen sementara Grup B dengan tiga poin dan selisih gol +1. Tuan rumah akan menghadapi Vietnam pada laga kedua yang diprediksi lebih ketat. Myanmar, di sisi lain, harus segera bangkit karena lawan berikutnya adalah juara bertahan Thailand. Peta persaingan grup mulai terbentuk, dan comeback dramatis Harimau Malaya malam ini menjadi peringatan keras bagi rival-rival mereka.
Comments (0)