Lumat oleh Vietnam, Thailand Tetap Yakin Juara Piala AFF 2026

BANGKOK — Vietnam tampil mengejutkan dengan membungkam tuan rumah Thailand pada skor akhir 3-1 di leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala. Bermain di hadapan lebih dari 45.000 suport...

Aug 24, 2026 - 06:47
0 0
Lumat oleh Vietnam, Thailand Tetap Yakin Juara Piala AFF 2026

BANGKOK — Vietnam tampil mengejutkan dengan membungkam tuan rumah Thailand pada skor akhir 3-1 di leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala. Bermain di hadapan lebih dari 45.000 suporter, Garuda... maaf, Gajah Perang justru kecolongan sejak babak pertama dan kini harus membalikkan agregat di leg kedua di Hanoi. Meski papan skor berbicara telak, kubu Thailand bersikeras masih yakin bisa menjadi juara di laga penentu.

Babak Pertama: Pressing Tinggi Vietnam Membongkar Lini Belakang Thailand

Pelatih tamu mengejutkan publik Rajamangala dengan formasi 3-4-3 yang menekan sejak menit awal, sementara tuan rumah menjawab dengan 4-2-3-1 yang mengandalkan Chanathip Songkrasin sebagai playmaker. Strategi itu langsung diuji saat menit ke-12, ketika Nguyen Xuan Son lolos dari jebakan offside dan menuntaskan umpan silang Nguyen Quang Hai dengan sundulan keras ke tiang dekat. Assist itu menjadi awal mimpi buruk lini belakang Thailand yang terlihat panik menghadapi pressing agresif.

Menit ke-23, Supachok Sarachat nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan voli dari tepi kotak penalti, namun kiper Vietnam melakukan penyelamatan spektakuler. Momentum justru berbalik pada menit ke-34 saat Pham Tuan Hai memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok, menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Wasit sempat memeriksa insiden tersebut lewat VAR karena dugaan pelanggaran kepada bek Thailand, tetapi keputusan gol tetap dipertahankan. Kekacauan tuan rumah semakin terlihat ketika bek tengahnya menerima kartu kuning pada menit ke-41 karena menjegal lawan yang sedang berlari cepat.

Babak Kedua: Perlawanan Singkat yang Langsung Dihukum Serangan Balik

Thailand keluar dengan intensitas lebih tinggi setelah jeda, dan usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-55. Supachok Sarachat melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang tak bisa diantisipasi kiper, memanfaatkan assist cantik Chanathip. Stadion Rajamangala bergemuruh, dan skor menjadi 2-1 dengan sisa waktu lebih dari setengah jam. Gajah Perang terus menekan dan mencatatkan penguasaan bola hingga 58 persen, tetapi justru kehilangan keseimbangan.

Hukuman datang pada menit ke-67. Serangan balik kilat tiga sentuhan membawa Nguyen Xuan Son mencetak gol keduanya untuk menuntaskan brace-nya dan memulihkan keunggulan dua gol. Situasi Thailand makin sulit ketika gelandang bertahannya diganjar kartu merah langsung pada menit ke-78 karena tekel berbahaya yang juga memicu protes panjang dari bangku cadangan. Sepuluh pemain, dua gol tertinggal — skenario terburuk yang nyaris tak terpikirkan sebelum laga.

Analisis Taktik dan Statistik: Kemenangan Efisiensi atas Dominasi Bola

Angka shots on target bercerita jujur: Vietnam unggul 7-3 meski penguasaan bola hanya 42 persen. Tim tamu menciptakan peluang dari transisi cepat dan bola mati, sementara Thailand mandul di sepertiga akhir meski menguasai aliran permainan. Dari starting XI yang diturunkan, tiga pemain depan Vietnam menjadi pembeda berkat pergerakan tanpa bola yang disiplin, sedangkan sayap Thailand gagal memenangi duel satu lawan satu sepanjang laga. Vietnam nyaris menutup laga dengan clean sheet andai gol Supachok tidak menembus gawang mereka pada babak kedua.

Catatan lain yang patut disorot: lima tembakan Thailand yang mengarah ke gawang semuanya terjadi setelah menit ke-50, menandakan lini serang tuan rumah baru hidup saat tertinggal jauh. Sebaliknya, Vietnam mencetak dua dari tiga golnya pada babak pertama, bukti rencana permainan yang matang sejak menit awal.

Komentar Pelatih: Keyakinan Tak Luntur Meski Agregat Menekan

"Kami masih yakin bisa juara. Skor ini memang berat, tetapi sepak bola selalu memberi peluang selama 90 menit. Satu gol cepat di leg kedua bisa mengubah segalanya, dan kami punya pengalaman membalikkan keadaan di turnamen ini," ujar pelatih Thailand dalam konferensi pers usai laga.

Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Sejarah Piala AFF mencatat beberapa tim mampu membalikkan defisit dua gol di leg kedua, dan Thailand memiliki rekor kandang-tandang yang impresif melawan Vietnam dalam dua dekade terakhir. Namun, untuk mewujudkannya mereka harus melakukannya tanpa pemain yang terkena kartu merah dan dengan pertahanan yang jauh lebih solid dari penampilan di Rajamangala.

Leg kedua akan digelar di Hanoi dengan skor akhir sementara 3-1 untuk keunggulan agregat Vietnam. Tuan rumah leg kedua hanya butuh hasil imbang atau kekalahan dengan selisih satu gol untuk mengangkat trofi, sementara Thailand wajib menang minimal dua gol untuk memaksa perpanjangan waktu. Satu hal pasti: starting XI dan strategi akan kembali diuji di laga yang diprediksi berjalan panas itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User