Baggott Tinggalkan Bangku Cadangan Ipswich, Targetkan EPL Bersama Millwall

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Millwall pada laga perdana Championship 2026/2027 menutup pekan pembuka dengan sempurna — dan di tengah riuhnya The Den, satu nama bekas menjadi pusat perhatian: Elka...

Aug 24, 2026 - 07:18
0 0
Baggott Tinggalkan Bangku Cadangan Ipswich, Targetkan EPL Bersama Millwall

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Millwall pada laga perdana Championship 2026/2027 menutup pekan pembuka dengan sempurna — dan di tengah riuhnya The Den, satu nama bekas menjadi pusat perhatian: Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu menjalani debut resminya bersama The Lions dengan 90 menit penuh di lini pertahanan, membantu timnya mengamankan tiga poin perdana musim ini.

Menit ke-34, Baggott nyaris membuka akun golnya lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok, namun kiper lawan masih sigap menepis bola. Dua menit berselang, ia justru menjadi aktor penting di sisi lain lapangan — sapuan bersihnya memutus serangan balik cepat yang nyaris berbuah gol. Dari balik layar, keputusan besarnya di bursa musim panas mulai terlihat jelas: meninggalkan kursi cadangan di Portman Road demi mengejar status starter reguler dan mimpi promosi.

Menolak Jadi 'Camat': Pilihan Berani di Usia Emas

Keputusan Baggott hengkang dari Ipswich Town bukan perkara mudah. Di klub lamanya, bek berpostur menjulang itu kerap duduk di bangku cadangan — situasi yang ia gambarkan secara blak-blakan sebagai “jadi camat, menunggu giliran”. Alih-alih bertahan demi gengsi klub kasta kedua, ia memilih langkah pragmatis: mencari menit bermain, membangun ritme, dan menatap target yang jauh lebih tinggi.

Statistik musim lalu menegaskan alasannya. Bersama Ipswich, Baggott hanya mencatatkan 12 penampilan di semua ajang dengan rata-rata 54 menit per laga — angka yang jauh dari standar bek internasional yang butuh konsistensi. Sebaliknya, di lini belakang Millwall, ia langsung dipercaya mengisi posisi bek tengah kiri dalam skema 3-5-2, formasi yang memberi ruang luas bagi kualitas distribusi bolanya.

Championship Sengit: Panggung Promosi yang Menantang

Divisi Championship dikenal sebagai liga paling brutal di Inggris. 46 laga per musim, fisik ekstra keras, dan dua tiket otomatis plus jalur play-off yang memperebutkan satu kursi terakhir ke Premier League. Bagi Millwall, target promosi bukan sekadar mimpi — The Lions mengakhiri musim lalu tidak terlalu jauh dari zona play-off, dan kedatangan Baggott diharapkan memperkokoh fondasi pertahanan yang menjadi senjata utama mereka.

Debut di hadapan pendukung sendiri berjalan meyakinkan. Millwall menguasai 58% penguasaan bola dengan 7 shots on target berbanding 3 milik lawan, dan gawang The Lions hanya kebobolan lewat gol balasan di menit ke-71 setelah sempat unggul dua gol lebih dulu. Baggott sendiri mencatatkan 4 tekel sukses, 7 sapuan bersih, dan 1 blok krusial — angka yang langsung menempatkannya sebagai bek dengan kontribusi tertinggi di laga tersebut.

Aset Berharga di Lini Belakang Garuda

Bagi Timnas Indonesia, keputusan ini juga kabar baik. Sebagai salah satu pilar pertahanan Garuda, menit bermain reguler di salah satu liga terketat Eropa hanya akan menaikkan level permainannya. Ketenangan membangun serangan dari belakang, keberanian duel udara, dan visi passing panjang menjadi senjata yang makin tajam berkat rutinitas kompetitif.

Di laga debutnya, dua situasi VAR sempat menahan napas The Den — satu insiden offside yang membatalkan gol lawan di menit ke-58, dan satu pemeriksaan potensi penalti yang akhirnya dianulir. Baggott melewati dua momen itu tanpa kartu kuning, menjaga clean sheet pribadinya hingga menit ke-71 sebelum akhirnya gawang Millwall bobol. Ketenangan semacam ini adalah kualitas yang selalu dicari klub-klub Championship dalam perburuan promosi.

Menatap Puncak: Satu Langkah dari EPL

Jalan menuju Premier League masih panjang — 44 laga tersisa, ratusan menit pertarungan, dan persaingan ketat dengan klub-klub bersejarah. Namun Baggott tidak datang ke London Selatan untuk sekadar melengkapi skuad. Ia datang dengan target terang: mengembalikan Millwall ke kasta tertinggi setelah penantian panjang, sekaligus membuktikan bahwa bek Indonesia layak bersaing di level elite.

“Saya tidak mau lagi menghabiskan waktu di bangku cadangan. Saya ingin bermain, ingin bertanggung jawab, dan ingin membawa klub ini naik ke Premier League,” ujarnya dalam wawancara usai debut.

Skor akhir 2-1 mungkin hanya angka di papan skor. Namun bagi Baggott, tiga poin perdana ini adalah pernyataan awal — bahwa babak baru kariernya di Millwall dimulai dengan langkah yang tepat, di panggung yang tepat, dan dengan mimpi yang tak pernah ia sembunyikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User