Lo Celso Kibarkan Spanduk Politik Usai Lolos dari Babak Final
Giovani Lo Celso menjadi sorotan dunia sepak bola internasional setelah aksi kontroversialnya seusai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (15/6/2025) waktu...
Giovani Lo Celso menjadi sorotan dunia sepak bola internasional setelah aksi kontroversialnya seusai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (15/6/2025) waktu setempat. Gelandang berusia 29 tahun itu terlihat mengangkat spanduk bernuansa politik saat merayakan kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris yang membawa Albiceleste melaju ke final turnamen.
Skor akhir 2-1 bagi Argentina memastikan Lionel Messi dan kolega berhak memperebutkan gelar juara dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Namun, perhatian publik justru teralihkan ke aksi Lo Celso yang memicu perdebatan panas di kalangan penggemar, pejabat olahraga, dan aktivis politik di seluruh dunia.
Momen Kontroversial Usai Peluit Akhir
Menit ke-94, wasit Clement Turkin meniup peluit akhir pertandingan. Saat para pemain Argentina bersorak-sorai merayakan tiket ke final, Lo Celso terlihat berlari ke arah tribun penggemar dengan sebuah spanduk berwarna biru dan putih bertuliskan pesan dukungan untuk wilayah sengketa di Amerika Selatan. Aksi tersebut terekam jelas oleh kamera-kamera yang tersebar di seluruh dunia.
Penguasaan bola Argentina dalam pertandingan tersebut mencapai 58 persen, jauh melampaui Inggris yang hanya mampu mencatatkan 42 persen. Lo Celso sendiri bermain selama 89 menit penuh sebelum ditarik keluar. Ia mencatatkan 67 umpan sukses dari total 73 percobaan, dengan akurasi passing mencapai 91,8 persen. Statistik ini menunjukkan peran sentralnya di lini tengah tim asuhan Lionel Scaloni.
Reaksi FIFA dan Komite Organising
FIFA segera mengeluarkan pernyataan resmi mengecam aksi tersebut. Dalam keterangannya, badan pengatur sepak bola dunia itu menegaskan bahwa podium penghargaan dan momen-momen perayaan bukan tempat untuk menyampaikan pesan politik. Keputusan untuk membuka investigasi terhadap Lo Celso dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah diambil.
Juru bicara FIFA menyatakan bahwa setiap bentuk ekspresi politik di luar konteks yang diizinkan akan ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku. Lo Celso berisiko menghadapi skorsing dan denda finansial yang tidak sedikit jika terbukti melanggar aturan kampanye dan promosi.
Dukungan dari Komunitas Argentina
Di sisi lain, ribuan fans Argentina yang hadir di stadion memberikan apresiasi terhadap aksi Lo Celso. Bagi sebagian masyarakat Argentina, spanduk yang dibawa gelandang Tottenham Hotspur itu menyuarakan aspirasi yang selama ini terpendam. Namun, kritikus berpendapat bahwa panggung Piala Dunia bukanlah forum yang tepat untuk menyampaikan pesan politik.
Argentina sendiri lolos ke final setelah menang tipis 2-1 atas Inggris. Gol-gol mereka dicetak oleh Julian Alvarez di menit ke-34 dan Angel Di Maria di menit ke-67. Inggris memperkecil ketertinggalan melalui gol Cole Palmer di menit ke-81. Statistik shots on target menunjukkan Argentina melepaskan 7 tendangan ke gawang lawan, sementara Inggris hanya 4 kali menembak akurat.
Argentina akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Jerman di final yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles. Waktu yang tersisa bagi Lo Celso untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan sanksi dari FIFA menjadi perhatian tersendiri bagi skuad Albiceleste.
Comments (0)