Claudio Tapia Bawa Sinyal Kebangkitan Argentina Jelang Final 2026

Skor Akhir: Argentina 2-1 Spanyol MetLife Stadium, East Rutherford, New York — Argentina memastikan tempat mereka di puncak sepak bola dunia setelah mengalahkan Spanyol dengan skor 2-1 di final Pia...

Sep 02, 2026 - 02:26
0 3
Claudio Tapia Bawa Sinyal Kebangkitan Argentina Jelang Final 2026

Skor Akhir: Argentina 2-1 Spanyol

MetLife Stadium, East Rutherford, New York — Argentina memastikan tempat mereka di puncak sepak bola dunia setelah mengalahkan Spanyol dengan skor 2-1 di final Piala Dunia 2026, Minggu (20/7/2026). Gol semata wayang La Albiceleste dicetak oleh Lionel Messi di menit ke-67 dan Julian Alvarez di menit ke-82, sementara Spanyol hanya bisa membalas melalui gol bunuh diri Cristian Romero di menit ke-75.

Namun, beberapa jam sebelum kickoff, sorotan tidak hanya tertuju pada para pemain di lapangan. Claudio Tapia, Ketua Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), hadir di zona mixed area Stadion New York/New Jersey dengan aura yang berbeda. Pria yang memimpin federasi sejak 2017 itu memberi isyarat tegas bahwa Argentina datang bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk merebut kembali mahkota yang pernah mereka raih di Qatar 2022.

Tapia: Argentina Tidak Datang untuk Sekadar Hadir

Dalam pernyataan resminya, Tapia menekankan bahwa skuad yang dibangun oleh pelatih kepala memiliki karakter yang sama persis dengan generasi yang meraih gelar dunia tiga tahun lalu. "Kami memiliki fondasi yang kuat, disiplin taktis yang tinggi, dan yang paling penting, mental baja. Setiap pemain di starting XI paham bahwa jersey Argentina membawa tanggung jawab besar," tegas Tapia di hadapan media.

Penguasaan bola Argentina sepanjang laga mencapai 58%, dengan 14 shots on target dari total 21 percobaan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan sejak awal pertandingan terbukti efektif menghadapi pressing tinggi yang diterapkan Spanyol di babak pertama. Tapia, yang terlihat duduk di tribun penonton bersama keluarga dan pejabat AFA lainnya, tidak hideak menunjukkan emosi yang berlebihan. Baginya, ini adalah buah dari kerja keras selama empat tahun membangun skuad.

"Saya selalu percaya pada proses ini. Dari generasi ke generasi, jersey Argentina tidak pernah kehilangan nilainya. Hari ini, dunia melihat bahwa Argentina masih yang terbaik," kata Tapia seusai pertandingan.

Momen Penentu di Babak Kedua

Menit ke-23, Spanyol率先 открыл счёт melalui tendangan jarak jauh Rodri yang tidak bisa dihalau kiper Emiliano Martinez. Namun, Argentina tidak panik. Dengan pengalaman yang dimiliki Messi dan para senior lainnya, La Albiceleste perlahan membangun permainan dan akhirnya menyamaikan skor di menit ke-67.

Assist untuk gol pertama Messi datang dari Enzo Fernandez, yang memainkan bola lambung sempurna dari sisi kiri lapangan. Messi, dengan satu sentuhan, melepaskan tendangan first time yang menghujam pojok kanan atas gawang Spanyol. MetLife Stadium yang dipadati sekitar 82.000 penonton langsung meledak.

Namun, momen paling kontroversial terjadi di menit ke-75. Umpan silang Dani Olmo dari sisi kanan pertahanan Argentina mengenai Cristian Romero dan memantul ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Spanyol. VAR melakukan tinjauan panjang selama hampir empat menit sebelum gol dinyatakan sah. Tapia yang melihat insiden itu dari tribun tampak menggelengkan kepala, namun tetap mempertahankan ketenangannya.

Tekanan Argentina meningkat drastis setelah gol bunuh diri tersebut. Menit ke-82, Julian Alvarez — yang dimainkan sejak menit ke-60 menggantikan Lautaro Martinez — membuktikan keputusan pelatih dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari Alexis Mac Allister. Bola mengenai tiang dalam sebelum masuk, mengubah skor menjadi 2-1 yang bertahan hingga peluit akhir.

Statistik Lengkap Pertandingan

Argentina mencatatkan clean sheet di babak kedua setelah kebobolan di babak pertama. Total attempts mereka mencapai 21 dengan 8 منها on target. Sebaliknya, Spanyol hanya managed 9 attempts dengan 4 on target. Dalam hal penguasaan bola, Argentina memimpin dengan 58% berbanding 42% untuk Spanyol.

Dari segi kartu, wasit memberikan 3 kartu kuning untuk Argentina (Gonzalo Montiel di menit ke-19, Alexis Mac Allister di menit ke-55, dan Rodrigo De Paul di menit ke-78) serta 2 kartu kuning untuk Spanyol. Tidak ada kartu merah yang diberikan sepanjang pertandingan.

Tapia, yang sejak awal laga berdiri di tepi lapangan memberikan dukungan moril kepada para pemain, menjadi sosok yang paling emosional saat peluit akhir berbunyi. Pria 59 tahun itu langsung berlari ke lapangan untuk merayakan bersama skuad, seolah melepaskan beban selama empat tahun persiapan yang tidak mudah.

Kemenangan ini menjadikan Argentina sebagai tim dengan gelar Piala Dunia terbanyak kedua dalam sejarah, menyamai Jerman dengan tiga trofi. Bagi Tapia, ini bukan sekadar trofi, melainkan validasi bahwa arah yang dipilih federasi selama ini sudah tepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User