Veda Ega Pratama Panaskan Mesin di Tes Pramusim Moto3 Jerez

Jerez, Spanyol — Veda Ega Pratama mengawali perjalanannya di kelas Moto3 2026 dengan menuntaskan rangkaian tes pramusim perdana di Sirkuit Jerez-Angel Nieto. Bergabung bersama Honda Team Asia, pemba...

Aug 24, 2026 - 11:28
0 0
Veda Ega Pratama Panaskan Mesin di Tes Pramusim Moto3 Jerez

Jerez, Spanyol — Veda Ega Pratama mengawali perjalanannya di kelas Moto3 2026 dengan menuntaskan rangkaian tes pramusim perdana di Sirkuit Jerez-Angel Nieto. Bergabung bersama Honda Team Asia, pembalap asal Indonesia itu tak hanya sekadar memanaskan mesin. Ia langsung mencatatkan waktu kompetitif yang membuat paddock mulai melirik namanya menjelang musim balap yang akan datang.

Pada sesi pagi, kondisi trek sempat basah akibat hujan yang mengguyur kawasan Andalusia. Bendera kuning beberapa kali berkibar dan Veda tetap memilih turun ke lintasan sejak sesi dibuka, memanfaatkan setiap lap untuk mengumpulkan data ban basah bersama timnya. Menjelang siang, aspal mulai mengering dan ia pun beralih ke ban slick — sebuah momen yang menjadi titik balik dari seluruh agenda tes pertamanya.

Babak Pertama: Adaptasi Cepat di Sirkuit Berkarakter Khas

Jerez dikenal dengan kombinasi tikungan cepat, pengereman keras di sejumlah titik, serta sektor terakhir yang memaksa pembalap menjaga momentum. Veda mengaku butuh beberapa putaran untuk menemukan ritme, tetapi data menunjukkan progres yang stabil. Pada sesi pertama, ia menyelesaikan 38 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 47,2 detik, hanya terpaut 0,8 detik dari pembalap tercepat pada hari itu.

Yang lebih menggembirakan, konsistensinya di atas motor Honda meningkat drastis di sesi kedua. Selisih antara lap tercepat dan rata-rata lapnya menyusut dari 0,6 detik menjadi 0,3 detik, indikasi jelas bahwa ia mulai memahami karakter ban dan keseimbangan motor di tikungan cepat Jerez. Adaptasi secepat ini jarang terlihat dari pembalap yang baru pertama kali menjajal sirkuit tersebut bersama tim barunya.

Analisis Data: Pace Panjang dan Kecepatan Puncak

Jika dilihat dari data per sektor, Veda tampil impresif di sektor kedua dan keempat yang didominasi tikungan kencang. Kecepatan puncaknya di lintasan lurus utama tercatat 228 km/jam, berada di kelompok menengah atas pada sesi tes tersebut. Namun, kelemahan masih terlihat di sektor pertama, area pengereman keras menjelang tikungan keenam, di mana ia kehilangan rata-rata 0,15 detik per lap dibandingkan pembalap terdepan.

Tim Honda Team Asia terlihat bekerja keras menyesuaikan setelan suspensi dan gir rasio sejak sesi kedua. Hasilnya, ritme balap panjang Veda dalam stint 10 lap menunjukkan gap yang stabil di kisaran 0,4 hingga 0,5 detik — angka yang tergolong sehat untuk pembalap yang baru menjalani tes pramusim perdana. Total 92 lap berhasil ia kumpulkan sepanjang dua hari, jumlah yang lebih banyak dari rata-rata rekan setimnya, sekaligus bukti keseriusannya dalam mengumpulkan data.

Honda Team Asia dan Persiapan Menuju Musim

Honda Team Asia datang ke Jerez dengan target yang jelas: membangun pondasi setelan motor yang kuat sebelum seri pembuka bergulir. Menurut laporan tim, Veda menunjukkan pemahaman teknis yang baik dengan memberikan umpan balik detail soal perubahan perilaku motor di setiap penyesuaian setelan. Crew chief tim menyebut adaptasinya sebagai salah satu yang tercepat di antara pembalap debutan pada sesi tersebut.

Kami melihat progres yang nyata dari hari pertama ke hari kedua. Ia memahami apa yang diminta motor ini dan tahu persis apa yang harus dilaporkan ke tim. Ini modal yang bagus untuk menjalani musim penuh, ujar perwakilan tim dalam sesi evaluasi.

Modal Menuju Seri Pembuka

Tes di Jerez memang bukan penentu segalanya, tetapi catatan Veda memberikan sinyal positif. Jika ia mampu menjaga konsistensi ini sekaligus menutup kehilangan waktu di sektor pertama, bukan tidak mungkin ia bersaing di papan tengah sejak balapan pertama musim ini. Persaingan Moto3 2026 diprediksi semakin ketat dengan banyaknya pembalap muda berbakat yang naik kelas dan memperebutkan tempat di grid start.

Bagi pecinta balap Indonesia, nama Veda Ega Pratama kini layak masuk radar. Debutnya di Moto3 bersama Honda Team Asia adalah langkah besar, dan statistik dari tes Jerez menunjukkan bahwa ia datang dengan persiapan yang serius. Sisa waktu pramusim akan dimanfaatkannya untuk mengasah kecepatan satu lap dan menyempurnakan simulasi balapan.

Dengan 92 lap pengumpulan data, selisih waktu yang menipis di setiap sesi, serta dukungan penuh tim pabrikan, Veda menatap musim 2026 dengan modal yang tidak bisa dianggap remeh. Pertanyaannya kini sederhana: sanggupkah ia menerjemahkan progres di tes menjadi hasil di hari balapan? Semua akan terjawab saat lampu start menyala di seri pembuka nanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User