Lando Norris Juara F1 GP Hungaria, McLaren Finis 1-2 di Hungaroring
Senyum lebar mengembang di wajah Lando Norris saat berdiri di anak tangga tertinggi podium Sirkuit Hungaroring, Mogyorod, Minggu malam waktu setempat atau Senin (27/7/2026) dini hari WIB. Pembalap McL...
Senyum lebar mengembang di wajah Lando Norris saat berdiri di anak tangga tertinggi podium Sirkuit Hungaroring, Mogyorod, Minggu malam waktu setempat atau Senin (27/7/2026) dini hari WIB. Pembalap McLaren asal Inggris itu baru saja menaklukkan Formula 1 GP Hungaria dengan catatan waktu 1 jam 38 menit 42,517 detik untuk 70 putaran, finis unggul 7,8 detik atas rekan setimnya, Oscar Piastri, yang finis kedua. Max Verstappen melengkapi podium di posisi ketiga untuk Red Bull dengan selisih 14,2 detik dari sang pemenang.
Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Norris memulai balapan dari posisi kedua di grid, tepat di belakang Piastri yang merebut pole position pada kualifikasi sehari sebelumnya. Namun, strategi pit yang agresif dari tim McLaren mengubah jalannya balapan. Lap ke-18, Norris masuk ke pit lane untuk mengganti ban medium dengan kompon hard. Pit stop kilat 2,1 detik dari kru McLaren menjadi fondasi undercut yang sempurna. Dua lap berselang, giliran Piastri yang masuk pit, dan ketika kembali ke lintasan, pembalap Australia itu mendapati Norris sudah berada di depannya dengan selisih 1,9 detik.
Strategi Undercut yang Mengubah Jalannya Balapan
Keputusan memanggil Norris lebih dulu ke pit terbukti menjadi momen penentu. Dengan ban hard yang sudah mencapai suhu optimal, Norris membukukan serangkaian lap konsisten di kisaran 1 menit 21 detik, sementara Piastri kesulitan menaikkan suhu ban barunya di udara Hungaroring yang mencapai 31 derajat Celsius dengan suhu lintasan menyentuh 48 derajat.
Verstappen sempat mengambil alih pimpinan balapan secara temporer karena memperpanjang stint pertamanya hingga lap ke-24. Namun begitu pembalap Belanda itu melakukan pit stop, Norris resmi memimpin dan tidak pernah lagi melepaskan posisi terdepan. Secara keseluruhan, pembalap bernomor 4 itu memimpin 46 dari 70 putaran balapan, sebuah dominasi yang sulit dibantah di sirkuit yang terkenal sulit untuk menyalip.
"Tim memberi saya strategi yang sempurna. Pit stop pertama itu luar biasa, dan sejak keluar dari pit saya tahu balapan ada di tangan kami. Mobil ini terasa menyatu dengan lintasan sejak Jumat," ujar Norris seusai balapan.
Tekanan Verstappen di Stint Penutup
Balapan belum sepenuhnya aman bagi Norris. Setelah pit stop kedua di lap ke-45, Verstappen memasang ban soft dan melancarkan serangan di 25 lap terakhir. Sang pembalap Red Bull sempat memangkas selisih dari 11 detik menjadi 5,4 detik pada lap ke-58, memanfaatkan DRS di lintasan lurus utama Hungaroring yang sempit.
Namun Norris merespons dengan dingin. Pada lap ke-62, ia membukukan lap tercepat balapan dengan 1 menit 18,412 detik, sekaligus mematahkan momentum Verstappen yang mulai kehabisan performa ban soft-nya. Piastri menjaga posisi kedua dengan tenang hingga finis, memastikan hasil 1-2 bagi McLaren. Sementara itu, Charles Leclerc finis keempat untuk Ferrari, diikuti George Russell dari Mercedes di posisi kelima. Balapan berjalan relatif bersih tanpa safety car, dengan hanya satu insiden kecil di Tikungan 4 pada lap ke-33 yang tidak sampai memicu bendera kuning panjang.
Dampak Besar di Klasemen Kejuaraan Dunia
Tambahan 25 poin dari Hungaria membuat posisi Norris semakin kokoh di papan atas klasemen pembalap. Hasil 1-2 juga menambah pundi poin McLaren di klasemen konstruktor, memperlebar jarak dari kejaran Red Bull dan Ferrari memasuki paruh kedua musim yang krusial.
"Ini hasil kerja keras seluruh tim. Satu-dua di Hungaroring, sirkuit yang secara historis sulit bagi kami, menunjukkan kemajuan besar mobil ini. Tapi musim masih panjang, kami harus tetap rendah hati," kata Prinsipal Tim McLaren, Andrea Stella.
Bagi Norris, trofi di Budapest ini menjadi bukti konsistensinya sepanjang musim. Dengan sirkuit-sirkuit cepat menanti di kalender berikutnya, momentum jelas berada di sisi pembalap Inggris itu. Jika performa seperti ini terus terjaga, perburuan gelar juara dunia Formula 1 musim ini dipastikan akan semakin memanas hingga seri pamungkas.
Comments (0)