Rashford Antar Manchester United Taklukkan Benfica di Stadion Luz
Skor akhir Benfica 0-1 Manchester United pada matchday ketiga Grup A Liga Champions di Stadion da Luz, Kamis (19/10/2017) dini hari WIB, ditentukan oleh satu momen bola mati. Menit ke-64, Marcus Rashf...
Skor akhir Benfica 0-1 Manchester United pada matchday ketiga Grup A Liga Champions di Stadion da Luz, Kamis (19/10/2017) dini hari WIB, ditentukan oleh satu momen bola mati. Menit ke-64, Marcus Rashford melepaskan tendangan bebas melengkung dari sisi kiri pertahanan tuan rumah, dan kiper 18 tahun Mile Svilar menangkap bola sambil mundur melewati garis gawangnya sendiri. Gol itu menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berjalan ketat, sekaligus memastikan United menyapu bersih tiga pertandingan awal fase grup dengan sembilan poin sempurna.
Bagi Jose Mourinho, malam ini terasa istimewa. Ia kembali ke stadion klub yang pernah ia tangani pada tahun 2000, dan pulang membawa tiga poin plus clean sheet. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen untuk United, dengan shots on target 4 berbanding 2 — angka yang menggambarkan efisiensi tim tamu dibanding tuan rumah yang lebih banyak mengandalkan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti.
Babak Pertama: United Sabar, Svilar Tampil Berani
Mourinho menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1: David de Gea di bawah mistar; Antonio Valencia, Chris Smalling, Victor Lindelof, dan Daley Blind mengisi lini belakang; Nemanja Matic serta Ander Herrera menjadi double pivot; sementara Juan Mata, Henrikh Mkhitaryan, dan Rashford menopang Romelu Lukaku di ujung serangan. Nama Lindelof menjadi sorotan karena ini adalah laga emosionalnya melawan mantan klub yang membesarkan namanya.
Sejak peluit awal, Benfica mencoba menekan lewat sisi sayap, tetapi struktur blok rendah United nyaris tak memberi ruang di zona sentral. Tim tamu bermain sabar, mengalirkan bola lewat Matic, lalu melepaskan umpan diagonal ke arah Rashford. Beberapa kali Svilar menunjukkan refleks impresif, memotong umpan silang dan menahan tembakan jarak jauh. Skor kacamata bertahan hingga jeda, dengan Benfica tercatat lebih sering melepaskan attempts namun minim yang benar-benar mengarah ke sasaran De Gea.
Menit ke-64: Bola Mati Rashford Jadi Pembeda
Gol yang ditunggu akhirnya lahir di babak kedua. Menit ke-64, United mendapat tendangan bebas di sisi kiri, sekitar 35 meter dari gawang. Rashford mengambil ancang-ancang dan melepaskan bola melengkung ke arah tiang jauh. Svilar sebenarnya berhasil menangkap bola, tetapi momentum tubuhnya membawa si kulit bundar melewati garis gawang. Wasit menunjuk titik tengah — gol sah untuk United, 1-0.
Bagi Svilar, ini malam yang pahit. Ia baru saja memecahkan rekor sebagai kiper termuda dalam sejarah Liga Champions, mengalahkan catatan Iker Casillas, dan sepanjang laga tampil penuh keberanian. Namun satu kesalahan penempatan posisi itu harus dibayar mahal. Setelah gol, Benfica meningkatkan intensitas serangan, tetapi duet Smalling-Lindelof tetap disiplin menjaga kotak penalti. Mourinho merespons dengan memasukkan Anthony Martial dan Jesse Lingard untuk menjaga kecepatan transisi serta menguras waktu di area pertahanan lawan.
Clean Sheet dan Kokohnya Lini Belakang United
Ini adalah clean sheet kedua United dari tiga laga Liga Champions musim ini. De Gea hanya dua kali diuji tembakan tepat sasaran, berkat perlindungan Matic yang memutus aliran bola sejak lini kedua. Secara keseluruhan, United mencatat sekitar 13 attempts berbanding 9 milik Benfica, dengan akurasi umpan di atas 80 persen. Kartu kuning sempat keluar di kedua kubu akibat duel-duel taktis di lapangan tengah, namun tak ada kartu merah maupun drama VAR yang mengubah jalannya pertandingan.
Mourinho Puji Kiper Muda Benfica
“Kami mengontrol pertandingan dan tahu kapan harus menyerang. Kiper mereka adalah talenta fenomenal — hanya kiper hebat yang berani bermain seperti itu di usia semuda dia. Gol itu sedikit beruntung, tetapi kami pantas menang,” ujar Mourinho usai laga.
Pelatih Benfica, Rui Vitoria, tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Menurutnya, timnya kalah hanya karena satu detail bola mati, padahal secara organisasi permainan mereka mampu menyulitkan raksasa Inggris itu sepanjang 90 menit.
Puncak Grup A dan Laga Berikutnya
Dengan hasil ini, United kokoh di puncak Grup A dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, unggul atas FC Basel dan CSKA Moskow. Sebaliknya, Benfica terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan wajib menyapu sisa laga untuk menjaga asa lolos. Matchday keempat akan mempertemukan kembali kedua tim di Old Trafford — kesempatan emas bagi United mengunci tiket 16 besar lebih awal, sekaligus panggung bagi Svilar untuk menebus malam yang ingin segera ia lupakan di Lisbon ini.
Comments (0)