Kunjungi TPA Nusakambangan, Titiek Minta Tiap Lapas Budayakan Pilah Sampah

Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/20

Jul 08, 2026 - 00:15
0 1
Kunjungi TPA Nusakambangan, Titiek Minta Tiap Lapas Budayakan Pilah Sampah

Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Kunjungan ini difokuskan pada pemantauan program ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi citra baru pulau penjara tersebut. Salah satu titik utama yang disambangi adalah Balai Latihan Kerja Tempat Pembuangan Akhir (BLK TPA), fasilitas pelatihan pengolahan sampah bagi narapidana.

Di lokasi ini, Titiek berdialog langsung dengan para mitra yang digandeng pihak lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk mendidik warga binaan dalam memilah dan mengolah sampah secara produktif. Berdasarkan laporan media kami, antusiasme tampak jelas saat Titiek menyaksikan proses pemilahan sampah dan bertanya tentang hasil akhirnya.

"Sampah ini kan dipilah-pilah. Produknya jadinya apa nanti?" tanya Titiek kepada mitra yang mendampingi para narapidana di BLK TPA, Sabtu (20/6/2026).

Pertanyaan tersebut memicu penjelasan bahwa sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk cair, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi aneka kerajinan tangan serta bahan bangunan sederhana. Titiek pun menyampaikan dorongannya agar seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Indonesia mulai membudayakan pemilahan sampah dari sumbernya. Menurutnya, kebiasaan ini bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan lapas, melainkan juga membekali narapidana dengan keterampilan berbasis ekonomi sirkular.

“Pemilahan sampah sejak awal itu penting. Kalau nanti mereka bebas, mereka sudah punya bekal untuk membuka usaha sendiri, misalnya membuat kompos atau kerajinan daur ulang. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi pemberdayaan,” ujar Titiek seperti dikutip dari laporan tim kami di lokasi.

Selain BLK TPA, rangkaian kunjungan kerja ini juga menyoroti hasil produksi UMKM para narapidana di Nusakambangan. Salah satunya adalah batako berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang telah digunakan untuk membangun rumah dinas di kompleks lapas. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bahwa limbah dapat diubah menjadi aset bernilai ekonomis ketika dikelola dengan pendekatan pelatihan yang tepat.

Program pelatihan di BLK TPA ini melibatkan kemitraan dengan pihak swasta dan instansi teknis, sehingga metode pengolahan sampah yang diajarkan sesuai dengan standar industri. Dengan adanya model seperti ini, Titiek berharap setiap lapas di Indonesia dapat mereplikasi skema serupa. Ia menekankan bahwa Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Lingkungan Hidup perlu bersinergi untuk memperluas pelatihan pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat kemandirian warga binaan.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen Komisi IV DPR RI dalam mengawal program prioritas nasional di bidang lingkungan hidup dan ketahanan pangan, terutama di lingkungan pemasyarakatan yang selama ini kurang tersentuh inovasi pengelolaan sampah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User