Kuba Kembali Gelap Total, Gangguan Listrik Nasional Akibat Sanksi Energi AS

Beritainti.com, Havana - Suasana kelam kembali menyelimuti Kuba setelah negara kepulauan itu mengalami pemadaman listrik secara nasional. Kegelapan total ini dipicu oleh embargo pasokan energi miny

Jul 08, 2026 - 04:20
0 0
Kuba Kembali Gelap Total, Gangguan Listrik Nasional Akibat Sanksi Energi AS

Beritainti.com, Havana - Suasana kelam kembali menyelimuti Kuba setelah negara kepulauan itu mengalami pemadaman listrik secara nasional. Kegelapan total ini dipicu oleh embargo pasokan energi minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), membuat jutaan warga kembali beraktivitas dalam gelap gulita setiap malam tiba.

Pemadaman massal ini terjadi di hampir seluruh wilayah Kuba, termasuk ibu kota Havana yang biasanya bersinar dengan lampu-lampu kota. Berdasarkan pantauan media kami, sejumlah jalan utama dan permukiman warga tampak hanya diterangi oleh lampu kendaraan dan penerangan darurat seadanya. Aktivitas ekonomi pun lumpuh sebagian, dengan banyak toko dan restoran terpaksa tutup lebih awal atau beroperasi secara terbatas menggunakan generator pribadi yang kian mahal seiring kelangkaan bahan bakar.

"Situasi ini sungguh berat. Setiap hari kami seperti menimbang antara membeli lilin atau makanan. Embargo ini menghantam langsung kami yang paling bawah," ujar seorang warga Havana kepada tim liputan media kami.

Embargo minyak dari AS yang menjadi akar masalah ini membatasi kemampuan Kuba untuk mengimpor bahan bakar dalam jumlah cukup. Padahal, sebagian besar pembangkit listrik di negara itu masih mengandalkan minyak untuk beroperasi. Ketika pasokan tersendat dan cadangan menipis, pemerintah Kuba terpaksa melakukan pemadaman bergilir, dan kali ini kondisinya memburuk hingga menyebabkan pemadaman yang meluas secara nasional.

Krisis energi di Kuba sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sejak beberapa tahun terakhir, negara sosialis tersebut terus bergulat dengan persoalan infrastruktur kelistrikan yang menua dan minim perawatan. Namun, pengetatan sanksi ekonomi dari AS—khususnya yang menyasar sektor energi—memperparah persoalan hingga titik terparah. Pemerintah Kuba menyatakan tengah berupaya keras memulihkan sistem kelistrikan, namun tanpa pasokan bahan bakar yang memadai, pemulihan berjalan lambat dan kerap mundur sasaran.

Warga Kuba kini terbiasa menanti jadwal pemadaman yang kerap berubah tanpa pemberitahuan pasti. Banyak di antara mereka akhirnya kembali ke cara-cara tradisional, seperti memasak dengan kayu bakar dan mengandalkan lilin sebagai sumber penerangan utama saat malam tiba. Di sudut-sudut kota, bunyi generator yang menyala menjadi suara latar yang akrab, namun hanya mereka yang mampu membeli bahan bakar selangit yang bisa menikmatinya.

Tekanan dari AS yang disebut sebagai upaya mendorong perubahan politik di Kuba justru dikritik banyak pihak sebagai hukuman kolektif terhadap rakyat sipil. Embargo yang telah berlangsung puluhan tahun itu dinilai melumpuhkan sendi-sendi kehidupan warga tanpa memberikan dampak positif langsung. Saat malam jatuh dan Kuba kembali diselimuti gelap, pertanyaan tentang kapan krisis ini berakhir terus menggema di antara penduduk yang kian lelah berjuang hanya untuk sekadar menyalakan lampu di rumah mereka sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User