Kroasia Singkirkan Brasil Lewat Adu Penalti di Perempatfinal Piala Dunia
Skor akhir 1-1 setelah 120 menit pertarungan sengit belum cukup untuk memisahkan Kroasia dan Brasil di babak perempatfinal Piala Dunia 2022. Di Education City Stadium, Al Rayyan, Qatar, Jumat (9/12/20...
Skor akhir 1-1 setelah 120 menit pertarungan sengit belum cukup untuk memisahkan Kroasia dan Brasil di babak perempatfinal Piala Dunia 2022. Di Education City Stadium, Al Rayyan, Qatar, Jumat (9/12/2022) malam WIB, tim asuhan Zlatko Dalic memastikan tiket semifinal lewat kemenangan 4-2 dalam adu penalti. Lagi-lagi Dominik Livakovic menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi Rodrygo, sementara penalti Marquinhos membentur tiang gawang. Hasil ini mengubur mimpi Brasil mengejar gelar juara keenam dan mengantar Kroasia ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah, sebuah capaian yang pantas disebut hat-trick semifinal bagi negara dengan populasi kurang dari empat juta jiwa.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi Brasil Terbentur Tembok Kroasia
Brasil tampil dominan sejak menit pertama dengan formasi 4-2-3-1. Tite menurunkan starting XI terbaiknya dengan Neymar sebagai playmaker bebas di belakang Richarlison, ditopang duet lini tengah Casemiro dan Paqueta. Sementara itu, Kroasia memilih formasi 4-3-3 yang lebih berimbang dengan tiga gelandang kelas dunia, Modric, Brozovic, dan Kovacic, yang bertugas memutus alur serangan lawan. Penguasaan bola babak pertama mencapai 58 persen untuk Brasil, namun keunggulan itu tidak pernah diterjemahkan menjadi ancaman nyata. Lini belakang Kroasia yang dikomandoi Gvardiol bermain sangat tinggi dan disiplin, membuat para pemain sayap Brasil berulang kali terjebak jebakan offside. Hingga turun minum, tidak ada satu pun shots on target yang tercatat dari kedua tim, dan wasit harus mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk meredam tensi permainan yang cukup panas.
Babak Kedua: Dominasi Tanpa Gol dan Clean Sheet yang Bertahan
Memasuki babak kedua, Tite menarik Raphinha dan Vinicius Junior, lalu memasukkan Antony dan Rodrygo untuk menambah daya gedor. Tekanan Brasil semakin meningkat, dan menit ke-76 akhirnya lahir shots on target pertama dalam pertandingan ini: tendangan keras Neymar dari dalam kotak penalti berhasil ditepis Livakovic. Sepanjang babak kedua, penguasaan bola Brasil naik hingga 59 persen, tetapi Kroasia bertahan dengan blok rendah yang luar biasa rapi. Livakovic kembali sigap mengamankan dua tembakan lain, sementara Modric perlahan mulai mengambil alih kendali tempo dengan umpan-umpan pendek yang tenang. Clean sheet Kroasia tetap utuh hingga peluit panjang babak normal berbunyi dengan skor 0-0, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu: Gol Bersejarah Neymar Dibalas Petkovic
Menit ke-105+1, momen yang dinanti seluruh Brasil akhirnya tiba. Neymar melepaskan diri dari penjagaan, menerima assist cantik dari Rodrygo, melewati Livakovic, dan menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu sekaligus menyamakan rekor Pele dengan 77 gol untuk Timnas Brasil. Namun Kroasia tidak panik. Dalic memasukkan Mislav Orsic dan Bruno Petkovic, dan keputusan itu terbukti jitu. Menit ke-116, assist terukur dari Orsic diterima Petkovic yang melepaskan tembakan first-time; bola sempat membentur tubuh Marquinhos sebelum berbelok masuk ke gawang Alisson. Skor kembali imbang 1-1 dan pertandingan pun berlanjut ke babak tos-tosan.
Adu Penalti: Malam Keemasan Dominik Livakovic
Pada adu penalti, Brasil mengeksekusi lebih dulu. Rodrygo yang maju sebagai penendang pertama gagal setelah tendangannya ditebak sempurna oleh Livakovic. Casemiro dan Pedro sukses menjalankan tugas, tetapi Marquinhos justru membentur tiang. Di sisi lain, Kroasia tampil tanpa cela: Vlasic, Brozovic, Modric, dan Orsic semuanya mencetak gol dengan eksekusi dingin. Skor adu penalti 4-2 mengunci kemenangan Kroasia secara keseluruhan 5-3. Ini adalah kemenangan keempat beruntun Kroasia dalam adu penalti di Piala Dunia setelah Denmark dan Rusia pada 2018 serta Jepang pada babak 16 besar edisi ini. Livakovic sendiri mencatatkan total lima penyelamatan penalti sepanjang turnamen, sebuah rapor kiper yang sulit ditandingi siapa pun di Qatar.
Analisis: Data Bicara, Mentalitas yang Menentukan
Statistik akhir menunjukkan Brasil unggul penguasaan bola dengan 57 persen berbanding 43 persen, dan memimpin dalam jumlah tembakan maupun shots on target dengan 4 berbanding 2. Namun sepak bola tidak pernah dimenangkan hanya oleh angka penguasaan. Kroasia membuktikan bahwa efisiensi, kedisiplinan, dan ketenangan mental jauh lebih berharga di panggung terbesar.
Kami kembali menulis sejarah. Para pemain percaya sampai peluit terakhir, dan itu yang membuat perbedaan, ujar Zlatko Dalic setelah laga.Di kubu lawan, Tite hanya mampu berkata bahwa kekalahan lewat adu penalti adalah cara paling menyakitkan untuk tersingkir, dan ia kemudian mengundurkan diri dari kursi pelatih Brasil. Kroasia pun melaju ke semifinal menghadapi Argentina, sementara air mata Neymar menjadi penutup pahit bagi generasi emas Selecao di Piala Dunia 2022.
Comments (0)