Korsel U-23 Juara Asian Games 2026 Usai Tekuk Jepang di Final

Skor akhir 2-1 untuk Korea Selatan U-23 atas Jepang U-23 dalam partai puncak sepak bola putra Asian Games 2026 di Stadion Toyota, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Kemenangan ini memastikan medali emas bagi ...

Oct 08, 2026 - 08:01
0 0
Korsel U-23 Juara Asian Games 2026 Usai Tekuk Jepang di Final

Skor akhir 2-1 untuk Korea Selatan U-23 atas Jepang U-23 dalam partai puncak sepak bola putra Asian Games 2026 di Stadion Toyota, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Kemenangan ini memastikan medali emas bagi Taeguk Warriors sekaligus menuntaskan dahaga gelar yang terakhir mereka raih pada edisi 2018.

Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Jepang yang tampil sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih mereka menempatkan dua gelandang bertahan untuk mengontrol lini tengah. Namun, pressing ketat Korea Selatan membuat ruang gerak tuan rumah terbatas.

Babak Pertama: Jepang Dominan, Korea Efisien

Menit ke-12, Jepang menciptakan peluang pertama melalui tendangan voli dari luar kotak penalti. Bola masih melambung di atas mistar gawang Korea Selatan. Statistik sementara menunjukkan penguasaan bola 63 persen untuk Jepang, tetapi hanya satu shots on target yang tercipta.

Korea Selatan yang mengandalkan skema 4-4-2 bertahan rapat. Mereka menunggu momen tepat untuk melakukan serangan balik cepat. Strategi itu membuahkan hasil pada menit ke-23. Sebuah umpan terobosan dari lini tengah menemukan striker Korea Selatan yang berlari di antara dua bek Jepang. Tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti menghujam sudut kanan bawah gawang. Skor berubah 1-0 untuk Korea Selatan.

Jepang merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-31, sundulan kepala dari sepak pojok hampir menyamakan kedudukan, tetapi kiper Korea Selatan melakukan penyelamatan gemilang. Hingga menit ke-45, tidak ada gol tambahan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Korea Selatan, dengan statistik penguasaan bola 61 persen untuk Jepang dan 3 shots on target untuk Korea Selatan berbanding 2 untuk Jepang.

Babak Kedua: Drama Dua Gol dan Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Jepang langsung menekan. Menit ke-52, tendangan bebas dari jarak 25 meter membentur mistar gawang. Bola rebound disambar penyerang Jepang, tetapi masih melebar. Pelatih Jepang melakukan dua pergantian pemain untuk menambah daya gedor.

Upaya mereka berbuah pada menit ke-67. Sebuah serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan silang rendah. Penyerang Jepang menyambut dengan tendangan first-time yang tidak bisa dihentikan kiper Korea Selatan. Skor imbang 1-1. Stadion bergemuruh, tuan rumah tampak di atas angin.

Namun, Korea Selatan tidak tinggal diam. Menit ke-78, sebuah kontra cepat menghasilkan pelanggaran di kotak penalti Jepang. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Bek Jepang mendapat kartu kuning karena pelanggaran tersebut. Eksekusi penalti dilakukan dengan tenang, bola masuk ke sisi kiri gawang sementara kiper Jepang bergerak ke kanan. Skor kembali berubah 2-1 untuk Korea Selatan.

Menit ke-85, Jepang harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang mereka menerima kartu kuning kedua. Kartu merah itu membuat upaya penyamaan semakin sulit. Meski demikian, Jepang terus menyerang. Menit ke-90+3, sundulan mereka masih membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-1.

Analisis Statistik: Efisiensi Korea di Atas Dominasi Jepang

Secara statistik, Jepang unggul dalam penguasaan bola 64 persen dan menciptakan 14 tembakan, dengan 5 shots on target. Korea Selatan hanya memiliki 36 persen penguasaan bola, tetapi dari 8 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran dan berbuah 2 gol. Efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga ini.

Pelatih Korea Selatan dalam konferensi pers usai pertandingan menyatakan, "Kami tahu Jepang akan menguasai bola. Kami fokus pada disiplin bertahan dan memanfaatkan peluang. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna."

"Kami tahu Jepang akan menguasai bola. Kami fokus pada disiplin bertahan dan memanfaatkan peluang," ujar sang pelatih.

Dengan kemenangan ini, Korea Selatan U-23 mencatatkan clean sheet hanya di babak semifinal, sementara di final mereka kebobolan satu gol. Gelar juara Asian Games 2026 ini menjadi yang kelima sepanjang sejarah Korea Selatan di cabang sepak bola putra, sekaligus membuktikan ketangguhan mereka di level Asia.

Sementara itu, Jepang harus puas dengan medali perak. Pelatih Jepang mengakui bahwa timnya kurang beruntung. "Kami mendominasi, tetapi sepak bola adalah soal gol. Korea Selatan lebih klinis hari ini," ujarnya singkat.

Kemenangan ini juga memastikan Korea Selatan U-23 membawa pulang medali emas sekaligus tiket otomatis untuk kompetisi tingkat Asia berikutnya. Bagi Jepang, kekalahan ini menjadi catatan evaluasi menjelang turnamen mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User