Kondisi Bocah Digigit Anjing Pitbull di Bandung, Sempat Operasi Telinga

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan telinga. Korban juga sempat menjalani operasi.]]>

Aug 24, 2026 - 13:13
Updated: 1 day ago
0 0
Kondisi Bocah Digigit Anjing Pitbull di Bandung, Sempat Operasi Telinga

Bocah Digigit Anjing Pitbull di Bandung, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Operasi Telinga

Sebuah insiden menyeramkan terjadi di Bandung seorang bocah menjadi korban gigitan anjing pitbull. Peristiwa ini mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala dan telinga, sehingga memerlukan penanganan medis intensif termasuk operasi. Kejadian ini kembali menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan oleh anjing ras yang dianggap berbahaya jika tidak diawasi dengan baik.

Kronologi Insiden

Menurut keterangan dari pihak kepolisian dan saksi mata, insiden tersebut terjadi pada siang hari di salah satu permukiman warga di kawasan Bandung Barat. Korban berinisial A (7 tahun) sedang bermain di dekat rumahnya ketika tiba-tiba diserang oleh seekor anjing pitbull yang sedang berkeliaran di lingkungan tersebut.

Saksi mata, tetangga korban, mengatakan bahwa anjing tersebut tiba-tiba muncul dari arah belakang rumah dan langsung menyerang bocah yang sedang bermain sendirian. "Anjing itu lari mendekati dan langsung menggigit telinga dan bagian kepala korban. Warga sekitar berteriak dan berusaha menolong," ujar seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah berhasil menangkal serangan anjing, warga segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Kondisi korban yang mengalami luka dalam di telinga dan kepala memerlukan penanganan medis yang sigifikan, termasup proses operasi untuk memperbaiki jaringan telinga yang rusak akibat gigitan.

Respon Pihak Berwajib

Setelah mendapat laporan dari warga, polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Tim polisi mengamankan anjing pitbull yang menjadi pelaku serangan dan sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai status hewan tersebut.

Kepala Polsek setempat, Kompol Ahmad Rizki, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. "Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan anjing tersebut menyerang korban," ujar Kompol Ahmad Rizki.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari pemilik anjing jika sudah dapat diidentifikasi. "Kasus ini akan kita tangani sesuai dengan peraturan yang berlaku, terkait pengendalian anjing yang dianggap berbahaya," jelasnya.

Reaksi Keluarga Korban

Keluarga korban yang masih dalam keadakan syok mengaku tidak menyangka insiden tersebut bisa terjadi. Menurut ibu korban, anaknya biasa bermain di sekitar kompleks perumahan tanpa ada masalah. "Biasanya anak main-main di sini, tidak pernah ada anjing yang mengganggu. Tiba-tiba saja ada anjing pitbull yang liar," ucapnya sambil menangis.

Ia berharap agar pihak berwajib bisa mengambil tindakan tegas terhadap pemilik anjing dan melakukan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali. "Kami mohon agar ini menjadi pelajaran bagi semua pemilik hewan untuk lebih mengawasi binatang peliharaannya, terutama yang dianggap berbahaya," tambahnya.

Peringatan terkait Anjing Berbahaya

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengendalian anjing ras pitbull yang dianggap berbahaya. Menurut beberapa ahli hewan, anjing pitbull memiliki kecenderungan untuk menjadi agresif jika tidak dilatih dengan baik atau jika merasa terancam.

Dokter hewan, drh. Siti Nurhaliza, mengatakan bahwa pemilik anjing ras pitbull wajib memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara merawat dan melatih anjing tersebut. "Pemilik harus mampu mengontrol perilaku anjingnya, terutama di lingkungan publik. Anjing ras pitbull memerlukan sosialisasi yang baik sejak dini agar tidak menjadi agresif," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah membuat peraturan yang lebih ketat mengenai pengendalian anjing berbahaya, termasuk kewajiban untuk mendaftarkan anjing ras tertentu dan memberikan pelatihan khusus bagi pemiliknya.

Penanganan Medis untuk Korban

Korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit saat ini dalam kondisi stabil set menjalani operasi. Menurut tim medis yang menanganinya, korban mengalami luka robek di bagian telinga dan kepala yang memerlukan perawatan intensif.

"Korban sudah menjalani operasi untuk memperbaiki jaringan telinga yang rusak. Proses pemulangannya akan memakan waktu cukup lama, tergantung dari respons tubuhnya terhadap perawatan," kata dr. Budi Santoso, dokter spesialis bedah yang menangani kasus ini.

Ia menambahkan bahwa keluarga korban perlu memberikan dukungan psikologis karena trauma akibat insiden ini bisa berdampak jangka panjang. "Kami juga akan merujuk korban ke psikolog anak untuk membantu proses pemulangan psikologisnya," tambahnya.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya potensial dari anjing yang tidak diawasi dengan baik. Pihak berwajib diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User