Kirab Sekaten Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Timur
Suasana penuh kegembiraan menyelimuti kawasan Pisangan Timur, Jakarta Timur, pada Minggu (15/9/2024). Puluhan anak-anak binaan Yayasan Al Ikhtoh Insani ber
Suasana penuh kegembiraan menyelimuti kawasan Pisangan Timur, Jakarta Timur, pada Minggu (15/9/2024). Puluhan anak-anak binaan Yayasan Al Ikhtoh Insani bersama warga sekitar menggelar Kirab Sekaten untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mengenakan busana muslim yang rapi, mereka berjalan beriringan menyusuri jalan-jalan lingkungan sambil melantunkan shalawat kepada Rasulullah. Keceriaan anak-anak tampak terpancar ketika mereka membawa berbagai atribut dan replika gunungan khas tradisi Sekaten, disambut hangat oleh warga yang berjejer di sepanjang rute pawai.
Kirab yang digelar sejak pagi hari itu bukan sekadar pawai semata. Ia menjadi momentum bagi warga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan antartetangga. Kegiatan ini merupakan wujud syiar Islam yang dikemas secara meriah dan edukatif, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat diserap anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.
Tradisi Sekaten, Warisan Syiar Islam Nusantara
Sekaten bukanlah tradisi baru di Nusantara. Sejarah mencatat, tradisi ini lahir pada era Kesultanan Demak sekitar abad ke-15, ketika para wali atau Wali Songo memanfaatkan kesenian gamelan untuk menarik masyarakat mendekat kepada ajaran Islam. Kata "Sekaten" sendiri diyakini berasal dari kalimat syahadatain, yakni dua kalimat syahadat yang menjadi pintu masuk seseorang memeluk Islam.
Dari tanah Jawa, tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai daerah dan terus dilestarikan hingga kini, termasuk di Jakarta. Pada setiap peringatan Maulid Nabi, kirab sekaten kerap digelar dengan beragam sentuhan lokal yang khas. Perpaduan antara nilai keislaman dan budaya lokal inilah yang membuat Sekaten tetap relevan di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi bukti bahwa dakwah Islam di Nusantara berjalan dengan cara yang damai dan penuh kearifan.
"Melalui kirab ini kami ingin menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak dini. Anak-anak belajar sambil bergembira, dan warga pun ikut merasakan suasana kebersamaan yang hangat," ujar salah seorang panitia kegiatan.
Anak Binaan Jadi Ujung Tombak Syiar
Keterlibatan anak-anak binaan Yayasan Al Ikhtoh Insani menjadi sorotan utama dalam kirab kali ini. Bagi mereka, tampil di hadapan warga bukan sekadar kebanggaan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter. Rasa percaya diri dan tanggung jawab mereka tumbuh ketika harus berlatih baris-berbaris, menghafal shalawat, hingga menyiapkan atribut kirab selama beberapa pekan sebelum hari pelaksanaan.
Yayasan Al Ikhtoh Insani dikenal konsisten membina anak-anak dari berbagai latar belakang dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan semacam kirab sekaten menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas yang efektif, karena anak-anak diajak mempraktikkan langsung nilai keteladanan, kerja sama, dan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain kirab, serangkaian kegiatan lain juga turut memeriahkan peringatan Maulid tahun ini:
| Kegiatan | Deskripsi |
|---|---|
| Kirab keliling | Pawai anak-anak dan warga menyusuri lingkungan Pisangan Timur |
| Shalawat bersama | Pembacaan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW |
| Santunan anak yatim | Wujud kepedulian sosial di momen Maulid |
| Pengajian | Tausiah tentang keteladanan dan akhlak Rasulullah |
Harapan Warga agar Tradisi Terus Hidup
Antusiasme warga Pisangan Timur terhadap kirab ini begitu besar. Banyak di antara mereka turut hadir sejak awal, bahkan membantu menyiapkan konsumsi dan perlengkapan pawai. Kebersamaan lintas usia dan latar belakang inilah yang membuat kegiatan serupa selalu dinanti setiap tahunnya.
"Setiap tahun kami selalu menunggu kirab ini. Anak-anak senang, warga kompak, dan suasananya jadi sangat hidup. Semoga kegiatan seperti ini terus lestari," tutur seorang warga yang menyaksikan kirab.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memang selalu membawa pesan tentang cinta, keteladanan, dan persaudaraan. Lewat kirab sekaten di Pisangan Timur, pesan itu tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga dirayakan bersama dalam keceriaan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, dari pengurus yayasan hingga warga biasa.
[SOCIAL_TWEET]: Kirab Sekaten di Pisangan Timur ramaikan Maulid Nabi: anak binaan dan warga pawai shalawat, wujud syiar yang lestari. #MaulidNabi #Sekaten[SOCIAL_TG]: Kirab Sekaten di Pisangan Timur: syiar Maulid Nabi lewat pawai anak-anak dan warga. Tradisi warisan Wali Songo yang tetap hidup di Jakarta.
Comments (0)