King Kazu Cetak Gol Bersejarah di Usia 59 Tahun

Di bawah guyuran hujan rintik yang membasahi Stadion J-Village, 2.117 pasang mata menjadi saksi keajaiban tak terduga. Kazuyoshi Miura, yang akrab disapa ‘King Kazu’, mencetak gol profesional di u...

Jul 28, 2026 - 10:00
0 0
King Kazu Cetak Gol Bersejarah di Usia 59 Tahun

Di bawah guyuran hujan rintik yang membasahi Stadion J-Village, 2.117 pasang mata menjadi saksi keajaiban tak terduga. Kazuyoshi Miura, yang akrab disapa ‘King Kazu’, mencetak gol profesional di usia 59 tahun, membawa Fukushima United menang tipis 1-0 atas Kamatamare Sanuki dalam lanjutan J3 League, Sabtu (16/6). Gol tunggal yang tercipta pada menit ke-78 itu bukan hanya mengamankan tiga poin krusial bagi tuan rumah, tetapi juga menegaskan bahwa legenda hidup sepak bola Jepang masih memiliki taji di level tertinggi kompetisi kasta ketiga.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, laga berjalan dengan intensitas tinggi. Fukushima United yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 berusaha mendikte permainan. Penguasaan bola mencapai 52% berbanding 48%, namun transisi serangan kerap tersendat di sepertiga akhir lapangan. Hingga menit ke-45, statistik mencatat tembakan tepat sasaran masih 2-2. Tuan rumah sempat mendapat peluang emas lewat sundulan Yuki Komatsu pada menit ke-23, namun masih bisa ditepis kiper Masahiro Okamoto. Sementara itu, Kamatamare Sanuki hampir memimpin di menit ke-38 ketika striker Takeru Kiyonaga melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Perubahan Taktikal di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih Fukushima, Yuki Nagahama, mulai meracik strategi. Ia memasukkan Miura menggantikan Komatsu pada menit ke-67, sekaligus mengubah formasi menjadi 4-4-2 diamond. King Kazu ditempatkan sebagai second striker, bergerak bebas di belakang striker utama, sementara dua gelandang sayap didorong lebih lebar. Perubahan ini langsung membuka ruang. Dalam 10 menit pertama setelah masuknya Miura, Fukushima kembali mencatat 2 tembakan tambahan dan beberapa skema bola mati yang merepotkan. Koreografi pergerakan tanpa bola Miura membuat para bek lawan sibuk, memaksa pelatih Sanuki menarik satu gelandang lebih dalam.

Eksekusi Sempurna di Menit ke-78

Momen yang dinantikan akhirnya tiba. Berawal dari pergerakan menusuk Hiroto Nakagawa di sisi kanan, gelandang serang itu melepaskan umpan silang melengkung ke tiang jauh. Miura melepaskan kawalan dengan langkah kecil khas predator, lalu menyundul bola dengan keras ke arah pojok kiri bawah gawang. Bola meluncur deras tanpa bisa dihalau Okamoto. Reaksi spontan sang kiper hanya menatap bola bersarang di jala gawangnya. Assist tersebut menjadi assist ke-4 Nakagawa musim ini. Seluruh stadion bergemuruh, rekan setim mengerumuni Miura yang merayakan dengan selebrasi khas: berlutut sambil mengepalkan tangan.

Rekor yang Tak Tertandingi

Di usianya yang ke-59 tahun dan beberapa bulan, Miura kembali mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah sepak bola profesional. Rekor ini ia pecahkan sendiri, setelah sebelumnya menjadi pemain tertua yang tampil di laga resmi pada usia 57 tahun. Karirnya dimulai pada 1986 di Brasil bersama Santos, lalu berlanjut ke Genoa, Dinamo Zagreb, Sydney FC, dan Yokohama FC, sebelum bergabung dengan Fukushima United. Gol terakhir King Kazu di laga resmi terjadi pada musim 2023, sehingga banyak pihak meragukan kontribusinya. Gol ke gawang Sanuki menjadi jawaban tegas bahwa naluri golnya belum hilang.

Pernyataan Pelatih dan Respons Global

Pelatih Yuki Nagahama tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

‘Dia adalah atlet luar biasa. Di usia seperti itu, insting dan timing-nya masih sempurna. Kami sengaja memasangnya untuk memanfaatkan situasi crossing, dan dia membuktikan dengan sempurna. Itu bukan sekadar gol—itu adalah pesan,’
ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Rekan setim juga memberikan penghormatan. Tagar #KingKazu59 bergema di media sosial, sementara akun resmi J.League dan FIFA turut memberi selamat. Miura sendiri merendah, mengatakan bahwa ia hanya fokus membantu tim.

Statistik Kunci Pertandingan

Dari data yang terpantau, Fukushima United mendominasi dengan penguasaan bola 52%, unggul dalam tendangan sudut (6-3), namun hanya unggul tipis dalam tembakan tepat sasaran (4-3). Jumlah pelanggaran relatif bersih: fouls 8-9, tanpa kartu merah. Secara individu, Miura mencatatkan 1 gol dari 1 tembakan tepat sasaran, 2 duel udara dimenangkan, 1 peluang kunci diciptakan, dan akurasi umpan 88% dalam 23 menit. Sementara itu, Nakagawa yang menjadi kreator serangan melepaskan 2 umpan kunci dan sukses mengirim 3 crossing akurat dari 5 percobaan. Penjaga gawang Fukushima, Taiki Arai, juga layak dipuji dengan 2 penyelamatan krusial yang mengamankan clean sheet.

Kemenangan ini membawa Fukushima United naik ke peringkat ke-8 klasemen sementara J3 League, menjaga asa untuk menembus zona promosi. Namun di luar angka, cerita tentang King Kazu kembali menjadi topik hangat. Di tengah era modern yang dibanjiri pemain muda, Miura adalah oase—sebuah pengingat bahwa gairah dan dedikasi bisa mengalahkan usia. Masih adakah gol berikutnya? Fans Fukushima pasti berharap demikian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User