Kim Sang Sik Bawa Vietnam Raih Empat Gelar dalam Tiga Tahun

Vietnam menutup Piala AFF 2026 sebagai juara setelah mengalahkan Thailand 4-2 pada Rabu (26/8). Kemenangan tersebut bukan sekadar menambah trofi ke lemari prestasi The Golden Star Warriors, tetapi jug...

Aug 28, 2026 - 10:57
0 0
Kim Sang Sik Bawa Vietnam Raih Empat Gelar dalam Tiga Tahun

Vietnam menutup Piala AFF 2026 sebagai juara setelah mengalahkan Thailand 4-2 pada Rabu (26/8). Kemenangan tersebut bukan sekadar menambah trofi ke lemari prestasi The Golden Star Warriors, tetapi juga memperkuat catatan impresif Kim Sang Sik sejak dipercaya menangani tim nasional. Dalam kurun tiga tahun, pelatih asal Korea Selatan itu telah mengantar Vietnam meraih empat gelar, sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam perkembangan sepak bola negara tersebut.

Laga final berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Vietnam tampil agresif melalui formasi yang menjaga keseimbangan antara tekanan di lini depan dan perlindungan di area tengah. Thailand berusaha mengambil kendali lewat sirkulasi bola pendek, tetapi Vietnam mampu merespons dengan pressing terarah. Setiap kali lawan kehilangan bola, para pemain sayap langsung bergerak ke ruang kosong untuk membuka jalur serangan balik.

Vietnam Mengunci Final dengan Empat Gol

Menit ke-12, Vietnam memecah kebuntuan melalui skema serangan yang diawali dari sektor kanan. Bola dialirkan cepat menuju gelandang serang, sebelum diteruskan kepada penyerang yang menyelesaikan peluang dengan tendangan mendatar. Gol ini membuat Thailand mengubah pendekatan dan menaikkan garis pertahanan.

Respons tersebut justru memberi ruang bagi Vietnam. Menit ke-27, sebuah assist dari sisi kiri menghasilkan gol kedua setelah penyerang Vietnam memenangkan duel posisi di dalam kotak penalti. Thailand sempat memperkecil jarak sebelum turun minum, namun Vietnam tetap unggul 2-1 ketika kedua tim memasuki ruang ganti. Statistik babak pertama menunjukkan pertandingan berjalan seimbang dalam penguasaan bola, dengan Thailand lebih dominan dalam sirkulasi, sedangkan Vietnam lebih efektif ketika memasuki sepertiga akhir.

Memasuki babak kedua, Thailand meningkatkan intensitas dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Namun, Kim Sang Sik segera melakukan penyesuaian taktik. Struktur lini tengah dibuat lebih rapat, sementara full-back tidak lagi naik bersamaan. Perubahan itu membuat Vietnam lebih sulit ditembus dan menciptakan ruang bagi transisi cepat.

Menit ke-63, Vietnam kembali memimpin melalui tembakan dari luar kotak penalti. Bola bergerak deras ke sudut gawang setelah pemain tengah menerima umpan tarik dari garis akhir. Thailand mencoba menjawab dengan memasukkan penyerang tambahan, tetapi keputusan tersebut membuat jarak antarlini melebar.

Gol keempat Vietnam hadir pada menit ke-81 lewat serangan balik yang berlangsung hanya dalam beberapa sentuhan. Pemain sayap mengirim assist ke depan gawang, dan penyerang menyelesaikannya tanpa memberi kesempatan kepada kiper Thailand. Skor akhir 4-2 memastikan Vietnam mengangkat trofi Piala AFF 2026.

Data Final: Efektivitas Menjadi Pembeda

Vietnam memang tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola. Thailand mencatat sekitar 55 persen penguasaan bola, sementara Vietnam berada di angka 45 persen. Namun, efektivitas serangan menjadi faktor penentu. Vietnam membukukan 8 shots on target dari 13 percobaan, sedangkan Thailand menghasilkan 6 shots on target dari 15 tembakan.

Angka tersebut menggambarkan perbedaan pendekatan kedua tim. Thailand lebih sering menguasai bola dan membangun serangan secara perlahan, sedangkan Vietnam menunggu momen untuk menusuk melalui ruang di belakang bek. Formasi Vietnam juga terlihat fleksibel: saat bertahan, struktur berubah menjadi blok menengah yang kompak; ketika menyerang, kedua pemain sayap melebar untuk meregangkan pertahanan Thailand.

Wasit turut mendapat perhatian setelah beberapa insiden di kotak penalti diperiksa VAR. Satu gol Thailand sempat ditinjau karena dugaan offside, tetapi keputusan akhir menyatakan gol tetap sah. Pertandingan juga diwarnai beberapa kartu kuning akibat duel keras di lini tengah. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan hingga peluit panjang.

Kim Sang Sik dan Empat Trofi dalam Tiga Tahun

Keberhasilan di final ini memperpanjang rangkaian prestasi Kim Sang Sik bersama Vietnam. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, ia telah mengoleksi empat gelar dari berbagai kompetisi. Konsistensi tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah trofi, tetapi juga dari kemampuan tim menjaga standar performa ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Kim membangun tim yang mengandalkan disiplin posisi, kecepatan transisi, dan keberanian menekan pada momen yang tepat. Ia juga memberikan ruang bagi pemain muda untuk bersaing dengan anggota senior dalam starting XI. Kombinasi itu membuat Vietnam memiliki kedalaman skuad yang lebih baik, terutama ketika jadwal padat memaksa pergantian pemain.

“Kami menang karena seluruh pemain menjalankan rencana pertandingan dengan disiplin. Trofi ini penting, tetapi proses membangun tim belum selesai,” ujar Kim Sang Sik seusai laga.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan Kim yang tidak ingin tim terjebak dalam euforia. Vietnam memang tampil sebagai juara, tetapi tantangan berikutnya akan lebih berat. Lawan-lawan Asia Tenggara telah membaca pola permainan mereka, sehingga variasi formasi dan pengembangan pemain pelapis akan menjadi pekerjaan penting.

Era Baru Sepak Bola Vietnam

Empat gelar dalam tiga tahun memberi sinyal bahwa Vietnam sedang menikmati periode emas. Dukungan publik, kestabilan taktik, serta produktivitas lini depan menjadi fondasi utama keberhasilan tersebut. Kemenangan 4-2 atas Thailand juga memperlihatkan bahwa Vietnam mampu tetap tenang dalam pertandingan dengan tekanan besar.

Dengan catatan tersebut, Kim Sang Sik kini menghadapi ekspektasi yang lebih tinggi. Setiap turnamen akan membawa tuntutan untuk mempertahankan standar, bukan sekadar mengulang keberhasilan. Jika organisasi tim, regenerasi, dan konsistensi performa terus terjaga, Vietnam berpeluang menjadikan era Kim sebagai salah satu babak paling sukses dalam sejarah sepak bola mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User