Kiandra Ramadhipa Finis ke-12 di Magny-Cours, Amankan Empat Poin

Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis, menjadi panggung penutup paruh pertama musim Moto3 Junior World Championship bagi pebalap Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Pada Minggu (26/7/2026), pembalap ...

Jul 28, 2026 - 04:27
0 0
Kiandra Ramadhipa Finis ke-12 di Magny-Cours, Amankan Empat Poin

Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis, menjadi panggung penutup paruh pertama musim Moto3 Junior World Championship bagi pebalap Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Pada Minggu (26/7/2026), pembalap berusia 16 tahun asal Sleman itu menyelesaikan balapan 20 lap di posisi ke-12, sekaligus mengamankan tambahan empat poin krusial yang membawanya naik ke peringkat ke-24 klasemen sementara dengan total 11 poin. Balapan yang dimulai pukul 14.30 waktu setempat ini diwarnai suhu lintasan 42 derajat Celsius dan angin samping kencang, memaksa seluruh pembalap melakukan penyesuaian mapping mesin dan pemilihan kompon ban depan yang tepat.

Start dari grid ke-18 setelah sesi kualifikasi yang mencatatkan best lap 1 menit 43,889 detik, Kiandra langsung menunjukkan agresivitas di tikungan pertama, Estoril. Dengan memanfaatkan slipstream dari grup depan, ia naik tiga posisi hanya dalam setengah lap pembuka, melewati dua pembalap Spanyol dan satu pembalap Jepang di sektor cepat antara tikungan Adelaide dan Imola. Data telemetri yang dirilis tim menunjukkan top speed 238 km/jam di straight utama—tertinggi kedua dari seluruh motor Honda NSF250RW yang berlaga hari itu, hanya kalah 1,5 km/jam dari polesitter.

Mengelola Degradasi Ban di Lintasan Tua

Sesi 20 lap di Magny-Cours menjadi ajang adu strategi pit board dan manajemen ban belakang. Kiandra, yang memulai dengan ban depan medium dan belakang soft, terpaksa bermain lebih konservatif sejak lap ke-7 ketika grip rear tyre mulai menurun drastis di sektor lambat—khususnya di tikungan 180-degree hairpin dan chicane Lycée. Lean angle yang sempat menyentuh 62 derajat di sektor tersebut membuat suhu karkas ban belakang sempat melampaui ambang target dan memaksa pembalap bernomor 18 itu memperlambat entry speed rata-rata 0,3 detik per tikungan.

"Saya mendapat sinyal dari pit wall untuk menjaga konsistensi di 1 menit 44 detik flat, dan menghindari overtake agresif di tikungan Adelaide karena zona pengereman di sana sangat rawan lowside," ujar Kiandra melalui rilis tim. Meski begitu, ia tidak kehilangan posisi signifikan. Pada lap ke-11, pertarungan sengit terjadi dengan pembalap Italia, Luca Baggio, yang berusaha menyusul melalui inside line di tikungan Nurburgring. Kiandra mempertahankan racing line lebar dan memaksa Baggio mengerem lebih dalam hingga nyaris melebar ke gravel trap, sebuah defensive maneuver yang kemudian dipuji oleh krunya sebagai manajemen ruang balap dewasa untuk usianya.

Lap Terakhir: Data, Waktu, dan Posisi Finis

Memasuki lima lap terakhir, Kiandra berhasil menjauh dari kelompok pengejar berkat restart activity yang rapi setelah insiden Virtual Safety Car di lap ke-15 (pecahan fairing di trek). Catatan waktu konsisten 1 menit 44,1 detik membantunya menjaga gap 1,2 detik dari pembalap di belakang. Di lap terakhir, ia mencatat best personal lap 1 menit 43,602 detik—lebih cepat 0,2 detik dari kualifikasinya—sebagai bukti bahwa potensi motor masih tersisa tetapi strategi konservasi yang ketat di awal balapan tidak memungkinkan eksploitasi penuh.

Finis P12 dari 28 starter ini menyamai hasil terbaiknya musim ini di Barcelona, sekaligus menandai kali keempat ia masuk zona poin. Dari total 20 lap yang diselesaikan dalam waktu 35 menit 51,334 detik, Kiandra hanya kehilangan 0,4 detik rerata per lap dari pimpinan balapan, angka yang cukup kompetitif untuk tim privat non-factory. Empat poin di Prancis membuatnya kini hanya terpaut 7 poin dari posisi 20 besar, sebuah target realistis untuk paruh kedua musim.

Persiapan Jeda Musim dan Evaluasi Teknis

Tim akan memanfaatkan jeda tengah musim selama tiga pekan untuk evaluasi menyeluruh pada suspensi dan mapping mesin. Data dari Magny-Cours menunjukkan kelemahan di akselerasi keluar tikungan lambat yang menyumbang defisit waktu 0,2 detik setiap lap dibandingkan motor tercepat. Engine brake calibration dan adjustment swingarm pivot akan menjadi agenda utama workshop AHM Racing di Barcelona.

"Empat poin ini seperti podium kemenangan kecil bagi tim kami. Magny-Cours bukan sirkuit favorit Kiandra, jadi hasil ini menunjukkan pematangan kemampuannya dalam membaca balapan," ujar Technical Director tim. Paruh kedua musim akan dimulai di Portimao, Portugal, pada 16 Agustus 2026, dengan target ambisius menembus posisi 15 besar klasemen akhir. Kiandra sendiri optimis: "Kami belum menunjukkan performa 100 persen. Jeda ini akan menjadi momen tepat untuk mengisi ulang dan kembali lebih tajam."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User