Keok dari Persib, Santos Sebut Duel Panas di Piala Presiden Tetap Memukau
Babak penyisihan Piala Presiden 2026 menyajikan pertarungan sengit antara Persib Bandung melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabt...
Babak penyisihan Piala Presiden 2026 menyajikan pertarungan sengit antara Persib Bandung melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu malam. Meski harus menelan pil pahit kekalahan, Pelatih Arema FC Maros Santos justru memuji kualitas hiburan yang tersaji sepanjang 90 menit — sebuah apresiasi langka dari juru taktik tim yang baru saja dibungkam.
Persib membuka keunggulan cepat melalui skema serangan balik mematikan pada menit ke-12. David da Silva, yang tampil sebagai ujung tombak formasi 4-3-3 racikan Bojan Hodak, melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Arema, Teguh Amiruddin. Gol tersebut lahir dari assist terukur Ciro Alves yang berhasil membaca pergerakan rekan setimnya di ruang antara bek tengah dan bek kiri Singo Edan.
Dominasi Statistik yang Menyesatkan
Paradoks menarik tersaji dalam lembar statistik pertandingan. Arema FC justru unggul dalam penguasaan bola dengan angka 54,3% berbanding 45,7% milik Persib. Tim tamu juga mencatatkan 487 umpan sukses dari 542 percobaan, menunjukkan sirkulasi bola yang cukup rapi di lini tengah. Namun, efektivitas menjadi pembeda tajam — dari enam shots on target yang dilepaskan Persib, tiga di antaranya berbuah gol. Sementara Arema hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari total delapan percobaan.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Santos sejatinya mampu mengontrol tempo di babak pertama. Gelandang jangkar Jayus Hariono dan Arkhan Fikri bekerja keras memutus transisi Persib. Namun, koordinasi lini belakang kerap goyah saat menghadapi kecepatan trio penyerang tuan rumah. Menit ke-34, blunder fatal bek tengah Bagas Adi Nugroho yang salah mengantisipasi umpan silang Febri Hariyadi berujung gol kedua Persib — kali ini diselesaikan oleh sundulan akurat Rachmat Irianto yang berdiri bebas di tiang jauh.
Reaksi Cepat yang Terlambat
Tertinggal dua gol memaksa Santos melakukan penyesuaian taktis di awal babak kedua. Masuknya Dedik Setiawan menggantikan Muhammad Rafli membawa dimensi berbeda di lini depan. Arema beralih ke formasi 4-4-2 lebih ofensif, mendorong kedua bek sayap naik lebih tinggi. Hasilnya, tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan gol hiburan pada menit ke-67. Sepakan first-time Gustavo Almeida dari dalam kotak enam yard memanfaatkan bola muntah tendangan Evan Dimas berhasil merobek jala gawang Teja Paku Alam.
Stadion sempat bergemuruh ketika Arema nyaris menyamakan kedudukan. Menit ke-74, tembakan melengkung Dendi Santoso hanya berjarak beberapa sentimeter dari mistar gawang. Satu menit berselang, wasit menganulir gol Jayus Hariono setelah VAR mengonfirmasi posisi offside tipis dalam proses build-up serangan. Momentum kebangkitan Singo Edan akhirnya dipatahkan oleh gol penutup Persib pada menit ke-82. Serangan balik mematikan yang diinisiasi Marc Klok diselesaikan dengan dingin oleh Ezra Walian — skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.
Apresiasi Maros Santos di Tengah Kekalahan
Dalam konferensi pers seusai laga, Santos justru memancarkan aura positif yang tak lazim dari seorang pelatih yang baru saja kalah. Ia menyebut pertandingan ini sebagai salah satu tontonan terbaik di fase grup Piala Presiden 2026. “Kedua tim bermain terbuka, menciptakan banyak peluang, dan suporter mendapatkan apa yang mereka bayar. Inilah sepak bola — kadang kamu kalah, tapi nilai hiburan tetap harus dijaga,” ujarnya.
Santos juga menyoroti perkembangan permainan anak asuhnya yang menurutnya jauh lebih baik dibanding laga sebelumnya. Statistik memperkuat klaim tersebut — Arema mencatatkan 12 intersep dan 8 tekel sukses di sepertiga lapangan tengah, menunjukkan agresivitas yang meningkat signifikan. Masalah penyelesaian akhir dan konsentrasi di momen-momen krusial menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan sebelum kompetisi liga bergulir.
Kartu kuning yang diterima Bagas Adi Nugroho pada menit ke-55 serta akumulasi pelanggaran tim yang mencapai 14 kali juga menjadi catatan evaluasi. Disiplin taktis saat menghadapi tim dengan transisi cepat seperti Persib akan menjadi kunci di pertemuan-pertemuan berikutnya. Dengan hasil ini, Persib memuncaki klasemen sementara grup, sementara Arema harus berjuang keras di dua laga tersisa untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.
Comments (0)