Kenan Yildiz Cetak Gol Spektakuler dan Ukir Rekor di Piala Super Italia

Skor akhir Juventus 1-2 AC Milan. Itulah hasil semifinal Piala Super Italia 2025 yang berlangsung di Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu dini hari WIB. Namun malam itu tetap layak dikenang oleh s...

Aug 24, 2026 - 01:57
0 0
Kenan Yildiz Cetak Gol Spektakuler dan Ukir Rekor di Piala Super Italia

Skor akhir Juventus 1-2 AC Milan. Itulah hasil semifinal Piala Super Italia 2025 yang berlangsung di Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu dini hari WIB. Namun malam itu tetap layak dikenang oleh suporter Juventus, bukan karena hasilnya, melainkan karena satu gol yang lahir dari kaki Kenan Yildiz pada menit ke-80. Sepakan dari luar kotak penalti itu sempat menyamakan kedudukan sebelum Milan memastikan tiket final lewat gol bunuh diri Federico Gatti di pengujung laga.

Duel dua raksasa Serie A ini berjalan sengit sejak menit pertama. Data akhir pertandingan menunjukkan penguasaan bola 54 persen untuk Milan dan 46 persen untuk Juventus. Dari sisi peluang, Juventus melepaskan 15 tembakan dengan 4 shots on target, sementara Milan hanya butuh 14 percobaan untuk menghasilkan 6 tembakan mengarah ke gawang. Efisiensi menjadi pembeda utama kedua tim pada laga yang dimainkan di tengah suasana panas gurun itu.

Babak Pertama: Perang Strategi yang Imbang

Thiago Motta menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Yildiz sebagai trequartista di belakang penyerang tengah, dengan dua gelandang bertahan yang bertugas memutus aliran bola Milan. Di sisi lain, Sergio Conceicao menjawab dengan formasi serupa: 4-2-3-1 yang mengandalkan Christian Pulisic di sisi kanan dan Rafael Leao di kiri untuk terus menekan bek sayap Juventus.

Babak pertama berakhir 0-0, tetapi bukan tanpa peluang. Yildiz nyaris membuka keunggulan pada menit ke-23 ketika melepaskan tendangan first time dari tepi kotak penalti, namun Maignan masih sigap menepis bola ke sudut gawang. Di sisi lain, Milan mengancam lewat Leao pada menit ke-31; tembakannya melambung tipis di atas mistar. Dua kali wasit menghentikan permainan karena offside, dan satu keputusan VAR sempat membuat bangku cadangan Juventus berdebat pada menit ke-41, ketika insiden handball di dalam kotak penalti tidak dilanjutkan menjadi penalti.

Menit ke-71 dan Gol yang Mengubah Arah Laga

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-71. Pulisic, yang bergerak dari sisi kanan, menerima umpan terobosan dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Kiper Juventus sempat menjangkau bola, tetapi lajunya terlalu deras — skor berubah menjadi 1-0 untuk Milan. Gol itu lahir dari transisi cepat setelah Juventus kehilangan bola di lini tengah, pola yang sepanjang malam menjadi senjata andalan tim asal kota mode itu.

Alih-alih menekan dengan panik, Juventus justru merespons dengan dingin. Pada menit ke-80, Yildiz menerima bola di sisi kiri kotak penalti, melakukan satu sentuhan kontrol untuk menciptakan ruang tembak, lalu melepaskan tendangan melengkung yang menghujam deras ke sudut atas gawang. Maignan hanya bisa mematung; bola masuk melewati jangkauan kiper asal Prancis itu. Wasit sempat mengecek posisi Yildiz melalui VAR untuk memastikan tidak ada offside, dan gol pun dinyatakan sah. Al-Awwal Park bergemuruh saat skor kembali imbang 1-1.

Drama Gatti dan Statistik Penutup

Drama belum selesai. Pada menit ke-86, sundulan keras pemain Milan membentur kaki Federico Gatti dan berbelok arah melewati kipernya sendiri. Gol bunuh diri itu memastikan Milan unggul lagi 2-1 dan bertahan hingga peluit panjang. Wasit mengeluarkan dua kartu kuning di sisa waktu, satu untuk gelandang Milan akibat pelanggaran keras dan satu untuk bek Juventus yang memprotes keputusan. Di masa injury time, Juventus nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Dusan Vlahovic pada menit ke-90+3, tetapi Maignan kembali tampil sebagai penyelamat dengan penyelamatan kelas dunia.

Catatan akhir laga: Milan mencatatkan 6 pelanggaran dan dua offside, sementara Juventus melakukan 11 pelanggaran. Kedua tim sama-sama memenangi delapan duel udara. Namun yang paling menentukan adalah penyelesaian akhir: Milan hanya butuh 6 shots on target untuk mencetak 2 gol, sedangkan Juventus hanya mampu mengonversi 1 dari 4 peluang emasnya.

Catatan Mengagumkan Yildiz

Meski timnya tersingkir, Yildiz menorehkan catatan yang mengagumkan. Gol pada menit ke-80 itu menjadikannya pencetak gol termuda Juventus dalam sejarah Piala Super Italia, sekaligus salah satu pemain kelahiran 2005 pertama yang mampu membobol gawang AC Milan di ajang ini. Musim ini, pemain asal Turki itu telah mengoleksi belasan kontribusi gol di semua kompetisi, baik lewat torehan gol maupun assist, sebuah bukti konsistensi yang luar biasa di usianya yang baru menginjak 19 tahun.

“Dia masih sangat muda dan memiliki masa depan yang luar biasa. Gol seperti itu hanya bisa lahir dari pemain dengan keberanian dan kualitas teknis tinggi,” ujar Thiago Motta dalam konferensi pers usai laga. “Kami kalah malam ini, tetapi Yildiz membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola Italia saat ini.”

Kekalahan ini memaksa Juventus pulang tanpa clean sheet, sekaligus mengakhiri langkah mereka di Piala Super Italia 2025. Sementara itu, AC Milan melaju ke partai final dan akan menunggu pemenang semifinal lain antara Inter Milan dan Atalanta.

Bagi Yildiz, malam di Riyadh adalah bukti bahwa usia hanyalah angka. Dengan gol spektakuler yang lahir dari keberanian mengambil risiko, ia menegaskan statusnya sebagai bintang masa depan Juventus dan sepak bola Eropa. Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi catatan yang ia torehkan akan dikenang lebih lama daripada sekadar hasil akhir pertandingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User