Kemeriahan Parade Budaya di CFD Bundaran HI: Tari Syrtos Yunani hingga Bandrong Cilegon Hipnotis Warga

Jakarta - Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang akrab disapa Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pagi ini mendadak berubah menjadi panggung budaya internasion

Jul 08, 2026 - 04:52
0 1
Kemeriahan Parade Budaya di CFD Bundaran HI: Tari Syrtos Yunani hingga Bandrong Cilegon Hipnotis Warga

Jakarta - Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang akrab disapa Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pagi ini mendadak berubah menjadi panggung budaya internasional. Ribuan warga yang biasanya memadati kawasan tersebut untuk berolahraga dan bersantai, kali ini disuguhi tontonan spektakuler berupa parade budaya dari gelaran Jakarta World Folklore Festival (JWFF).

Berdasarkan laporan tim Beritainti.com di lokasi pada Minggu (5/7/2026), iring-iringan peserta parade dimulai dari kawasan Patung Sudirman. Rombongan yang terdiri dari perwakilan tujuh negara itu lantas bergerak menyusuri jalan utama yang bebas kendaraan sembari menampilkan aksi terbaik mereka di titik-titik strategis, seperti di dekat Halte Tosari hingga pusat keramaian di Bundaran HI.

"Ini luar biasa, kami bisa melihat tarian dari berbagai negara secara langsung. Anak-anak juga senang sekali, ini hiburan yang edukatif," ujar salah seorang warga yang antusias mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya.

Antusiasme warga terlihat jelas. Mereka membentuk barikade manusia di sepanjang rute parade, menyorakkan tepuk tangan saat para penari menunjukkan kebolehan mereka di aspal yang biasanya dipenuhi pesepeda dan pejalan kaki. Sorak sorai penonton semakin riuh ketika perwakilan dari Yunani memulai penampilan. Mereka membawakan Tari Syrtos, tarian rakyat klasik Negeri Para Dewa yang sarat akan nilai kebersamaan. Gerakan melingkar yang khas serta hentakan kaki yang lembut namun ritmis dari para penari Yunani itu berhasil membawa atmosfer Mediterania ke tengah gedung pencakar langit Jakarta.

Tak kalah memukau, Indonesia melalui perwakilan dari Cilegon, Banten, unjuk gigi dengan Tari Bandrong. Tarian tradisional yang sarat akan sejarah maritim dan semangat perjuangan masyarakat pesisir Banten ini dipentaskan dengan energik. Gerakan dinamis yang menirukan ketangkasan para pelaut tempo dulu berpadu apik dengan kostum adat yang penuh warna, sontak membuat warga yang berdesakan di sudut Bundaran HI berdecak kagum. Aksi para penari Cilegon ini sekaligus menjadi penegas kekayaan budaya lokal di tengah kemeriahan kolaborasi internasional.

Selain Yunani dan Indonesia, sejumlah perwakilan negara lain juga turut meramaikan panggung bebas polusi itu. Parade diwarnai oleh pesona budaya dari Filipina, kemegahan tarian khas Rusia, gerakan enerjik perwakilan Romania, keanggunan Polandia, serta pesona modern-tradisional dari Korea. Perpaduan ragam warna, musik, dan gerakan tari dari berbagai belahan dunia ini menciptakan pemandangan kontras yang unik: deretan gedung tinggi dan pusat bisnis Jakarta yang biasanya kaku, pagi itu berubah menjadi kawah candradimuka diplomasi budaya yang merakyat.

Penyelenggaraan parade budaya ini dinilai sebagai langkah efektif untuk mendekatkan seni tradisi kepada masyarakat urban sekaligus mengukuhkan Jakarta sebagai kota yang inklusif terhadap keberagaman global. Pantauan media kami menunjukkan bahwa hingga acara berakhir, kerumunan warga enggan bubar dan terus mengabadikan setiap momen pertunjukan. Bagi warga Ibu Kota, pagi yang biasanya diisi dengan lari pagi dan sarapan di pinggir jalan, kali ini berubah menjadi perjalanan wisata dunia tanpa perlu membeli tiket pesawat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User