Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Tunanetra

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas netra dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada Persatuan Tunanetra

Jul 08, 2026 - 05:05
0 1
Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Tunanetra

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas netra dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas bantuan fisik, tetapi juga mencakup program pelatihan keterampilan, inisiatif pemberdayaan, serta fasilitasi akses dan pengembangan usaha bagi para anggota Pertuni di seluruh Indonesia.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat menerima audiensi Ketua Umum Pertuni Setiawan Gema Budi di Kafe Selalu Ada Kopi, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyoroti potensi besar yang dimiliki Pertuni, khususnya dari sisi infrastruktur yang sudah tersedia dan siap untuk dioptimalkan.

"Ini (Pertuni) punya gedung, gedungnya sudah siap. Tinggal dibantu fasilitasnya itu," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah, melalui Kemensos, melihat kebutuhan mendesak untuk melengkapi sarana dan prasarana yang sudah dimiliki Pertuni. Dengan gedung yang telah berdiri, intervensi berupa penyediaan fasilitas pendukung dinilai menjadi kunci untuk mengubah aset tersebut menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang dikelola oleh dan untuk penyandang tunanetra.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa penguatan fasilitas milik Pertuni merupakan bagian integral dari upaya mendorong kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas netra. Konsep kemandirian ini menjadi prioritas utama Kemensos, sejalan dengan visi perlindungan sosial yang inklusif dan memberdayakan. Ketersediaan fasilitas yang memadai di dalam gedung Pertuni diharapkan dapat menjadi hub bagi berbagai pelatihan vokasional, ruang kreasi produk, serta etalase pemasaran yang menghubungkan karya tunanetra langsung dengan pasar.

Dukungan multidimensi ini mencerminkan pendekatan holistik Kemensos dalam menangani isu disabilitas. Selain bantuan fisik seperti alat bantu dan renovasi ruang, Kemensos juga berkomitmen menggulirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan usaha mikro dan kecil, serta membuka akses permodalan dan jejaring bisnis. Langkah ini diyakini akan mampu menurunkan angka pengangguran di kalangan penyandang disabilitas netra dan meningkatkan partisipasi mereka dalam rantai ekonomi nasional.

Audiensi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi momentum dialog antara pemerintah dan organisasi penyandang disabilitas tentang tantangan riil di lapangan. Sinergi antara Kebijakan Kemensos dan aspirasi akar rumput yang disuarakan Pertuni diharapkan melahirkan program-program yang tepat guna dan berkelanjutan, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang setara dan aksesibel bagi seluruh warga negara dapat terealisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User