Kemenag Tegur MTs di Demak soal Penari Rok Mini Saat Acara Tahun Baru Islam

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak memberikan teguran resmi kepada pihak MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, terkait penampilan penari perempuan yang mengenakan rok mini dalam sebuah

Jul 06, 2026 - 13:44
0 1
Kemenag Tegur MTs di Demak soal Penari Rok Mini Saat Acara Tahun Baru Islam

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak memberikan teguran resmi kepada pihak MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, terkait penampilan penari perempuan yang mengenakan rok mini dalam sebuah grup drumband saat acara penyambutan tahun baru Hijriah. Insiden ini memicu perbincangan di kalangan masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang dijunjung oleh lembaga pendidikan berbasis agama tersebut.

Pemanggilan Panitia untuk Klarifikasi

Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritainti.com, Jumat (26/6/2026), Kepala Kantor Kemenag Demak, Abdur Rouf, telah memanggil pihak panitia acara pada Senin (22/6). Dalam pertemuan itu, panitia dimintai klarifikasi mengenai detail persiapan dan aturan yang diterapkan kepada para penampil. Dari hasil klarifikasi terungkap bahwa panitia sebenarnya telah menyampaikan imbauan kepada grup drumband untuk berpakaian secara etis. Namun, imbauan tersebut tidak dirinci secara spesifik, sehingga menimbulkan celah interpretasi yang berujung pada penampilan dinilai kurang pantas.

"Mereka sudah menyampaikan (kepada grup drumband yang akan mengikuti acara), yang beretika. Tapi tidak dijelaskan secara rinci seperti apa, misalkan harus pakaian sopan, menutup aurat," kata Rouf saat dihubungi media kami.

Pernyataan ini menunjukkan adanya kekurangan dalam penegasan standar busana. Panitia tidak memberikan contoh konkret atau panduan tertulis yang mengatur jenis pakaian yang harus dikenakan oleh peserta drumband. Akibatnya, beberapa penari perempuan tampil dengan rok mini yang mengekspos bagian aurat, memicu reaksi dan kritik dari sejumlah pihak yang menyaksikan acara secara langsung maupun melalui media sosial.

Respons Kemenag dan Pembinaan Lanjutan

Menindaklanjuti kejadian ini, Kemenag Demak tidak hanya menegur secara lisan, tetapi juga berencana memberikan pembinaan kepada seluruh panitia dan pihak sekolah terkait penyelenggaraan acara berbasis nilai keislaman. Abdur Rouf menekankan pentingnya setiap kegiatan di bawah naungan lembaga pendidikan Islam untuk memperhatikan aspek syariat, termasuk dalam hal busana, tata krama, dan etika publik. "Kami akan memastikan ke depan ada pedoman yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang," imbuhnya.

Pihak MTs-MA NU Mranggen sendiri menyatakan siap menerima teguran tersebut dan berjanji akan mengevaluasi seluruh proses perencanaan acara. Mereka mengakui kelalaian dalam menyusun aturan yang terukur bagi penampil, serta berkomitmen untuk memperketat standar seleksi dan tata busana pada kegiatan mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi institusi pendidikan Islam lainnya agar lebih cermat dalam merancang acara yang melibatkan publik. Pengawasan terhadap detail kecil seperti busana penari dinilai krusial untuk menjaga citra dan integritas lembaga di tengah masyarakat. Kemenag Demak berharap semua pihak dapat belajar dari insiden ini dan memperkuat koordinasi demi mewujudkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat akan adab dan norma agama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User