Kartu Merah Embolo Ubah Segalanya, Argentina Singkirkan Swiss 2-1

Skor akhir 2-1 untuk Argentina, namun angka di papan skor Stadion SoFi itu hanya separuh cerita. Perempat final Piala Dunia 2026 ini akan selalu dikenang lewat satu momen: kartu merah Breel Embolo pad...

Aug 09, 2026 - 13:10
0 0
Kartu Merah Embolo Ubah Segalanya, Argentina Singkirkan Swiss 2-1

Skor akhir 2-1 untuk Argentina, namun angka di papan skor Stadion SoFi itu hanya separuh cerita. Perempat final Piala Dunia 2026 ini akan selalu dikenang lewat satu momen: kartu merah Breel Embolo pada menit ke-58, hasil tinjauan VAR panjang yang mengubah arah pertandingan secara total. Gol Julián Álvarez dan Lautaro Martínez membawa La Albiceleste ke semifinal, sementara Swiss pulang dengan kepala tegak dan sejuta tanya tentang keputusan wasit Szymon Marciniak.

Secara statistik, Argentina memang dominan. Penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen, 18 tembakan dengan 8 shots on target, dan 7 tendangan sudut menunjukkan siapa yang memegang kendali permainan. Tetapi Swiss yang tampil disiplin dalam formasi 3-4-2-1 racikan Murat Yakin sempat membuat sang juara bertahan frustrasi, bahkan mampu menyamakan kedudukan sebelum jeda.

Babak Pertama: Adu Cerdas Scaloni dan Yakin

Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Emiliano Martínez di bawah mistar, trio Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister di lini tengah, plus trisula Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Nico Paz di depan. Argentina langsung menekan sejak peluit dibunyikan. Menit ke-23, Messi menerima bola di half-space kanan, mengangkat kepala, lalu melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek tengah Swiss. Álvarez berlari lepas dari jebakan offside dan menaklukkan Gregor Kobel dengan penyelesaian kaki kiri ke sudut jauh. 1-0 untuk Argentina, assist kesekian Messi di turnamen ini.

Swiss tidak panik. Yakin memerintahkan Granit Xhaka turun lebih dalam untuk menyeimbangkan lini tengah, dan strategi itu membuahkan hasil. Menit ke-41, dari skema sepak pojok, Rubén Vargas mengirim umpan melengkung ke tiang jauh. Embolo melompat lebih tinggi dari Cristian Romero dan menanduk bola dengan keras ke gawang Emiliano Martínez. Skor 1-1, dan babak pertama ditutup dengan Swiss yang justru tampil lebih percaya diri memasuki ruang ganti.

Menit ke-58: Drama VAR yang Mengubah Segalanya

Lalu datang momen itu. Menit ke-58, Embolo berduel memperebutkan bola liar di lini tengah dengan Enzo Fernández. Sang striker datang dengan kecepatan tinggi, kaki terangkat, dan sol sepatunya mendarat di pergelangan kaki gelandang Argentina tersebut. Marciniak awalnya hanya mengacungkan kartu kuning, tetapi ofisial VAR memanggilnya ke monitor pinggir lapangan. Setelah meninjau tayangan ulang hampir dua menit, keputusan berubah drastis: kartu merah langsung untuk Embolo karena pelanggaran serius yang membahayakan lawan.

Keputusan itu memicu protes keras dari bench Swiss. Yakin tampak tidak percaya, sementara Xhaka harus menenangkan rekan-rekannya yang mengerumuni wasit. Ironisnya, Embolo adalah pemain terbaik Swiss hingga menit itu: 1 gol, 3 tembakan, 2 shots on target, dan 5 duel dimenangkan. Kehilangan striker sekaligus pencetak gol membuat seluruh rencana permainan Swiss runtuh seketika.

Babak Kedua: Sepuluh Pemain Swiss Bertahan Mati-matian

Bermain dengan sepuluh orang, Swiss beralih ke blok rendah 5-3-1. Kobel menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan, termasuk menepis tendangan keras Mac Allister dari luar kotak penalti pada menit ke-70. Argentina terus menekan tanpa henti, dan Scaloni merespons dengan memasukkan Lautaro Martínez serta Thiago Almada untuk menambah daya gedor di sepertiga akhir.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-84. Almada menusuk dari sisi kiri, melepaskan umpan silang mendatar yang disambut Lautaro dengan sontekan first-time di dalam kotak penalti. 2-1 untuk Argentina. Swiss nyaris menyamakan skor pada masa injury time ketika sundulan Zeki Amdouni memanfaatkan situasi bola mati meluncur ke sudut gawang, tetapi Emiliano Martínez melakukan penyelamatan spektakuler. Peluit panjang berbunyi, Argentina lolos ke semifinal.

Angka di Balik Laga

Data akhir mencatat Argentina melepaskan 18 tembakan berbanding 9 milik Swiss, dengan shots on target 8-3. Swiss melakukan 16 pelanggaran dan menerima 2 kartu kuning plus 1 kartu merah, sementara Xhaka dan De Paul sama-sama diganjar kartu kuning pada babak kedua. Kobel mencatatkan 6 penyelamatan, angka tertinggi bagi kiper mana pun di fase gugur sejauh ini.

Kredit penuh untuk Swiss, mereka membuat kami menderita selama 90 menit. Soal kartu merah, wasit dan VAR sudah melihatnya dari semua sudut. Kami hanya fokus pada permainan kami sendiri, ujar Scaloni usai laga.
Saya tidak ingin banyak bicara soal wasit, tetapi keputusan itu menghancurkan pertandingan kami. Para pemain saya adalah pahlawan malam ini, tegas Yakin dengan nada kecewa.

Argentina kini menantikan lawan di semifinal dengan misi mempertahankan gelar, sementara Swiss mengakhiri perjalanan bersejarah mereka dengan satu pertanyaan yang mungkin tak pernah terjawab: bagaimana jika Embolo tetap berada di lapangan?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User