Kapolri Ungkap Antisipasi Berkembangnya Fenomena Nihilistic Violent Extremism
Beritainti.com, Jakarta — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman terorisme. Sal
Beritainti.com, Jakarta — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman terorisme. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah langkah antisipasi terhadap berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism di Tanah Air.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Sigit dalam sambutannya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Pusat Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Acara puncak tersebut turut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menandai pentingnya sinergi antara Polri dan pemerintah dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer.
"Penanggulangan terorisme kami lakukan secara berkelanjutan melalui dua strategi utama, yaitu soft approach dan hard approach. Berkat pendekatan ini, Indonesia mampu mempertahankan status zero terrorist attack atau nol serangan teroris sejak tahun 2023," ujar Kapolri di hadapan peserta upacara.
Dalam pemaparannya, Kapolri menjelaskan bahwa strategi soft approach mencakup program deradikalisasi, kontra-narasi, serta pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme dan keluarganya. Sementara itu, hard approach diwujudkan melalui operasi penindakan tegas oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang terus memburu jaringan teroris aktif, termasuk mereka yang terpapar paham nihilistic violent extremism — sebuah ideologi ekstrem yang menolak nilai-nilai sosial dan kemanusiaan dengan mendorong kekerasan tanpa tujuan politik yang jelas.
Jenderal Sigit menekankan bahwa munculnya varian ekstremisme baru ini membutuhkan adaptasi taktik dan peningkatan kemampuan intelijen Polri. "Kami terus memonitor dinamika global yang memengaruhi radikalisasi di Indonesia, terutama melalui platform digital. Fenomena nihilistic violent extremism ini cenderung menyasar kalangan muda yang rentan," tambahnya.
Keberhasilan Indonesia mempertahankan rekor nihil serangan teroris sejak 2023 menjadi cerminan efektifitas kolaborasi antara Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), TNI, serta dukungan masyarakat. Kapolri optimistis bahwa dengan pendekatan komprehensif, Indonesia dapat terus menjadi contoh global dalam penanganan terorisme berbasis pencegahan dan penegakan hukum.
Pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini, momentum usia ke-80 Korps Bhayangkara menjadi refleksi pengabdian Polri yang semakin modern, responsif, dan dekat dengan rakyat dalam menghadapi ancaman keamanan yang terus berevolusi.
Comments (0)