JEMBRANA — Bupati Kembang Minta Rehabilitasi 34 Sekolah Berkualitas Tinggi

Pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Jembrana, Bali, memasuki fase krusial seiring berjalannya program pembenahan fasilitas fisik di puluhan satuan p

Sep 16, 2026 - 19:40
0 0
JEMBRANA — Bupati Kembang Minta Rehabilitasi 34 Sekolah Berkualitas Tinggi

Pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Jembrana, Bali, memasuki fase krusial seiring berjalannya program pembenahan fasilitas fisik di puluhan satuan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi menggulirkan proyek perbaikan untuk 34 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Kendati proyek fisik ini dituntut rampung sesuai jadwal, faktor kualitas material dan keselamatan jangka panjang menjadi harga mati yang tidak boleh dikompromikan oleh para kontraktor pelaksana.

Penekanan tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melakukan inspeksi mendadak ke beberapa lokasi proyek pada Selasa (15/9/2026). Didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora), jajaran kepala sekolah, serta perwakilan komite sekolah, Bupati Kembang memantau secara mendalam progres pengerjaan di SDN 2 Banjar Tengah dan SDN 2 Loloan Barat, Kecamatan Negara.

Prioritas Ketahanan Bangunan dan Keselamatan Siswa

Dalam peninjauan tersebut, perhatian utama Bupati Kembang tertuju pada spesifikasi material konstruksi yang digunakan, terutama pada bagian struktur atap. Menurutnya, percepatan fisik tidak boleh mengorbankan standar keamanan, mengingat bangunan tersebut akan menampung ratusan siswa dan tenaga pendidik setiap harinya. Pilihan material berdurabilitas tinggi dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk mencegah pemborosan anggaran pemeliharaan di masa mendatang.

Politisi senior PDI Perjuangan itu mengkritik keras kebiasaan pengerjaan proyek fisik yang sekadar mengejar target administratif tanpa memperhitungkan ketahanan jangka panjang. Secara khusus, ia menyoroti kualitas baja konstruksi atap yang wajib memiliki daya tahan hingga puluhan tahun agar tidak membebankan APBD di kemudian hari.

"Untuk atap yang menggunakan baja, harus baja yang bagus, supaya bisa bertahan hingga 30-40 tahun," tegas Bupati I Made Kembang Hartawan di sela-sela peninjauan.

Langkah pengawasan lapangan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Pada pekan sebelumnya, Bupati Kembang juga telah menyisir progres rehabilitasi di SDN 1 Dangin Tukadaya di Kecamatan Jembrana dan SDN 2 Yehembang di Kecamatan Mendoyo. Evaluasi berkala ini bertujuan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah dan pusat yang dialokasikan benar-benar memberikan rasa aman serta kenyamanan belajar bagi para siswa.

Dilema Ketimpangan Guru di Tengah Perbaikan Infrastruktur

Meskipun pembenahan fisik gedung sekolah menunjukkan tren positif, sektor pendidikan Jembrana masih dibayang-bayangi oleh persoalan krusial di bidang sumber daya manusia (SDM). Bupati Kembang mengungkapkan bahwa wilayahnya saat ini masih mengalami krisis ketersediaan tenaga pendidik yang cukup signifikan. Secara akumulatif, Jembrana mencatatkan ketimpangan distribusi dan kekurangan sebanyak 258 guru.

Masalah ini kian memprihatinkan karena distribusi guru antar-sekolah belum merata. Secara matematis, angka kekurangan tersebut mungkin terlihat kecil jika dibagi rata ke seluruh sekolah. Namun pada kenyataannya, terjadi penumpukan tenaga pengajar di wilayah perkotaan, sementara sekolah-sekolah di wilayah pinggiran mengalami minus guru yang parah. Fenomena ini menciptakan ketimpangan mutu pembelajaran yang berdampak langsung pada kualitas lulusan.

Potret Tantangan Pendidikan di Kabupaten Jembrana

Untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sektor pendidikan di Jembrana saat ini, berikut adalah peta ringkasan masalah dan kebijakan yang tengah berjalan:

Indikator Sektor Pendidikan Status dan Detail Kebijakan
Jumlah Sekolah Direhabilitasi 34 Sekolah Dasar (SD) di berbagai kecamatan
Standar Daya Tahan Atap Baja Target kualitas material bertahan 30–40 tahun
Defisit Tenaga Pendidik Kekurangan mencapai 258 guru secara daerah
Fokus Pengawasan Kualitas material, keselamatan bangunan, dan pemerataan guru

Berdasarkan analisis tata kelola publik, pembenahan infrastruktur fisik gedung dan fasilitas belajar memang penting untuk menunjang kenyamanan serta keselamatan. Namun, efektivitas investasi fisik ini akan timpang jika tidak diimbangi dengan strategi pemerataan guru. Pemkab Jembrana kini dituntut untuk merumuskan formulasi kebijakan baru guna memastikan keadilan akses pendidikan berkualitas dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak di Kabupaten Jembrana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User