JAKARTA — Pramono Targetkan LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Bulan Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur transportasi publik massal. Gubernur

Sep 13, 2026 - 12:44
0 0
JAKARTA — Pramono Targetkan LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Bulan Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur transportasi publik massal. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan harapannya agar proyek Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dapat rampung dan diresmikan secara komersial pada bulan September ini. Langkah strategis ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurai kemacetan kronis yang menghubungkan wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga pusat transit Jakarta Selatan.

Pramono menekankan bahwa kunci keberhasilan dari pengoperasian moda transportasi ini tidak hanya terletak pada ketepatan waktu penyelesaian fisik lintasan, melainkan pada keandalan sistem konektivitas antarmoda. Integrasi yang efisien antara LRT Jakarta dengan jejaring Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta serta Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Manggarai menjadi prioritas utama guna memastikan perpindahan penumpang berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Kronologi dan Akselerasi Pembangunan Rute LRT Kelapa Gading–Manggarai

Proyek pengerjaan perpanjangan rute LRT Jakarta Tahap 1B yang menghubungkan Velodrome (Kelapa Gading) menuju Manggarai mengalami akselerasi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berikut adalah tahapan penting pengembangan proyek infrastruktur tersebut:

  1. Perencanaan dan Penataan Trase: Penentuan titik integrasi strategis untuk menghubungkan kawasan hunian serta bisnis di Jakarta Utara menuju hub transportasi utama di Stasiun Manggarai.
  2. Konstruksi Jalur Layang (Elevated Track): Pembangunan pilar dan pemasangan rel melintasi kawasan padat lalu lintas seperti Rawamangun, Matraman, hingga kawasan Manggarai.
  3. Uji Coba Sistem Signal dan Commisioning: Pelaksanaan serangkaian pengujian keselamatan, keandalan persinyalan kereta, serta uji coba operasional tanpa penumpang untuk memastikan standar keamanan maksimal.
  4. Integrasi Fisik dan Pembayaran: Penyempurnaan akses koneksi (skybridge) yang menghubungkan stasiun LRT dengan koridor utama Transjakarta serta area Stasiun Central Manggarai.

Analisis Dampak Integrasi Antarmoda dan Efisiensi Transit

Penambahan perpanjangan rute ini diyakini akan mengubah pola mobilitas harian masyarakat urban Jakarta. Stasiun Manggarai yang difungsikan sebagai stasiun sentral memberikan nilai tambah geografis yang sangat besar bagi pengoperasian LRT Jakarta.

Berikut adalah perbandingan estimasi parameter operasional sebelum dan sesudah perluasan jalur LRT Jakarta ke Manggarai:

Parameter Operasional Fase 1 (Pegangsaan Dua - Velodrome) Fase 1B (Kelapa Gading - Manggarai)
Panjang Lintasan Total 5,8 km 12,2 km
Jumlah Stasiun Layanan 6 Stasiun 11 Stasiun
Integrasi Moda Utama Transjakarta Koridor 2 & 11 Transjakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara
Proyeksi Penumpang Harian 3.000 – 5.000 penumpang 80.000 – 100.000 penumpang
Waktu Tempuh Ujung ke Ujung 13 menit 26 menit

Perspektif Pakar Transportasi dan Prospek Keberlanjutan

Analis transportasi publik menilai langkah mempercepat peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai sebagai momentum penting penguatan sistem transit terpadu di ibu kota. Namun, efektivitas sistem ini amat bergantung pada mulusnya transfer perpindahan penumpang di lapangan.

"Target penyelesaian pada bulan September ini harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas interchange di Stasiun Manggarai. Kunci utama daya tarik LRT terletak pada perpindahan antarmoda yang cepat, aman, dan tidak memakan waktu lama saat pejalan kaki berpindah dari bus atau KRL ke LRT," ujar pengamat transportasi urban.

Menurut Dedy Herlambang, pengamat transportasi dari Forum Transportasi Massal, integrasi tarif dan kemudahan akses fisik akan menjadi penentu utama apakah masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke LRT. "Konektivitas dengan Transjakarta tidak boleh sekadar ada secara fisik, tetapi jalur pedestrian harus steril, nyaman, serta didukung oleh integrasi tarif single-fare yang efisien," ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta optimistis bahwa dengan beroperasinya koridor LRT ini, kemacetan di kawasan Matraman, Pramuka, dan Manggarai dapat terkurangi secara bertahap hingga 15–20% pada jam sibuk. Pemerintah daerah juga terus mematangkan kesiapan operasional teknis bersama PT LRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta guna memastikan layanan terpadu ini siap digunakan masyarakat secara penuh pada akhir September ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User