DKI JAKARTA — Pramono Targetkan Angka Stunting Turun Tiga Persen

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung menetapkan peta jalan strategis untuk mengakselerasi penanganan tengkes atau s

Sep 13, 2026 - 12:44
0 0
DKI JAKARTA — Pramono Targetkan Angka Stunting Turun Tiga Persen

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung menetapkan peta jalan strategis untuk mengakselerasi penanganan tengkes atau stunting di wilayah ibu kota. Dalam proyeksi kebijakan terbarunya, Pemprov DKI menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar tiga persen dalam kurun waktu dua tahun ke depan, yakni memangkas angka dari 17 persen menjadi 14 persen.

Target ambisius ini mencerminkan komitmen struktural pemerintah daerah dalam menuntaskan problem gizi kronis di tengah kompleksitas dinamika perkotaan. Meskipun Jakarta memiliki fiskal yang kuat dan fasilitas kesehatan modern, disparitas kesejahteraan dan sanitasi lingkungan di kawasan padat penduduk masih menjadi pemicu utama munculnya kasus gangguan tumbuh kembang pada balita.

Optimalisasi Posyandu dan Pengawasan Gizi Berkelanjutan

Untuk merealisasikan penurunan prevalensi tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa tumpuan strategi intervensi akan difokuskan pada penguatan fasilitas kesehatan tingkat paling dasar, khususnya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keberadaan kader Posyandu dinilai sebagai instrumen paling efektif karena berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

"Kami ingin memastikan bahwa dalam dua tahun ke depan, angka prevalensi stunting di Jakarta bisa ditekan dari 17 persen menuju 14 persen. Kuncinya ada pada penguatan kembali fungsi Posyandu di tingkat akar rumput sebagai garda terdepan deteksi dini dan pemantauan gizi balita," ujar Pramono Anung.

Revitalisasi Posyandu tidak sekadar berfokus pada penimbangan berat badan rutin, melainkan mencakup pemutakhiran alat ukur antropometri terstandar serta pelatihan kapabilitas kader dalam memberikan edukasi pola asuh gizi kepada para orang tua.

Tantangan Urban dan Pendekatan Multisektoral

Secara analitis, tantangan stunting di megapolitan seperti Jakarta tidak hanya bersumber pada keterbatasan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor multidimensional. Sanitasi yang buruk, minimnya akses air bersih, serta rendahnya literasi mengenai pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bergizi seimbang kerap memperparah kerentanan anak.

Oleh karena itu, intervensi yang dirancang Pemprov DKI diarahkan melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan lintas dinas dan pemangku kepentingan masyarakat:

  • Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Pendampingan intensif bagi calon pengantin, ibu hamil, hingga anak berusia dua tahun guna mencegah kegagalan pertumbuhan sejak dini.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Distribusi pangan bernutrisi tinggi berbasis protein hewani bagi balita dengan indikasi weight faltering atau gagal tumbuh.
  • Intervensi Sanitasi Lingkungan: Perbaikan drainase, penyediaan sarana air bersih, dan eliminasi buang air besar sembarangan di kantong-kantong pemukiman padat.
  • Digitalisasi Data Kesehatan: Integrasi pencatatan rekam tumbuh kembang anak melalui sistem terpadu agar penanganan kasus gizi buruk dapat dilakukan secara cepat dan presisi.

Menuju Standar Nasional Kesehatan Anak

Penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada dasarnya merupakan langkah konkrit untuk menyelaraskan capaian Jakarta dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Keberhasilan target dua tahun ini akan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas belanja anggaran kesehatan daerah serta kualitas perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan di Jakarta.

Gubernur Pramono Anung mengumumkan strategi penurunan stunting dari 17% menjadi 14% di DKI Jakarta melalui penguatan Posyandu dan penanganan multisektoral. Poin Kunci: ▪️ Target penurunan 3% dalam waktu 2 tahun. ▪️ Revitalisasi Posyandu sebagai garda depan deteksi dini tumbuh kembang. ▪️ Fokus pada pemenuhan nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan sanitasi air bersih. Baca berita lengkapnya di Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User