JAKARTA — Prabowo Dorong Inovasi Tepung Ubi untuk Pemadaman Karhutla

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi tantangan tahunan yang melumpuhkan berbagai wilayah di Indonesia. Kabut asap tebal yang menyelim

Sep 14, 2026 - 06:09
0 0
JAKARTA — Prabowo Dorong Inovasi Tepung Ubi untuk Pemadaman Karhutla

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi tantangan tahunan yang melumpuhkan berbagai wilayah di Indonesia. Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan Sumatra dan Kalimantan tidak hanya merusak ekosistem hutan yang berharga, tetapi juga mengancam kesehatan publik serta mengganggu stabilitas ekonomi regional. Di tengah keterbatasan metode konvensional, inovasi pemadaman berbasis bahan alami kini mulai mengemuka ke permukaan.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendorong pemanfaatan inovasi pemadaman Karhutla berbasis tepung ubi atau yang dikenal dengan istilah "ubi bombing". Langkah ini diambil sebagai strategi alternatif dalam merespons cepatnya penyebaran api, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit ditembus oleh regu pemadam darat maupun helikopter pemadam air standar.

Mekanisme Kerja dan Efektivitas "Ubi Bombing"

Penggunaan tepung ubi sebagai agen pemadam api, yang turut dikembangkan oleh peneliti seperti Azrin Rasuwin, menawarkan pendekatan fisika-kimia yang dinilai lebih adaptif terhadap karakter Karhutla di Indonesia. Berbeda dengan penyiraman air murni yang cenderung cepat menguap akibat suhu ekstrem pada kedalaman tanah gambut, formulasi berbasis ubi kayu memiliki kemampuan mengikat air jauh lebih lama.

Saat disemprotkan dari udara melalui metode water bombing yang dimodifikasi, campuran tepung ubi akan membentuk lapisan gel pelindung tebal. Gel ini secara efektif memutus pasokan oksigen ke titik api sekaligus menurunkan suhu tanah secara drastis. Berdasarkan data pengujian teknis, metode ini memiliki sejumlah keunggulan operasional:

  • Daya Cengkeram Tinggi: Membentuk lapisan penutup yang mencegah pembentukan kembali titik api (re-ignite) hingga 80%.
  • Efisiensi Air: Mengurangi volume air yang dibutuhkan hingga 50% dibanding penyiraman konvensional.
  • Ramah Lingkungan: Residu tepung ubi bersifat organik dan tidak mencemari kandungan tanah maupun sumber air warga.

Analisis Perbandingan Penanganan Karhutla

Untuk memahami efisiensi inovasi ini, berikut adalah perbandingan antara metode pemadaman air konvensional dengan metode pemadaman berbasis tepung ubi:

Parameter Water Bombing Konvensional Inovasi Tepung Ubi (Ubi Bombing)
Bahan Utama Air Murni / Kimia Sintetis Tepung Ubi Kayu (Pati Organik)
Retensi pada Gambut Rendah (Cepat Menguap) Tinggi (Membentuk Gel Isolator)
Risiko Re-ignition Tinggi pada Musim Kemarau Sangat Rendah
Dampak Lingkungan Netral hingga Berisiko (jika pakai kimia) Biodegradabel & Aman bagi Ekosistem

Cermin Masalah Mendasar Manajemen Karhutla

Kendati inovasi tepung ubi memberikan angin segar bagi operasi penanggulangan bencana, para analis kebijakan publik menegaskan bahwa inovasi teknologis hanyalah solusi penanganan di tingkat hilir. Munculnya berbagai metode darurat seperti "ubi bombing" sejatinya menjadi cermin dari masih lemahnya penegakan hukum dan manajemen pencegahan di tingkat tapak.

"Inovasi lokal seperti pemadam berbasis tepung ubi sangat krusial untuk respons cepat di lapangan. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa akar masalah Karhutla terletak pada tata kelola lahan, pengeringan gambut ilegal, dan lemahnya pengawasan konversi hutan," ungkap analis kebijakan lingkungan.

Sebagian besar titik api Karhutla di Indonesia muncul di kawasan gambut yang telah terdegradasi akibat pembuatan kanal alih fungsi lahan. Dalam kondisi kering ekstrem, tanah gambut berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar hingga kedalaman beberapa meter di bawah permukaan. Oleh karena itu, adopsi teknologi pemadaman terbaru harus berjalan selaras dengan restorasi ekosistem gambut secara permanen.

Tantangan Skalabilitas dan Implikasi Kebijakan

Agar inovasi tepung ubi dapat diterapkan secara masif di seluruh wilayah rawan Karhutla, pemerintah menghadapi tantangan dalam hal pasokan logistik dan alokasi anggaran. Pengadaan pasokan tepung ubi dalam skala tonase besar memerlukan sinergi erat dengan sektor pertanian lokal agar tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Dengan total anggaran penanganan Karhutla nasional yang mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, efisiensi belanja teknologi menjadi hal yang krusial. Dorongan dari Presiden Prabowo ini diharapkan menjadi katalisator bagi kementerian terkait untuk segera merumuskan standar operasional prosedur (SOP) integrasi teknologi lokal dalam sistem mitigasi bencana nasional, tanpa mengesampingkan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User