JAKARTA — Menkes Budi Ubah Akreditasi Rumah Sakit Lewat Penilaian Sikap Dokter

Langkah terobosan baru siap diterapkan dalam dunia pelayanan medis nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) merombak sistem akreditasi

Sep 14, 2026 - 14:57
0 0
JAKARTA — Menkes Budi Ubah Akreditasi Rumah Sakit Lewat Penilaian Sikap Dokter

Langkah terobosan baru siap diterapkan dalam dunia pelayanan medis nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) merombak sistem akreditasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Salah satu poin fundamental yang kini masuk ke dalam indikator penilaian mutu adalah tingkat kepuasan pasien terhadap respons serta sikap para tenaga medis, termasuk perlakuan dokter maupun perawat yang dinilai kurang ramah atau "judes" saat memberikan pelayanan.

Pergeseran Paradigma: Fokus pada Pengalaman Pasien

Selama ini, penilaian kualitas fasilitas kesehatan tingkat lanjutan cenderung terpaku pada kelengkapan infrastruktur, ketersediaan alat medis mutakhir, dan tumpukan dokumen administratif. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa standar fisik tersebut tidak lagi cukup untuk menjamin mutu pelayanan yang memanusiakan pasien. Pengalaman subjektif publik kini diangkat menjadi standar evaluasi formal yang memengaruhi status akreditasi fasilitas kesehatan.

"Fasilitas gedung yang megah dan peralatan medis yang canggih tidak akan memberikan kesembuhan optimal jika pasien merasa tidak dihargai, diabaikan, atau diperlakukan secara tidak simpatik oleh tenaga kesehatan," tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menjelaskan arah evaluasi sistem kesehatan.

Langkah ini diambil guna merespons tingginya angka keluhan masyarakat terkait minimnya empati sebagian tenaga medis di fasilitas kesehatan. Budaya komunikasi medis yang kaku dan terkesan dingin dinilai menjadi salah satu hambatan terbesar dalam membangun sistem kesehatan nasional yang berkualitas. Menurut kajian Kemenkes, proses kesembuhan psikologis pasien sangat dipengaruhi oleh rasa aman dan kenyamanan komunikasi yang dibangun oleh para dokter serta perawat di ruang perawatan.

Dampak Terhadap Daya Saing Layanan Kesehatan Nasional

Kebijakan perombakan akreditasi ini juga dirancang untuk menahan laju penurunan kepercayaan publik terhadap sistem medis domestik. Setiap tahunnya, puluhan triliun rupiah dana masyarakat Indonesia mengalir ke luar negeri—khususnya ke Malaysia dan Singapura—hanya untuk mengakses layanan kesehatan yang dianggap lebih ramah, transparan, dan komunikatif.

Indikator Evaluasi Sistem Akreditasi Lama Sistem Akreditasi Baru
Fokus Utama Kelengkapan berkas & infrastruktur fisik Kepuasan pasien & mutu layanan klinis
Penilaian Sikap Nakes Terbatas pada standar SOP internal RS Poin penilaian langsung via survei digital pasien
Peran Pasien Penerima pasif pelayanan kesehatan Penilai aktif mutu layanan dan interaksi medis
Dampak Penalti Revisi dokumen administratif Penurunan kelas RS hingga kuota BPJS

Mekanisme Integrasi Digital dan Sanksi Bagi Rumah Sakit

Dalam skema baru ini, Kemenkes akan memanfaatkan integrasi platform digital seperti ekosistem SATUSEHAT untuk mengumpulkan umpan balik secara langsung (real-time) dari pasien yang baru selesai menjalani perawatan rawat jalan maupun rawat inap. Penilaian tidak lagi sekadar bergantung pada laporan internal rumah sakit, melainkan dari testimoni dan nilai yang diberikan oleh konsumen layanan medis.

Lebih dari 3.000 rumah sakit di seluruh Indonesia akan terdampak oleh penyegaran regulasi akreditasi ini. Fasilitas kesehatan yang secara konsisten mendapatkan penilaian buruk terkait pelayanan dan keramahan staf medis terancam menghadapi sanksi tegas, mulai dari peninjauan ulang status akreditasi, penurunan kelas rumah sakit, hingga evaluasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Melalui perombakan ini, rumah sakit diwajibkan menyelenggarakan pelatihan soft skills, komunikasi terapeutik, dan manajemen empati bagi seluruh jajaran medisnya. Reformasi ini diharapkan mampu mengikis stigma negatif mengenai layanan rumah sakit domestik sekaligus menciptakan iklim pengobatan yang aman, nyaman, dan berorientasi penuh pada kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User