Jakarta — INACO dan JEC Resmi IPO di BEI, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Menguat

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan dua emiten baru pada Selasa (7/7/2026). Produsen minuman jelly kemasan, PT Inovasi Abadi Cita Olah

Jul 08, 2026 - 02:57
0 0
Jakarta — INACO dan JEC Resmi IPO di BEI, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Menguat

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan dua emiten baru pada Selasa (7/7/2026). Produsen minuman jelly kemasan, PT Inovasi Abadi Cita Olahan (INACO), dan penyedia layanan kesehatan mata, PT JEC Eye Care Tbk (JEC), resmi melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan kode saham masing-masing JELI dan JECX. Kedua perusahaan menawarkan saham ke publik dalam rentang harga yang mencerminkan antusiasme investor terhadap sektor konsumsi primer dan jasa kesehatan yang terus bertumbuh.

INACO, yang dikenal dengan produk jelly siap minum INACO Jelly, melepas sebanyak 1,5 miliar lembar saham atau sekitar 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp200 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp300 miliar. Sementara itu, JEC Eye Care melepas 800 juta lembar saham atau setara 20% kepemilikan, dengan harga penawaran Rp500 per saham, sehingga target perolehan dana mencapai Rp400 miliar. Kedua IPO ini menambah panjang daftar emiten baru di tahun 2026 yang telah menembus angka 35 perusahaan hingga semester pertama.

Potensi Sektor dan Strategi Ekspansi

Langkah INACO dan JEC listing di bursa tidak lepas dari strategi ekspansi yang agresif. INACO akan mengalokasikan 60% dana IPO untuk pembangunan pabrik kedua di kawasan GIIC Cikarang, guna meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%. Sisanya digunakan untuk modal kerja dan pemasaran. Di sisi lain, JEC Eye Care akan memanfaatkan 70% dana hasil IPO untuk membuka empat klinik baru di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya, Makassar, dan Bandung, serta pengadaan alat diagnostik canggih seperti femtosecond laser untuk operasi katarak.

Menariknya, kedua perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sebelum IPO. INACO membukukan pendapatan Rp1,2 triliun pada 2025, naik 18% year-on-year, didorong ekspansi distribusi ke pasar ekspor ASEAN. Sedangkan pendapatan JEC mencapai Rp950 miliar dengan margin laba bersih 12%, mencerminkan daya tahan bisnis layanan kesehatan terhadap fluktuasi daya beli.

ParameterINACO (JELI)JEC Eye Care (JECX)
SektorKonsumsi (Makanan & Minuman)Kesehatan (Rumah Sakit & Klinik)
Harga PenawaranRp200/sahamRp500/saham
Jumlah Saham Dilepas1,5 miliar lembar (15%)800 juta lembar (20%)
Target DanaRp300 miliarRp400 miliar
Penggunaan Dana UtamaPabrik baru (60%)Klinik baru & alat medis (70%)
Pendapatan 2025Rp1,2 triliunRp950 miliar

Dampak ke Pasar dan Prospek ke Depan

Pencatatan perdana saham JELI dan JECX disambut positif oleh pelaku pasar. Pada sesi pertama perdagangan, saham JELI dibuka menguat 23% ke level Rp246, sedangkan JECX melonjak 30% ke Rp650, menandakan tingginya minat investor ritel. "IPO di sektor konsumen dan layanan kesehatan tetap menjadi primadona karena memiliki permintaan yang stabil dan prospek jangka panjang yang cerah, apalagi didukung data demografi Indonesia yang besar," ujar Ekonom Senior Lembaga Pemeringkat Independen, Satria Wibowo. Ia menambahkan, valuasi JECX yang lebih premium mencerminkan ekspektasi pertumbuhan laba yang lebih tinggi seiring peningkatan kesadaran kesehatan mata masyarakat urban.

Dari sisi makro, kehadiran dua emiten ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI yang per Juli 2026 telah menembus Rp17.500 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) hingga Rp600 miliar di pasar sekunder pada hari pencatatan, memberikan sinyal kepercayaan terhadap reformasi struktural dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Dengan beragamnya sektor yang masuk bursa, BEI semakin memperkuat posisinya sebagai bursa paling aktif di Asia Tenggara dari sisi pencatatan saham baru. Para analis memperkirakan, sisa tahun 2026 masih akan diramaikan oleh sekitar 15-20 calon emiten dari sektor teknologi finansial dan energi terbarukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User